Fokus
Komunitas
Minggu, 03 Juli 2022 | 11:30 WIB
Dir. Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri
Kamis, 30 Juni 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 29 Juni 2022 | 16:01 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Reportase

Tertekan Situasi Global, Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Menguat

A+
A-
2
A+
A-
2
Tertekan Situasi Global, Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Menguat

Pembeli mencoba jilbab yang akan dibelinya di kawasan Jembatan Penyeberangan Multiguna atau Skybridge Tanah Abang, Jakarta, Jumat (1/4/2022). Sejumlah pedagang menyatakan omzet jelang bulan Ramadhan meningkat sekitar 30-40 persen dibandingkan dua tahun terakhir yang terdampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
 

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah mengeklaim situasi perekonomian nasional saat ini dalam kondisi yang baik, kendati ada tekanan dari sisi eksternal.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Edy Priyono mengatakan optimisme ini muncul berdasarkan sejumlah indikator perekonomian yang juga menunjukkan penguatan. Salah satunya, daya beli masyarakat yang tercatat stabil terlihat dari kinerja sisi demand yang positif dan kekuatan produksi meningkat.

Edy mengungkapkan dari sisi demand, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencatatkan ekspansi 6 bulan berturut-turut dengan posisi terakhir di level 111 atau di zona optimis (>100).

Baca Juga: Jelang Iduladha, DJBC Perketat Pengawasan Impor Binatang Hidup

"Ini menunjukkan bahwa optimisme konsumen terhadap perekonomian terjaga," kata Edy dikutip dari siaran pers KSP, Senin (9/5/2022).

Kinerja demand yang positif, ujar Edy, juga ditunjukkan oleh indeks penjualan ritel yang tumbuh 8,6 persen (year on year/yoy) pada Maret 2022. Menurutnya, pertumbuhan penjualan ritel yang cukup tinggi menjadi hal penting, mengingat penopang utama Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia adalah konsumsi rumah tangga.

"Tren positif pertumbuhan penjualan ritel dan IKK diharapkan dapat menopang pertumbuhan ekononi di kuartal I/2022," jelasnya.

Baca Juga: Tahun Ini, Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp403 Triliun

Sementara dari sisi kekuatan produksi, lanjut Edy, terlihat dari keyakinan manajer bisnis di sektor manufaktur Indonesia yang masih berada di zona ekspansif level 51,3 pada Maret 2022. Capaian tersebut konsisten mengalami ekspansi selama 7 bulan berturut-turut.

Selain itu, kinerja positif sisi produksi juga tampak dari utilisasi industri pengolahan, yang mendekati level sebelum pandemi, yakni 72,45% pada kuartal I/2022. "Dengan demikian risiko inflasi ke depan dapat diminimalisir," katanya.

Edy membeberkan siasat yang dijalankan pemerintah dalam menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Dari sisi internal, dia menyatakan, pemerintah telah berhasil melakukan penanganan dan pengendalian Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Baca Juga: Basisnya Tinggi, Penerimaan Pajak Semester II/2022 Diprediksi Rp889 T

Sedangkan secara eksternal, sambung dia, Indonesia diuntungkan dengan komoditas unggulan ekspor yang memberikan dukungan fiskal.

"Indonesia mencatat surplus neraca dagang 23 bulan berturut-turut. Kombinasi faktor-faktor ini menguatkan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia, sehingga investasi asing (FDI) pada kuartal I/2022 tumbuh signifikan 31,8 persen yoy," imbuh Edy.

Meski demikian, lanjut Edy, Indonesia tetap harus mewaspadai dampak lanjutan transmisi dari perang, kenaikan harga komoditas, kondisi pandemi Covid-19 di China, dan potensi penurunan pertumbuhan ekonomi global.

Baca Juga: Sudah Ada PPS, Pemerintah Pilih Pangkas Target Penerimaan PPh Final

Jika kondisi tersebut terus berkelanjutan, kata Edy, dampaknya akan merembet pada meningkatnya inflasi, penurunan daya beli, dan menekan fiskal.

"Mengingat APBN harus lebih banyak menyediakan dukungan bantalan sosial bagi masyarakat, dan terakhir menekan pasar keuangan melalui pelemahan rupiah serta meningkatnya tingkat bunga pasar," tambahnya.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai langkah antisipatif. Di antaranya, melakukan diversifikasi tujuan ekspor maupun sumber impor dan mendorong penggunaan local currency settlement system (LCS) dalam transaksi ekspor impor, serta mendorong efisiensi dan pemulihan industri pengolahan.

Baca Juga: Termasuk Insentif Perpajakan, Serapan Dana PEN Rp178 T Sampai Juni

"Pemerintah juga memperkuat perlindungan sosial ekonomi yang lebih tepat sasaran melalui reformasi subsidi dan pembenahan basis data," katanya. (sap)

Topik : perekonomian nasional, pertumbuhan ekonomi, PDB, APBN, daya beli, IKK, konsumsi, ekspor, impor

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:00 WIB
INGGRIS

Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

Sabtu, 25 Juni 2022 | 10:45 WIB
PENERIMAAN PERPAJAKAN

Tarif Bea Keluar Atas CPO Naik, Penerimaan Diyakini Ikut Melesat

Jum'at, 24 Juni 2022 | 10:00 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Soal Nasib Kelanjutan Insentif Fiskal, Dirjen Pajak Buka Suara

Kamis, 23 Juni 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp132,2 Triliun, Sri Mulyani: Pembalikan yang Luar Biasa

berita pilihan

Selasa, 05 Juli 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Jelang Iduladha, DJBC Perketat Pengawasan Impor Binatang Hidup

Selasa, 05 Juli 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Catat! PPh Final yang Dibayar dalam PPS Bukan Biaya Pengurang Pajak

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:45 WIB
KABUPATEN SUKOHARJO

Waduh! Ribuan Kendaraan Tunggak Pajak Kendaraan Sampai Rp50 Miliar

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA SERANG BARAT

Cocokkan Data, Petugas Pajak Sambangi Lokasi Usaha Pengusaha Komputer

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:45 WIB
KINERJA FISKAL

Tahun Ini, Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp403 Triliun

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Simak Lagi Cara Gabung NPWP Suami-Istri, Siapkan Dokumen Pendukungnya

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA DENPASAR TIMUR

Minta Konfirmasi Data, Pegawai Pajak Datangi Lokasi Agen Perjalanan

Selasa, 05 Juli 2022 | 15:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Basisnya Tinggi, Penerimaan Pajak Semester II/2022 Diprediksi Rp889 T

Selasa, 05 Juli 2022 | 15:00 WIB
KP2KP NUNUKAN

Petugas Pajak Sisir Usaha di Sekitar Bandara, Gali Info Soal Omzet