Review
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:15 WIB
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:11 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 14:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Reportase

Wah, Ekspor Kaca Indonesia ke Filipina Kini Bebas Bea Masuk

A+
A-
2
A+
A-
2
Wah, Ekspor Kaca Indonesia ke Filipina Kini Bebas Bea Masuk

Ilustrasi. (DDTCNews)

JAKARTA, DDTCNews—Komisi Tarif Filipina memutuskan menghentikan penyelidikan safeguard atas impor produk kaca dari Indonesia sehingga bea masuk tambahan tindakan pengamanan (BMTP) tidak lagi dikenakan.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyambut baik atas penghentian pengenaan bea masuk tambahan atas produk kaca tersebut. Menurutnya, kabar tersebut akan menggairahkan lagi ekspor kaca Indonesia.

"Kabar gembira ini diyakini mampu mengembalikan gairah industri kaca Indonesia di pasar ekspor Filipina setelah terancam dikenakan BMTP. Peluang ekspor produk ke Filipina kini kembali terbuka," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2020).

Baca Juga: Siap-Siap! Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV Dibuka Besok

Agus menjelaskan keputusan Komisi Tarif Filipina tersebut dikeluarkan secara resmi pada 30 Juni 2020, setelah sempat tertunda akibat pandemi Covid-19. Sebelumnya, Indonesia juga dibebaskan dari tuduhan safeguard untuk semen dan keramik.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor produk kaca Indonesia ke Filipina yang diselidiki oleh komisi mencapai US$635.000 pada 2019. Nilai itu meningkat dibandingkan dengan 2018 yang hanya US$405.000,.

Akibat penyelidikan safeguard tersebut, kinerja ekspor produk kaca sempat melemah pada awal 2020. Selama periode Januari hingga April 2020, Indonesia hanya membukukan nilai ekspor sebesar US$270.400,.

Baca Juga: DJBC Fasilitasi Hibah Impor Alat Kesehatan dari Pemerintah Australia

Bahkan produk tinted float glass dan reflective float glass mengalami penurunan rata-rata hingga 79% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Agus mengklaim kualitas produk kaca asal Indonesia berkualitas sangat baik sehingga mampu bersaing dengan produksi negara lain, dan tidak berpotensi mengganggu kinerja industri kaca dalam negeri Filipina.

"Keputusan pembebasan BMTP akhirnya diambil karena otoritas Filipina tidak dapat membuktikan impor produk kaca menyebabkan kerugian serius atau ancaman kerugian terhadap industri serupa di dalam negeri mereka," ujarnya.

Baca Juga: Segera Kirimkan Nomor Rekening! Gaji Tambahan Cair September Ini

Berdasarkan WTO Agreement on Safeguards, setiap negara anggota boleh menerapkan bea masuk tambahan terhadap produk impor jika ditemukan produk impor tersebut menyebabkan kerugian atau ancaman kerugian bagi industri serupa di dalam negeri.

Otoritas Filipina sejak 22 Oktober 2019 menerapkan pungutan BMTP sementara (BMTPS) sebesar P2,835/MT untuk produk kaca asal Indonesia. Namun, penerapan BMTPS tersebut telah berakhir pada Mei lalu. (rig)

Baca Juga: Tangani Pandemi Corona, Negara Ini Perkenalkan Pajak Solidaritas
Topik : bea masuk tindakan pengamanan, BMTP, barang impor, industri kaca, ekspor, filipina, nasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 05 Agustus 2020 | 15:54 WIB
PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 15:30 WIB
TURKI
Rabu, 05 Agustus 2020 | 13:26 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Agustus 2020 | 12:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
berita pilihan
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:30 WIB
PELAYANAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 06:01 WIB
PMK 89/2020
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 19:02 WIB
PP 44/2020
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 19:00 WIB
BANTUAN SOSIAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:15 WIB
PERPAJAKAN INTERNASIONAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 17:15 WIB
LAYANAN BEA CUKAI
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:46 WIB
BANTUAN SOSIAL
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 16:20 WIB
AMERIKA SERIKAT