Review
Jum'at, 27 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (2)
Kamis, 26 Januari 2023 | 15:53 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (1)
Kamis, 26 Januari 2023 | 14:40 WIB
KONSULTASI PERPAJAKAN
Rabu, 25 Januari 2023 | 17:15 WIB
LAPORAN DARI AUSTRALIA
Fokus
Data & Alat
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Rabu, 11 Januari 2023 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 11 JANUARI - 17 JANUARI 2022
Rabu, 04 Januari 2023 | 09:11 WIB
KURS PAJAK 04 JANUARI - 10 JANUARI 2023
Reportase

Apa Itu Free On Board (FOB)?

A+
A-
11
A+
A-
11
Apa Itu Free On Board (FOB)?

FOB merupakan salah satu istilah dari International Commercial Terms (Incoterms) yang sering dipakai dalam kegiatan perdagangan internasional. Dalam praktiknya, terdapat aspek perpajakan yang melekat dengan penggunaan FOB, di antaranya PPN dan kepabeanan.

FOB melandasi waktu pembuatan faktur pajak karena berkaitan dengan pengakuan kepemilikan barang yang diperjualbelikan. FOB juga digunakan sebagai dasar pembebasan/de minimis value dari bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI). Lantas, apa itu FOB?

Definisi FOB
FOB merupakan kependekan dari Free on board yaitu istilah pengiriman yang mendefinisikan titik dalam rantai pasokan ketika pembeli atau penjual yang akan bertanggung jawab atas barang yang diangkut (Banton, 2022).

Baca Juga: Insentif Atas Impor Alkes dan Vaksin Covid Selama 3 Tahun Tembus Rp3 T

Menurut Banton, kesepakatan dalam FOB membantu menentukan kepemilikan barang, penanggung risiko, dan biaya transportasi. Istilah FOB juga digunakan untuk menunjukkan apakah penjual atau pembeli yang bertanggung jawab atas barang yang rusak atau hancur selama pengiriman (Banton, 2022).

Senada, Nickolas (2022) menyebut FOB terkait dengan pengalihan kepemilikan barang dari penjual ke pembeli serta pihak yang menanggung biaya pengangkutan dan asuransi. Menurutnya, FOB hanya mengacu pada pengiriman yang dilakukan melalui jalur air.

Sementara itu, Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) mengartikan FOB sebagai peralihan segala risiko atas barang dari penjual kepada pembeli terjadi ketika barang telah melewati rail kapal (pagar pengaman kapal) di pelabuhan yang telah disebutkan.

Baca Juga: WP Bandel, Pajak Hilang dari Bisnis Sarang Burung Walet Capai Rp10 M

Pembeli atau penjual dapat menanggung semua risiko dan biaya transportasi tergantung pada apakah barang dijual berdasarkan skema FOB shipping point atau FOB destination point.

Secara ringkas, FOB shipping point dan FOB destination point akan menunjukkan titik di mana kepemilikan barang berpindah dari penjual ke pembeli.

Hal tersebut penting untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab atas barang yang hilang atau rusak selama pengiriman. Perbedaan utama antara keduanya adalah terkait dengan waktu pengalihan hak atas barang (Nickolas, 2022).

Baca Juga: SPT Tahunan Badan Tak Bisa Pakai e-SPT, e-Form Belum Tampung PTKP UMKM

FOB Shipping Point
FOB Shipping Point atau dikenal juga sebagai FOB origin menunjukkan bahwa hak dan tanggung jawab barang berpindah dari penjual ke pembeli ketika barang ditempatkan atau dimuat pada kendaraan pengiriman (Nickolas, 2022).

Pengalihan hak barang di titik pengiriman atau di tempat penjual berarti hak atas barang tersebut berpindah ke pembeli. Untuk itu, penjual hanya bertanggung jawab hingga barang ditempatkan di kendaraan pengangkut dan tidak bertanggung jawab atas barang tersebut selama pengiriman.

Misal, perusahaan ABC di Amerika Serikat membeli perangkat elektronik dari pemasoknya di Cina dengan kontrak FOB Shipping Point. Dengan demikian, apabila pengangkut yang ditunjuk merusak barang selama pengiriman maka perusahaan ABC bertanggung jawab penuh.

Baca Juga: UU Direvisi, Pejabat Rusia Tak Perlu Ungkap Laporan Pajaknya ke Publik

Perusahaan ABC tidak dapat meminta pemasok untuk mengganti kerugian atau kerusakan tersebut. Sebab, pemasok hanya bertanggung jawab sampai dengan perangkat elektronik tersebut dimuat ke pengangkut.

Intinya, FOB shipping point mensyaratkan hak barang berpindah kepada pihak pembeli pada saat barang diserahkan kepada perusahaan pengangkutan yang ditunjuk. Biaya dan resiko yang mungkin timbul sampai dengan barang diserahkan kepada perusahaan pengangkutan merupakan tanggung jawab penjual.

Sementara itu, biaya dan resiko yang timbul sejak barang diterima oleh perusahaan pengangkutan hingga barang tersebut dikirimkan pada tempat yang telah ditetapkan menjadi tanggung jawab pihak pembeli.

Baca Juga: Wah! Yayan Ruhian 'Mad Dog' Datangi Kantor Pajak, Ada Apa Nih?

FOB Destination Point
FOB destination point berarti kepemilikan barang berpindah dari penjual ke pembeli saat barang dikirim atau sampai ke lokasi yang ditentukan pembeli. Artinya, sepanjang dalam perjalanan barang tersebut masih milik penjual dan penjual bertanggung jawab atas barang selama proses pengiriman (Nickolas, 2022).

Misal, perusahaan XYZ di Amerika Serikat membeli komputer dari pemasok di Cina dengan kontrak FOB Destination Point. Asumsikan komputer tidak terkirim ke tujuan perusahaan XYZ maka pemasok bertanggung jawab penuh atas komputer tersebut dan harus mengganti uang perusahaan XYZ atau mengirimkan ulang komputer tersebut.

Intinya, FOB Destination Point mensyaratkan hak kepemilikan barang berpindah kepada pihak pembeli pada saat barang tersebut diterima oleh pihak pembeli. Segala biaya dan resiko kerugian yang terjadi hingga barang sampai di tempat yang ditetapkan oleh pembeli menjadi tanggung jawab pihak penjual. (rig)

Baca Juga: Pajak Kita untuk Wujudkan Cita-Cita Bangsa

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : kamus kepabeanan, kamus, kepabeanan, free on board, FOB, pajak

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 27 Januari 2023 | 11:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Unggah Faktur Pajak Tapi Alamat Keliru, DJP: Cukup Buat Penggantinya

Jum'at, 27 Januari 2023 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jasa Angkutan Umum Darat yang Dapat Fasilitas Bebas PPN

Jum'at, 27 Januari 2023 | 10:13 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Perhatian! Penghapusan Data STNK Dimulai, Warga Diminta Patuh Pajak

Jum'at, 27 Januari 2023 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

DJBC Klaim Fasilitas Kepabeanan Bantu Industri Pulih Lebih Cepat

berita pilihan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Insentif Atas Impor Alkes dan Vaksin Covid Selama 3 Tahun Tembus Rp3 T

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:00 WIB
KABUPATEN BELITUNG

WP Bandel, Pajak Hilang dari Bisnis Sarang Burung Walet Capai Rp10 M

Sabtu, 28 Januari 2023 | 08:45 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

SPT Tahunan Badan Tak Bisa Pakai e-SPT, e-Form Belum Tampung PTKP UMKM

Sabtu, 28 Januari 2023 | 07:30 WIB
SELEBRITAS

Wah! Yayan Ruhian 'Mad Dog' Datangi Kantor Pajak, Ada Apa Nih?

Sabtu, 28 Januari 2023 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK

Pajak Kita untuk Wujudkan Cita-Cita Bangsa

Jum'at, 27 Januari 2023 | 18:07 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Dirjen Pajak Ingatkan WP Lapor SPT Tahunan, Jangan Mepet Deadline

Jum'at, 27 Januari 2023 | 18:00 WIB
KABUPATEN PROBOLINGGO

Cetak SPPT Lebih Awal, Pemda Harap Target Setoran PBB Segera Tercapai

Jum'at, 27 Januari 2023 | 17:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Open Account dalam Kegiatan Ekspor-Impor?

Jum'at, 27 Januari 2023 | 16:48 WIB
KERJA SAMA PERPAJAKAN

Komisi Yudisial dan Ditjen Pajak Teken Perjanjian Kerja Sama