Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ternyata Segini Uang Pensiun Dirjen Pajak Inggris

0
0
Mantan Dirjen Pajak Inggris Lin Homer

LONDON, DDTCNews – Lin Homer, Dirjen Pajak Inggris (Chief Executive of Her Majesty Revenue and Customs/ HRMC), mendapatkan durian runtuh senilai total £2,4 juta atau setara dengan Rp41,2 miliar sebagai uang pensiunnya setelah 4 tahun memimpin institusi tersebut.

Total uang pensiun yang diterima Lin, 58 tahun, ini naik £225.000 hanya dalam setahun. Itu belum menghitung bonus senilai £20.000 yang diterimanya setelah menduduki ‘kursi panas’ di salah lembaga paling ditakuti di Inggris Raya tersebut–dalam 35 tahun masa kerjanya di birokrasi Inggris.

“Apabila diperinci, uang pensiunnya dalam setahun mencapai £125.000. Angka ini sekitar dua per tiga dari gaji tahunannya senilai £190.000,” ungkap Kementerian Keuangan Inggris melalui dokumen yang terungkap ke publik menjelang reses musim panas parlemen Inggris, Sabtu (23/7).

Baca Juga: Bersaing dengan Toko Online, Peritel Minta Insentif

Oleh publik Inggris, Lin dijuluki 'Dame Disaster’ atau Nyonya Bencana, setelah HMRC hanya berhasil mengesekusi satu dari 6.800 daftar warga Inggris penghindar pajak yang terkait rekening rahasia di bank-bank di Swiss. Daftar itu sendiri dirilis oleh otoritas pajak Prancis pada 2010.

Tahun lalu, HRMC juga tidak mengangkat 18 juta panggilan telepon warga, atau sekitar seperempat dari total wajib pajak Inggris. Bahkan, untuk bisa masuk mendapatkan respons, seorang wajib pajak harus menunggu 45 menit di ujung telepon.

Situasi ini juga telah membuat parlemen Inggris berang. Lin yang dihujani caci maki di salah satu rapat kerja di parlemen Inggris setelah ‘skandal telepon’ itu juga mengakui bahwa separuh dari panggilan telepon di hotline Ditjen Pajak Inggris tidak direspons mengingat sibuknya para petugas pajak.

Baca Juga: Muncul Desakan Penerapan Pajak atas Kalori

Lin pun meminta maaf kepada wajib pajak Inggris atas masalah itu. Namun, “Menjadi kehormatan bagi saya memimpin HMRC selama periode tersibuk itu, sekaligus bisa menunjukkan peningkatan kinerja yang diakui semua pihak,” tandas Lin, seperti dikutip Mirror Online.

Sebelum menjabat sebagai Dirjen Pajak, Lin adalah Dirjen Imigrasi (Immigration and Nationality Directorate/ IND) di bawah Kementerian Dalam Negeri Inggris dengan gaji £200.000 setahun. John Reid, Menteri Dalam Negeri Inggris waktu itu, mengatakan Lin tidak cocok untuk posisi tersebut.

Posisi Lin sebagai orang nomor satu di Ditjen Pajak sendiri sudah digantikan John Thomson, mantan Sekjen Kementerian Luar Negeri. Di Inggris, Dirjen Pajaknya ditunjuk langsung oleh Perdana Menteri, berstatus setara menteri dengan kelembagaan yang terpisah dari Kementerian Keuangan. (Bsi)

Baca Juga: Setelah Prancis, Giliran Inggris yang Diancam AS

“Apabila diperinci, uang pensiunnya dalam setahun mencapai £125.000. Angka ini sekitar dua per tiga dari gaji tahunannya senilai £190.000,” ungkap Kementerian Keuangan Inggris melalui dokumen yang terungkap ke publik menjelang reses musim panas parlemen Inggris, Sabtu (23/7).

Baca Juga: Bersaing dengan Toko Online, Peritel Minta Insentif

Oleh publik Inggris, Lin dijuluki 'Dame Disaster’ atau Nyonya Bencana, setelah HMRC hanya berhasil mengesekusi satu dari 6.800 daftar warga Inggris penghindar pajak yang terkait rekening rahasia di bank-bank di Swiss. Daftar itu sendiri dirilis oleh otoritas pajak Prancis pada 2010.

Tahun lalu, HRMC juga tidak mengangkat 18 juta panggilan telepon warga, atau sekitar seperempat dari total wajib pajak Inggris. Bahkan, untuk bisa masuk mendapatkan respons, seorang wajib pajak harus menunggu 45 menit di ujung telepon.

Situasi ini juga telah membuat parlemen Inggris berang. Lin yang dihujani caci maki di salah satu rapat kerja di parlemen Inggris setelah ‘skandal telepon’ itu juga mengakui bahwa separuh dari panggilan telepon di hotline Ditjen Pajak Inggris tidak direspons mengingat sibuknya para petugas pajak.

Baca Juga: Muncul Desakan Penerapan Pajak atas Kalori

Lin pun meminta maaf kepada wajib pajak Inggris atas masalah itu. Namun, “Menjadi kehormatan bagi saya memimpin HMRC selama periode tersibuk itu, sekaligus bisa menunjukkan peningkatan kinerja yang diakui semua pihak,” tandas Lin, seperti dikutip Mirror Online.

Sebelum menjabat sebagai Dirjen Pajak, Lin adalah Dirjen Imigrasi (Immigration and Nationality Directorate/ IND) di bawah Kementerian Dalam Negeri Inggris dengan gaji £200.000 setahun. John Reid, Menteri Dalam Negeri Inggris waktu itu, mengatakan Lin tidak cocok untuk posisi tersebut.

Posisi Lin sebagai orang nomor satu di Ditjen Pajak sendiri sudah digantikan John Thomson, mantan Sekjen Kementerian Luar Negeri. Di Inggris, Dirjen Pajaknya ditunjuk langsung oleh Perdana Menteri, berstatus setara menteri dengan kelembagaan yang terpisah dari Kementerian Keuangan. (Bsi)

Baca Juga: Setelah Prancis, Giliran Inggris yang Diancam AS
Topik : Inggris, HMRC, Lin Homer, pajak internasional
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Minggu, 25 Agustus 2019 | 15:44 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 23 Agustus 2019 | 19:35 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 22 Agustus 2019 | 11:31 WIB
PRANCIS
Kamis, 22 Agustus 2019 | 11:13 WIB
MALAYSIA
berita pilihan
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 28 Desember 2017 | 17:12 WIB
HONG KONG
Minggu, 30 September 2018 | 20:33 WIB
OECD INCLUSIVE FRAMEWORK ON BEPS
Sabtu, 13 Agustus 2016 | 17:02 WIB
THAILAND
Kamis, 29 September 2016 | 12:01 WIB
INDIA
Rabu, 11 Oktober 2017 | 11:19 WIB
KROASIA
Senin, 29 Oktober 2018 | 11:40 WIB
AUSTRALIA BARAT
Selasa, 25 Juni 2019 | 14:28 WIB
FILIPINA
Selasa, 08 Agustus 2017 | 14:15 WIB
JEPANG
Kamis, 13 Oktober 2016 | 14:13 WIB
SWISS