Review
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Ternyata Segini Uang Pensiun Dirjen Pajak Inggris

A+
A-
0
A+
A-
0
Ternyata Segini Uang Pensiun Dirjen Pajak Inggris
Mantan Dirjen Pajak Inggris Lin Homer

LONDON, DDTCNews – Lin Homer, Dirjen Pajak Inggris (Chief Executive of Her Majesty Revenue and Customs/ HRMC), mendapatkan durian runtuh senilai total £2,4 juta atau setara dengan Rp41,2 miliar sebagai uang pensiunnya setelah 4 tahun memimpin institusi tersebut.

Total uang pensiun yang diterima Lin, 58 tahun, ini naik £225.000 hanya dalam setahun. Itu belum menghitung bonus senilai £20.000 yang diterimanya setelah menduduki ‘kursi panas’ di salah lembaga paling ditakuti di Inggris Raya tersebut–dalam 35 tahun masa kerjanya di birokrasi Inggris.

“Apabila diperinci, uang pensiunnya dalam setahun mencapai £125.000. Angka ini sekitar dua per tiga dari gaji tahunannya senilai £190.000,” ungkap Kementerian Keuangan Inggris melalui dokumen yang terungkap ke publik menjelang reses musim panas parlemen Inggris, Sabtu (23/7).

Baca Juga: Genjot Investasi, Pemerintah Buka Zona Ekonomi Bebas Baru

Oleh publik Inggris, Lin dijuluki 'Dame Disaster’ atau Nyonya Bencana, setelah HMRC hanya berhasil mengesekusi satu dari 6.800 daftar warga Inggris penghindar pajak yang terkait rekening rahasia di bank-bank di Swiss. Daftar itu sendiri dirilis oleh otoritas pajak Prancis pada 2010.

Tahun lalu, HRMC juga tidak mengangkat 18 juta panggilan telepon warga, atau sekitar seperempat dari total wajib pajak Inggris. Bahkan, untuk bisa masuk mendapatkan respons, seorang wajib pajak harus menunggu 45 menit di ujung telepon.

Situasi ini juga telah membuat parlemen Inggris berang. Lin yang dihujani caci maki di salah satu rapat kerja di parlemen Inggris setelah ‘skandal telepon’ itu juga mengakui bahwa separuh dari panggilan telepon di hotline Ditjen Pajak Inggris tidak direspons mengingat sibuknya para petugas pajak.

Baca Juga: Hadapi Musim Badai, Masyarakat Bebas Pungutan Pajak

Lin pun meminta maaf kepada wajib pajak Inggris atas masalah itu. Namun, “Menjadi kehormatan bagi saya memimpin HMRC selama periode tersibuk itu, sekaligus bisa menunjukkan peningkatan kinerja yang diakui semua pihak,” tandas Lin, seperti dikutip Mirror Online.

Sebelum menjabat sebagai Dirjen Pajak, Lin adalah Dirjen Imigrasi (Immigration and Nationality Directorate/ IND) di bawah Kementerian Dalam Negeri Inggris dengan gaji £200.000 setahun. John Reid, Menteri Dalam Negeri Inggris waktu itu, mengatakan Lin tidak cocok untuk posisi tersebut.

Posisi Lin sebagai orang nomor satu di Ditjen Pajak sendiri sudah digantikan John Thomson, mantan Sekjen Kementerian Luar Negeri. Di Inggris, Dirjen Pajaknya ditunjuk langsung oleh Perdana Menteri, berstatus setara menteri dengan kelembagaan yang terpisah dari Kementerian Keuangan. (Bsi)

Baca Juga: Pemerintah Bakal Perkenalkan Beberapa Pajak Baru Tahun Depan
Topik : Inggris, HMRC, Lin Homer, pajak internasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Sabtu, 11 April 2020 | 13:15 WIB
PAJAK DIGITAL
Rabu, 08 April 2020 | 12:16 WIB
PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Rabu, 27 Mei 2020 | 18:41 WIB
KABUPATEN BANTUL
Rabu, 27 Mei 2020 | 18:00 WIB
AZERBAIJAN
Rabu, 27 Mei 2020 | 17:09 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:51 WIB
JAWA BARAT
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:48 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:43 WIB
BANTUAN SOSIAL
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:37 WIB
TIPS E-BILLING
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:19 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:06 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI