Trusted Indonesian Tax News Portal
|
 
 
Fokus
Literasi
Rabu, 17 Oktober 2018 | 18:33 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ARGENTINA
Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:46 WIB
PANGERAN DIPONEGORO:
Selasa, 16 Oktober 2018 | 09:15 WIB
KAMUS
 
Data & alat
Rabu, 17 Oktober 2018 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 17-23 OKTOBER 2018
Rabu, 10 Oktober 2018 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 10-16 OKTOBER 2018
Rabu, 03 Oktober 2018 | 10:39 WIB
KURS PAJAK 3 OKTOBER 2018-9 OKTOBER 2018
 
 
Reportase

'The Power to Tax is The Power to Destroy'

1

KALIMAT ini menguap di udara Amerika Serikat, hampir 200 tahun silam, setelah diucapkan seorang hakim agung terkenal bernama John Marshall, saat kasus McCulloch vs Negara Bagian Maryland masih dalam proses di pengadilan. Ketika itu, Marshall terang-terangan memihak McCulloch.

Secara universal, kalimat itu berarti bahwa kekuasaan pemerintah dalam memungut pajak adalah senjata yang mengerikan yang harus dikekang. Sebab, kekuasaan memajaki itu bukan saja dapat digunakan untuk tujuan meningkatkan pendapatan, tetapi untuk tujuan tertentu yang punya risiko merusak keadaan.

John Marshall lahir di Virginia, AS, 24 September 1755. Dia menghabiskan masa kecilnya dengan membaca buku sejarah dan puisi. Besarnya semangat belajar yang dimiliki Marshall berhasil mengantarkannya sebagai Kepala Pengadilan AS dengan masa jabatan terlama, 30 tahun.

Selain dalam kasus McCulloch di mana ia menyatakan negara bagian tidak dapat memajaki institusi federal, Marshall juga menciptakan banyak inisiatif yang sangat berguna bagi jagat peradilan AS. Hingga kini namanya masih dikenang. Patungnya pun masih tegak berdiri di Gedung Mahkamah Agung AS. (Bsi)

John Marshall lahir di Virginia, AS, 24 September 1755. Dia menghabiskan masa kecilnya dengan membaca buku sejarah dan puisi. Besarnya semangat belajar yang dimiliki Marshall berhasil mengantarkannya sebagai Kepala Pengadilan AS dengan masa jabatan terlama, 30 tahun.

Selain dalam kasus McCulloch di mana ia menyatakan negara bagian tidak dapat memajaki institusi federal, Marshall juga menciptakan banyak inisiatif yang sangat berguna bagi jagat peradilan AS. Hingga kini namanya masih dikenang. Patungnya pun masih tegak berdiri di Gedung Mahkamah Agung AS. (Bsi)

Topik : john marshall, kekuasaan pajak
artikel terkait
Senin, 11 Desember 2017 | 06:05 WIB
GIFTY AGYEIWAA BADU
Kamis, 15 Februari 2018 | 21:57 WIB
ARTHUR LAFFER:
Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:46 WIB
PANGERAN DIPONEGORO:
Jum'at, 28 September 2018 | 20:15 WIB
EDUARD DOUWES DEKKER:
berita pilihan
Rabu, 02 November 2016 | 19:30 WIB
THE BEATLES:
Jum'at, 24 Februari 2017 | 17:54 WIB
SUMITRO DJOJOHADIKUSUMO:
Senin, 09 Januari 2017 | 20:39 WIB
SJAFRUDDIN PRAWIRANEGARA:
Selasa, 09 Mei 2017 | 18:55 WIB
SATRIO BUDIHARDJO JOEDONO:
Senin, 17 Oktober 2016 | 21:02 WIB
RONALD REAGAN:
Kamis, 13 April 2017 | 19:15 WIB
PRESIDEN SOEHARTO:
Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:46 WIB
PANGERAN DIPONEGORO:
Kamis, 08 Desember 2016 | 19:23 WIB
OLIVER WENDELL HOLMES JR:
Senin, 12 Juni 2017 | 18:30 WIB
NELSON MANDELA:
Rabu, 09 Agustus 2017 | 16:45 WIB
MUSTAFA KEMAL ATATURK:
1