Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Tumbuh & Bangkit dengan Keterbukaan

0
0

MYANMAR merupakan negara anggota Asean yang belum lama mengalami perubahan sistem politik dengan menerapkan keterbukaan ekonomi pada 2011. Namun, cukup dalam 5 tahun, Myanmar kini tumbuh secara meyakinkan, seiring dengan tercapainya stabilitas politik.

Perlahan tapi pasti, masa lalu Myanmar seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, pelayanan sosial dan ekonomi yang belum memadai, mulai terkikis. Kini, Myanmar menjadi salah satu negara favorit investasi di kawasan, termasuk bagi BUMN-BUMN Indonesia.

Myanmar memiliki peraturan perundang-undangan pajak yang menguntungkan bagi pengusaha. Di Myanmar tidak ada masalah pertanahan, karena tanah praktis dikuasai pemerintah dan adanya regulasi yang mengatur tidak akan ada nasionalisasi.

Baca Juga: Mengukur Performa Pajak Negara Asean

Kebijakan Perpajakan

Perubahan rezim perpajakan di Myanmar yang dimulai pada 2014 menjadi hal yang sangat dinantikan oleh wajib pajak. Perubahan ini melahirkan dua undang-undang pajak yang memberikan kepastian, mengenalkan tarif-tarif yang berlaku spesifik, dan meningkatkan kapasitas administrasi pajak.

Dengan perubahan itu, Myanmar memperjelas 7 jenis penghasilan yang dikecualikan dari objek PPh. Selain itu, tarif PPN, yang di negara ini disebut dengan commercial tax, memerinci tarif untuk masing-masing barang kena pajak pada kisaran 8%-100%. Khusus untuk jasa, tarifnya 5%.

Baca Juga: Tarif PPh Badannya Terendah se-Asean

Untuk mencegah terjadinya pajak berganda, negara yang dahulu bernama Burma ini telah menjalin perjanjian pajak dengan 8 negara, yaitu India, Inggris Raya, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Hingga kini Myanmar tidak memiliki aturan terkait transfer pricing, thin capitalization, dan CFC. Namun, thin capitalization akan segera diperkenalkan oleh Pemerintah Myanmar. Selain itu, tidak ada general anti avoidance rules (GAAR). (Sumber: IMF & World Bank-2016/ Bsi)

Data Perpajakan Myanmar
Uraian Keterangan
Sistem pemerintahan Demokratis
PDB nominal US$66,98 miliar (2015)
Pertumbuhan ekonomi 7,0% (2015)
Populasi 53 juta jiwa (2014)
Tax Ratio 8%
Otoritas Pajak Internal Revenue Department (IRD)
Sistem Perpajakan Self assessment
Tarif PPh Badan 25%
Tarif PPh Orang Pribadi 0%-25% dan 35% (nonresiden)
Tarif PPN 5% (umum)
Tarif pajak dividen -
Tarif pajak royalti 20%
Tarif bunga 15%
Tax Treaty 8 negara
Baca Juga: Politik Kurang Stabil, Tax Ratio Tetap Tinggi

Myanmar memiliki peraturan perundang-undangan pajak yang menguntungkan bagi pengusaha. Di Myanmar tidak ada masalah pertanahan, karena tanah praktis dikuasai pemerintah dan adanya regulasi yang mengatur tidak akan ada nasionalisasi.

Baca Juga: Mengukur Performa Pajak Negara Asean

Kebijakan Perpajakan

Perubahan rezim perpajakan di Myanmar yang dimulai pada 2014 menjadi hal yang sangat dinantikan oleh wajib pajak. Perubahan ini melahirkan dua undang-undang pajak yang memberikan kepastian, mengenalkan tarif-tarif yang berlaku spesifik, dan meningkatkan kapasitas administrasi pajak.

Dengan perubahan itu, Myanmar memperjelas 7 jenis penghasilan yang dikecualikan dari objek PPh. Selain itu, tarif PPN, yang di negara ini disebut dengan commercial tax, memerinci tarif untuk masing-masing barang kena pajak pada kisaran 8%-100%. Khusus untuk jasa, tarifnya 5%.

Baca Juga: Tarif PPh Badannya Terendah se-Asean

Untuk mencegah terjadinya pajak berganda, negara yang dahulu bernama Burma ini telah menjalin perjanjian pajak dengan 8 negara, yaitu India, Inggris Raya, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Hingga kini Myanmar tidak memiliki aturan terkait transfer pricing, thin capitalization, dan CFC. Namun, thin capitalization akan segera diperkenalkan oleh Pemerintah Myanmar. Selain itu, tidak ada general anti avoidance rules (GAAR). (Sumber: IMF & World Bank-2016/ Bsi)

Data Perpajakan Myanmar
Uraian Keterangan
Sistem pemerintahan Demokratis
PDB nominal US$66,98 miliar (2015)
Pertumbuhan ekonomi 7,0% (2015)
Populasi 53 juta jiwa (2014)
Tax Ratio 8%
Otoritas Pajak Internal Revenue Department (IRD)
Sistem Perpajakan Self assessment
Tarif PPh Badan 25%
Tarif PPh Orang Pribadi 0%-25% dan 35% (nonresiden)
Tarif PPN 5% (umum)
Tarif pajak dividen -
Tarif pajak royalti 20%
Tarif bunga 15%
Tax Treaty 8 negara
Baca Juga: Politik Kurang Stabil, Tax Ratio Tetap Tinggi
Topik : profil perpajakan Myanmar, pajak Asean
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 27 Oktober 2017 | 13:47 WIB
PROFIL PERPAJAKAN SELANDIA BARU
Selasa, 21 Juni 2016 | 20:56 WIB
PROFIL PERPAJAKAN JEPANG
Kamis, 02 Maret 2017 | 17:42 WIB
PROFIL PERPAJAKAN INGGRIS
Jum'at, 22 Februari 2019 | 17:17 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BAHAMA
berita pilihan
Selasa, 18 Oktober 2016 | 09:36 WIB
PROFIL PERPAJAKAN YORDANIA
Jum'at, 16 Desember 2016 | 10:34 WIB
PROFIL PERPAJAKAN SWISS
Jum'at, 27 Oktober 2017 | 13:47 WIB
PROFIL PERPAJAKAN SELANDIA BARU
Senin, 16 Januari 2017 | 16:29 WIB
PROFIL PERPAJAKAN PORTUGAL
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:32 WIB
PROFIL PERPAJAKAN KAZAKHSTAN
Selasa, 03 Januari 2017 | 11:36 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BELGIA
Jum'at, 28 Oktober 2016 | 08:31 WIB
PROFIL PERPAJAKAN AZERBAIJAN
Senin, 24 Oktober 2016 | 17:30 WIB
PROFIL PERPAJAKAN UZBEKISTAN
Kamis, 02 Maret 2017 | 17:42 WIB
PROFIL PERPAJAKAN INGGRIS
Selasa, 08 November 2016 | 06:37 WIB
PROFIL PERPAJAKAN TURKMENISTAN