Review
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 20 September 2022 | 17:40 WIB
KONSULTASI UU HPP
Fokus
Literasi
Selasa, 27 September 2022 | 16:10 WIB
BUKU PAJAK
Senin, 26 September 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 26 September 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 23 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Komunitas
Rabu, 28 September 2022 | 14:36 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Rabu, 28 September 2022 | 11:14 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Rabu, 28 September 2022 | 09:30 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Selasa, 27 September 2022 | 14:50 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase
Perpajakan ID
Minggu, 25 September 2022 | 09:00 WIB
EDUKASI PAJAK
Jum'at, 23 September 2022 | 11:00 WIB
EDUKASI PAJAK
Kamis, 15 September 2022 | 10:15 WIB
PERPAJAKAN ID
Selasa, 13 September 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Tarif Cukai Naik, Ada Risiko Jumlah Peredaran Rokok Ilegal Bertambah

A+
A-
1
A+
A-
1
Tarif Cukai Naik, Ada Risiko Jumlah Peredaran Rokok Ilegal Bertambah

Ilustrasi. (Foto: vajiramias.com)

JAKARTA, DDTCNews – Kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) diestimasi akan menurunkan konsumsi rokok. Namun, ada potensi peningkatan peredaran rokok ilegal.

Hal tersebut tergambar dari hasil survei yang dilakukan bersamaan dengan debat DDTCNews periode 23 November—13 Desember 2021. Seperti diberitakan sebelumnya, 85,94% peserta debat menyatakan perlu adanya peta jalan kebijakan cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok.

Dari 128 pengisi survei tersebut, sebanyak 72,7% setuju dan sangat setuju kenaikan tarif CHT dapat menekan konsumsi masyarakat atas rokok. Sebanyak 20,3% pengisi survei menyatakan kurang setuju. Sisanya, 7% pengisi survei tidak setuju.

Baca Juga: Akun eReg Terblokir Saat Daftar NPWP, Bikin Ulang dengan Email Baru


Akhmad Khoyrun Najakh berpendapat selain berdampak pada penerimaan negara, kenaikan tarif cukai rokok dapat mengurangi jumlah perokok aktif. Hal ini dikarenakan ada pengaruh dari harga jual rokok yang berpotensi naik.

“Pasti perokok aktif akan berfikir ulang untuk membeli rokok yang harganya bisa melebihi harga kebutuhan pokok,” katanya.

Baca Juga: Catat! Noninstansi Pemerintah & Pihak Lain Pakai SPT Masa PPN 1107 PUT

Tedy Septian berpendapat pada dasarnya, tujuan utama pengenaan cukai bersifat selektif dan diskriminatif. Fokusnya adalah untuk mengontrol konsumsi atas produk yang menghadirkan eksternalitas negatif di masyarakat seperti produk tembakau yang merugikan kesehatan.

Dia setuju dengan dengan adanya kenaikan tarif CHT. Tedy mengatakan dari hasil beberapa studi, kenaikan tarif paling efektif untuk menekan konsumsi dari rokok. Pengurangan konsumsi rokok dinilai sangat krusial pada saat ini.

“Mengingat penderita penyakit tidak menular sejak 2017 menjadi penyumbang kematian terbesar,” katanya.

Baca Juga: Ingin Bawa Soju dari Luar Negeri? DJBC Ingatkan Lagi Ketentuannya

Di sisi lain, sebanyak 66,4% pengisi survei setuju dan sangat setuju kenaikan tarif CHT dapat meningkatkan jumlah rokok ilegal di Indonesia. Sementara itu, sebanyak 33,6% pengisi survei tidak kurang setuju dan tidak setuju dengan pernyataan tersebut.


Feri mengatakan kebijakan kenaikan tarif cukai rokok tidak perlu dilakukan. Menurutnya, kenaikan tarif CHT akan berdampak langsung pada mayoritas masyarakat kelas menengah ke bawah yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Karyawan Bergaji di Bawah PTKP dan Tak Ada Usaha Lain Bisa Ajukan NE

“Tidak perlu [ada kenaikan tarif CHT] jika memberatkan kaum middle low soalnya dapat mengakibatkan [peredaran] rokok ilegal,” katanya.

Sementara itu, Bella risiko peredaran rokok ilegal memang ada. Namun, hal tersebut dapat diminimalisasi jika ada kepastian dari sisi peta jalan CHT. Dengan adanya peta jalan tersebut, pemerintah juga dapat mengendalikan konsumsi rokok di dalam negeri.

Berdasarkan pada hasil survei, sebanyak 48,4% responden menyatakan kenaikan rata-rata tertimbang tarif CHT yang ideal sebesar 6% sampai dengan 10,5%. Sebanyak 24,2% pengisi survei menyatakan kenaikan tarif yang ideal sebesar lebih dari 10,5% hingga 15%.

Baca Juga: Saatnya Mengenakan Pajak Progresif atas Tanah?


Seperti diketahui, pada Senin (13/12/2021), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan tarif cukai rokok naik rata-rata sebesar 12% pada 2022. Kenaikan ini sedikit lebih rendah dibandingkan kenaikan yang berlaku pada tahun ini rata-rata sebesar 12,5%. Kenaikan tarif berlaku mulai 1 Januari 2021.

Selain itu, pemerintah juga melakukan simplifikasi struktur tarif dari saat ini 10 layer menjadi 8 layer. Kebijakan ini, menurutnya, dilakukan untuk mencegah pabrikan rokok memanfaatkan celah pengurangan produksi untuk memperoleh tarif cukai lebih kecil. Simak ‘Berlaku 1 Januari 2022! Tarif Cukai Rokok Naik, Jumlah Layer Berkurang’. (kaw)

Baca Juga: Mutakhirkan Data Mandiri Langsung ke Kantor Pajak, Begini Alurnya

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : survei, survei pajak, pajak, debat, debat pajak, perpajakan, cukai, cukai rokok, CHT, rokok

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 27 September 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajak Karbon Masih Tertunda, Kepala BKF Beri Penjelasan

Selasa, 27 September 2022 | 17:35 WIB
PIDANA PERPAJAKAN

Wajib Pajak Kena Vonis di Pengadilan, DJP Tak Bisa Terbitkan SKP Lagi

Selasa, 27 September 2022 | 16:30 WIB
KPP PRATAMA BULUKUMBA

WP Pindah Lokasi Usaha, Petugas Pajak Lakukan Pemeriksaan

Selasa, 27 September 2022 | 16:10 WIB
BUKU PAJAK

Melihat 10 Alasan Dibutuhkannya Pajak

berita pilihan

Rabu, 28 September 2022 | 17:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Akun eReg Terblokir Saat Daftar NPWP, Bikin Ulang dengan Email Baru

Rabu, 28 September 2022 | 16:30 WIB
PMK 203/2021

Ingin Bawa Soju dari Luar Negeri? DJBC Ingatkan Lagi Ketentuannya

Rabu, 28 September 2022 | 16:00 WIB
RAPBN 2023

Anggaran Polri Hingga Kemenhan Ditambah, Belanja K/L Tembus Rp1.000 T

Rabu, 28 September 2022 | 15:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Karyawan Bergaji di Bawah PTKP dan Tak Ada Usaha Lain Bisa Ajukan NE

Rabu, 28 September 2022 | 14:36 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022

Saatnya Mengenakan Pajak Progresif atas Tanah?

Rabu, 28 September 2022 | 14:30 WIB
KPP PRATAMA SINGKAWANG

Mutakhirkan Data Mandiri Langsung ke Kantor Pajak, Begini Alurnya

Rabu, 28 September 2022 | 13:30 WIB
PMK 141/2022

PMK Baru, DJPK Kemenkeu Bakal Punya Direktorat Khusus Pajak Daerah

Rabu, 28 September 2022 | 13:00 WIB
UU PPN

Jangan Lupa! Dikukuhkan Jadi PKP Sudah Wajib Lapor SPT Masa PPN

Rabu, 28 September 2022 | 12:30 WIB
NATIONAL LOGISTIC ECOSYSTEM

DJBC Gencarkan Promosi NLE, Bakal Mudahkan Proses Logistik