Review
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Kamis, 24 November 2022 | 09:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Rabu, 09 November 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 09 NOVEMBER - 15 NOVEMBER 2022
Reportase

Tekan Peredaran Rokok & Miras Ilegal, DJBC Gencarkan Penindakan

A+
A-
0
A+
A-
0
Tekan Peredaran Rokok & Miras Ilegal, DJBC Gencarkan Penindakan

Petugas melakukan pemusnahan barang bukti minuman keras ilegal hasil penindakan barang milik negara dengan menggunakan alat berat di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Kepulauan Riau, Rabu (5/10/2022). ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/nz

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) akan menggencarkan penindakan dalam menekan peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal di Tanah Air.

Dirjen Bea dan Cukai Askolani mengatakan penindakan dilakukan sebagai bentuk perlindungan pemerintah kepada masyarakat. Di sisi lain, langkah itu juga mampu menimbulkan efek jera bagi produsen dan pengedar barang kena cukai ilegal.

"Peningkatan jumlah penindakan BKC ilegal diharapkan mampu memberi deterrent effect sehingga tingkat peredaran barang ilegal di area pemasaran dapat menurun," katanya, dikutip pada Kamis (6/10/2022).

Baca Juga: Dokumen yang Wajib Dikenakan Bea Meterai, Ini Sanksinya Jika Tak Lunas

Askolani menyebut penurunan peredaran BKC ilegal akan berdampak pada peningkatan permintaan terhadap produk legal. Alhasil, kepatuhan para pelaku usaha meningkat dan mendorong produksi, distribusi, serta pemasaran produk legal sehingga penerimaan cukai ikut terkerek.

Baru-baru ini, dirjen bea cukai sempat menyaksikan pemusnahan barang milik negara (BMN) hasil penindakan oleh Bea Cukai Batam. Barang yang dimusnahkan tersebut berupa rokok dan minuman mengandung etil alkohol ilegal.

Secara lebih terperinci, pemusnahan dilakukan terhadap 46.732 batang rokok ilegal hasil dari 22 penindakan pada saat operasi gempur rokok ilegal.

Baca Juga: Awas! e-Meterai Tidak Boleh Menumpuk dengan Tanda Tangan

Kemudian, sebanyak 21.461 botol dan 74.799 kaleng minuman beralkohol hasil dari 49 penindakan sejak 2019 hingga 2022 juga turut dimusnahkan. Nilai seluruh BMN yang dimusnahkan tersebut mencapai Rp10,01 miliar dengan potensi kerugian negara Rp3,12 miliar.

Menurut Askolani, BMN tersebut telah mendapat persetujuan peruntukan untuk dimusnahkan berdasarkan keputusan menteri keuangan.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam Ambang Priyonggo menyebut pemusnahan BMN berupa rokok dan minuman ilegal rutin dilakukan. Hal ini dilakukan agar BMN tersebut tidak dimanfaatkan oleh siapapun.

Baca Juga: Ada Tren Kenaikan Harga Beras Hingga Telur Ayam Ras, Ini Kata BPS

"Pemusnahan BMN tersebut dilakukan karena barang tersebut merupakan barang yang dilarang dan dibatasi sehingga barang-barang tersebut tidak boleh digunakan atau dimanfaatkan kembali," ujarnya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : dirjen bea cukai askolani, cukai, penindakan, barang kena cukai, rokok ilegal, miras, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 30 November 2022 | 11:00 WIB
PMK 172/2022

Kemenkeu Revisi Aturan Fasilitas Fiskal untuk Kegiatan Panas Bumi

Rabu, 30 November 2022 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Kembali Tawarkan SBSN Khusus PPS, Pemerintah Raup Rp250,26 Miliar

Selasa, 29 November 2022 | 23:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Rasio Kepatuhan Formal Wajib Pajak Sudah 88 Persen, Ini Perinciannya

Selasa, 29 November 2022 | 22:34 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

DJP Sebut Sudah 52,9 Juta NIK telah Terintegrasi dengan NPWP

berita pilihan

Kamis, 01 Desember 2022 | 19:30 WIB
BEA METERAI

Dokumen yang Wajib Dikenakan Bea Meterai, Ini Sanksinya Jika Tak Lunas

Kamis, 01 Desember 2022 | 19:00 WIB
KP2KP PINRANG

Dapat SK Pensiun, ASN Diimbau Segera Ajukan Penonaktifan NPWP

Kamis, 01 Desember 2022 | 18:48 WIB
PAJAK PENGHASILAN

Soal Penghitungan PPh Natura, DJP Minta Wajib Pajak Tunggu Ini

Kamis, 01 Desember 2022 | 18:30 WIB
BEA METERAI

Awas! e-Meterai Tidak Boleh Menumpuk dengan Tanda Tangan

Kamis, 01 Desember 2022 | 18:15 WIB
KP2KP SIDRAP

Bayar PPh Final 0,5%, WP UMKM Diimbau Lakukan Pencatatan Lebih Dulu

Kamis, 01 Desember 2022 | 18:00 WIB
BADAN PUSAT STATISTIK

Ada Tren Kenaikan Harga Beras Hingga Telur Ayam Ras, Ini Kata BPS

Kamis, 01 Desember 2022 | 17:47 WIB
UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA

Catat! Upah Minimum Kabupaten/Kota Diumumkan Paling Lambat Pekan Depan

Kamis, 01 Desember 2022 | 17:38 WIB
PMK 171/2022

Sri Mulyani Rilis Peraturan Baru Soal Pengelolaan Insentif Fiskal

Kamis, 01 Desember 2022 | 17:34 WIB
KABUPATEN PONOROGO

Kepatuhan WP Membaik, Penerimaan Pajak Daerah Lampaui Target

Kamis, 01 Desember 2022 | 17:18 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Masuk Desember, Belanja Pemerintah Pusat dan Pemda Bakal Dikebut