ADA momen istimewa dalam Humor Conference yang diselenggarakan oleh Association for Applied and Therapeutic Humor (AATH) di Charlotte, Amerika Serikat, pada 1–4 Mei 2025. Salah satu rangkaian acaranya adalah Hall of Fame Projects.
Momen tersebut menampilkan proyek-proyek aplikasi humor untuk terapi terbaik yang pernah dikembangkan para kandidat Certified Humor Professional selama 15 tahun terakhir. Ternyata, salah satu proyek yang terpilih merupakan ide dari Founder DDTC, Danny Septriadi!
Berawal dari ketertarikan pada humor berbasis riset, Danny menempuh sertifikasi Certified Humor Professional di AATH di sela-sela rutinitasnya sepanjang 2020-2023. Walaupun ada kata 'humor' di sana, sertifikasi ini bukan bertujuan untuk mencetak komedian atau pelawak.
Para pemegang sertifikasi ini merupakan orang-orang yang telah mempelajari humor secara ilmiah untuk diaplikasikan dalam penguatan mental, resiliensi, hingga terapi.
Baca juga: Petugas dan Wajib Pajak Kumpul Bareng Tertawakan Rutinitas Bersama.
Nah, salah satu syarat untuk meraih sertifikasi tersebut adalah membuat proyek aplikasi humor sesuai dengan bidang dan peminatan masing-masing. Danny merancang proyek bertajuk The Tax Stakeholder Focus Humor Group Discussion yang kemudian dialihbahasakan menjadi Cerita Humor & Pajak. Program tersebut dijalankan pada Januari–Maret 2022 secara daring.
Danny sendiri mengaku idenya sebenarnya sederhana tetapi punya nilai manfaat. Bahkan oleh para mentor, Danny menyebutkan, ide ini dibilang terobosan karena Internal Revenue Service Amerika Serikat pun belum terpikir mengimplementasikannya.
Sebagai praktisi pajak dengan lebih dari 30 tahun pengalaman, Danny melihat satu kebutuhan yang terabaikan: kesehatan mental para profesional pajak. Ia lalu menyusun konsep sebuah support group yang memungkinkan para wajib pajak dan fiskus saling berempati sekaligus merilis stres.
Caranya lewat metode bercerita (storytelling) terkait dengan rutinitas sehari-hari di bidang pajak.
Baca juga: Kesehatan Mental Profesional di Bidang Pajak: Penting, tapi Terabaikan.
Pendekatan ini dipilih setelah mempelajari beberapa artikel ilmiah. Ternyata, mengeluarkan keluh-kesah ke komunitas yang sefrekuensi alias 'sependeritaan', dapat mengurangi ketegangan hingga stres.
Kajian meta-analysis yang dilakukan Brunelli, Murphy, & Athanasou (2016) terkait efektivitas support group bagi orang-orang yang punya gangguan kesehatan kronis, misalnya, menunjukkan kalau secara umum intervensi tersebut dapat memberikan dampak positif pada yang bersangkutan. Ada 19 studi yang dipelajari di sini dalam rentang tahun 1993–2013.
Riset-riset lain juga mendukung, termasuk studi yang dilakukan Bakar dkk. (2025). Mereka menunjukkan bahwa intervensi support group berdurasi 4 jam yang terdiri dari aktivitas sharing session hingga art therapy untuk mahasiswa tingkat akhir dapat membantu mereka mengelola tekanan sekaligus menjadi pelecut semangat dalam menyelesaikan skripsinya.
Dengan semangat untuk membantu para profesional pajak memanajemen stresnya, Danny Septriadi akan mengadaptasi metode support group-nya yang meraih apresiasi internasional dan berlandaskan kajian literatur itu ke dalam practical course berjudul Humor dalam Manajemen Stres Praktisi Pajak: The Show Must Go On.
Program ini akan diselenggarakan pada Selasa, 24 Februari 2026, pukul 09.30–15.30 WIB, di Menara DDTC, Jakarta.
Hari ini kesempatan terakhir Anda untuk mendapatkan promo harga early bird! Klik banner di bawah ini untuk mengambil kesempatan promo ini.
Baca juga: Hilangkan Stres, Praktisi Pajak Pelajari Humor untuk Terapi Diri.
Danny tidak sendiri. Ia akan didampingi oleh Ulwan Fakhri, seorang peneliti humor dari Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3) sekaligus pemilik sertifikasi Certified Humor Professional AATH.
Tahun 2025 kemarin, ia memperoleh beasiswa untuk menghadiri AATH Humor Conference di Amerika Serikat sebagai apresiasi atas ide-ide menariknya dalam menginovasikan humor sebagai strategi belajar-mengajar.

Ulwan Fakhri berfoto bersama para mentornya di 2025 AATH Humor Conference, di North Carolina, AS.
Lebih lanjut, meski dirinya sendiri bukan terapis profesional, Danny yakin sesi support group ini bakal bermanfaat untuk setidaknya mengurangi stres yang dialami para profesional pajak di Indonesia. Ia yakin mayoritas para profesional pajak punya partner untuk berkeluh-kesah terkait pekerjaannya.
Namun, ada kemungkinan si pendengar bukan berasal dari bidang yang sama, sehingga harus dijelaskan dulu konteks dan teknisnya biar punya level empati yang cukup kepada si pencerita.
“Makanya, forum ini nanti akan ‘mahal’. Bukan semata-mata karena saya yang menjadi fasilitator utamanya, tetapi karena semua yang hadir nanti adalah orang yang tahu lika-likunya menjadi profesional pajak di Indonesia yang mau berbagi pengalaman sekaligus menjadi pendengar yang baik,” pungkas Danny.
Baca juga: ‘Saat Aturan & Sengketa Tidak Meningkatkan Kepatuhan, Coba Humor!’
Dalam practical course ini, kedua fasilitator akan menggabungkan tema pajak dan kesehatan mental yang masih jarang sekali dibicarakan di Indonesia. Mengadaptasi pendekatan kajian humor, Danny dan Ulwan akan mengajak Anda untuk:
Pengalaman belajarnya pun bakal berbeda. Sebab Danny dan Ulwan akan menyediakan:

Daftarkan diri Anda sekarang melalui situs web DDTC Academy karena kuota terbatas!
Sebagai bonus, peserta juga berkesempatan memperoleh doorprize 3 buku fisik Humor at Work: Kerja Gembira, Usaha Berjaya. Danny Septriadi dan Ulwan Fakhri adalah salah dua penulisnya.
Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang di tautan ini academy.ddtc.co.id/practical-course.
Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi WhatsApp Hotline DDTC Academy 0812-8393-5151 (Minda), email [email protected], atau melalui akun Instagram DDTC Academy (@ddtcacademy). (sap)
