Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Peta Jalan Cukai Rokok, Perlukah? Tulis Komentar Anda, Rebut Hadiahnya

A+
A-
14
A+
A-
14
Peta Jalan Cukai Rokok, Perlukah? Tulis Komentar Anda, Rebut Hadiahnya

JAKARTA, DDTCNews – Kepastian mengenai kebijakan cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok selalu dinanti menjelang akhir tahun. Biasanya, ada kenaikan tarif yang berlaku mulai awal tahun setelah akhir tahun pengumuman kebijakan.

Namun, pemerintah juga sempat memutuskan untuk tidak menaikan tarif CHT, seperti pada 2019. Selama ini, kenaikan tarif cukai rokok juga tergantung pada target penerimaan cukai yang ditetapkan dalam APBN.

Selain mengenai penentuan besaran tarif cukai rokok dan harga jual eceran (HJE), kepastian mengenai simplifikasi layer tarif CHT juga menjadi salah satu kebijakan yang terus dinantikan. Apalagi, simplifikasi struktur tarif CHT telah disusun dalam Perpres 18/2020 dan PMK 77/2020.

Baca Juga: Petugas One on One Lagi, Ingatkan Soal Omzet Rp500 Juta Tak Kena Pajak

Hingga saat ini, pemerintah belum menerbitkan payung hukum setingkat peraturan menteri keuangan (PMK) yang berisi detail kebijakan CHT pada 2022. Dirjen Bea dan Cukai Askolani mengatakan terdapat sejumlah aspek yang masih dikaji dalam penetapan tarif cukai rokok tahun depan.

“Saat ini masih kami review di internal pemerintah,” ujarnya belum lama ini.

Askolani mengatakan pemerintah ingin memastikan kebijakan mengenai kenaikan tarif cukai rokok sejalan dengan semua kebijakan pada tahun depan. Selain itu, arah kebijakan tarif cukai rokok juga tetap memperhatikan UU APBN 2022 yang telah disepakati pemerintah bersama DPR.

Baca Juga: Kunjungi Toko Kosmetik, AR Jelaskan Omzet Rp500 Juta Tak Kena Pajak

Adapun target penerimaan cukai pada UU APBN 2022 mencapai Rp203,92 triliun. Angka tersebut naik 13,2% dari target tahun ini yang senilai Rp180,0 triliun. Adapun pada 2021, pemerintah menetapkan kenaikan tarif cukai rokok rata-rata 12,5%, lebih rendah dari tahun sebelumnya 23%.

Beberapa dimensi yang dipertimbangkan dalam merumuskan kebijakan tarif cukai rokok yakni kesehatan, petani, industri, tenaga kerja, dan penerimaan negara. Dalam pembahasannya, kajian mengenai kebijakan tarif cukai tersebut juga melibatkan sejumlah kementerian teknis dan lembaga.

Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) meminta pemerintah untuk tidak menaikkan tarif CHT. Ketua Umum Gappri Henry Najoan mengatakan pabrik rokok membutuhkan dukungan pemerintah agar keberlanjutan industri hasil tembakau tetap terjaga di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga: DPR Akan Adakan Fit And Proper Test CHA pada Masa Sidang Ini

Henry menilai industri hasil tembakau merupakan salah satu industri yang strategis bagi Indonesia. Oleh karena itu, sambungnya, industri hasil tembakau juga layak mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah sebagaimana sektor lainnya.

“Selayaknya perlakuan pemerintah terhadap IHT (industri hasil tembakau) itu sama sebagaimana perlakuan pemerintah terhadap industri lainnya," katanya.

Gappri juga meminta kepada pemerintah untuk menyusun peta jalan (roadmap) industri hasil tembakau dengan melihat produksi dan peredaran rokok ilegal di lapangan. Dengan peta jalan, pelaku industri juga bisa mendapat kepastian berusaha.

Baca Juga: Ingat! Penghasilan Bunga dari Pinjol Harus Dilaporkan di SPT Tahunan

Pemerintah sebenarnya sudah pernah menyatakan penyusunan peta jalan menjadi kunci kebijakan CHT dalam jangka panjang. Peta jalan bukan hanya untuk kepentingan otoritas berupa tarif, melainkan juga menyangkut aspek yang lebih luas seperti masalah kesehatan dan keberlangsungan usaha.

Selama ini, tidak adanya peta jalan kebijakan cukai telah menciptakan dinamika tersendiri setiap kali tarif cukai disesuaikan. Setiap elemen mempunyai argumentasi yang tersendiri melihat kebijakan yang dilakukan pemerintah.

Lantas, bagaimana menurut Anda? Menurut Anda, apakah diperlukan peta jalan kebijakan CHT jangka menengah? Berikan pendapat Anda dalam kolom komentar.

Baca Juga: Harga Rokok Terdampak Kenaikan Tarif PPN, Begini Temuan TPIP

Sebanyak 2 pembaca DDTCNews yang memberikan pendapat pada kolom komentar artikel ini dan telah menjawab beberapa pertanyaan dalam survei akan berkesempatan terpilih untuk mendapatkan uang tunai senilai total Rp1 juta (masing-masing pemenang Rp500.000).

Debat ini hanya bisa diikuti oleh warga negara Indonesia dan tidak berlaku untuk karyawan DDTC. Pemenang dipilih berdasarkan pada pengisian survei dan kolom komentar yang konstruktif, berdasarkan fakta, dan tidak mengandung unsur SARA.

Keputusan pemenang ditentukan oleh tim DDTCNews dan bersifat mutlak serta tidak dapat diganggu gugat. Pajak hadiah ditanggung penyelenggara. Penilaian akan diberikan atas komentar dan jawaban yang masuk sampai dengan Senin, 13 Desember 2021 pukul 15.00 WIB. Pengumuman pemenang akan disampaikan pada Kamis, 16 Desember 2021. (kaw)

Baca Juga: Mekanisme Perubahan Postur APBN 2022, Jokowi akan Terbitkan Perpres

Topik : debat, debat perpajakan, pajak, cukai, cukai
X

Edit Komentar

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
Komentar
Pilih Perlu atau Tidak Perlu lalu tuliskan komentar Anda
Perlu
Tidak Perlu
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Perlu  
110
85.94%
Tidak Perlu 
18
14.06%

Tedy Septian

Senin, 13 Desember 2021 | 13:23 WIB
Peta jalan ini sebaiknya disusun secara bersama antara pemerintah dan asosiasi IHT sebagai perwujudan komitmen bersama pengaturan cukai rokok kedepannya agar arah kebijakan semakin jelas baik bagi aspek penerimaan dan pengendalian konsumsi produk hasil tembakau dari sisi pemerintah maupun keberlang ... Baca lebih lanjut

Hendra Hidayat

Senin, 13 Desember 2021 | 11:36 WIB
PERLU Positif: - Kesehatan Masyarakat Meningkat - Tingkat Kehidupan/Umur Masyarakat Meningkat - Mendidik sejak dini, bagi para Generasi Muda agar tidak menggunakan Rokok Negatif: - Pendapatan Pemerintah Pusat dan Daerah berkurang - Lapangan pekerjaan berkurang - Kesehatan ... Baca lebih lanjut

Spin Rinto

Senin, 13 Desember 2021 | 10:56 WIB
Tdk perlu. Peta Jalan CHT sulit diterapkan karena kontras dg Roadmap Pengendalian Dampak Konsumsi Rokok bagi Kesehatan sesuai Permenkes No 40 tahun 2013.Dimana Pemerintah justru menargetkan penurunan prevalensi perokok pada 2024. Kedua roadmap ini akan memiliki target masa depan yang kontradiktif s ... Baca lebih lanjut

Nadia Fahira

Senin, 13 Desember 2021 | 09:54 WIB
Menurut saya, peta jalan cukai rokok tidak perlu dibuat. Karena pemerintah dapat membuat kebijakan terkait tarif yang dikenakan terhadap CHT atau cukai rokok sejalan dengan volume atau kuantitas cukai yang dapat dihasilkan dan digunakan dalam kegiatan usaha atau industri. Penetapan kebijakan terkait ... Baca lebih lanjut

Kadek Pradnya

Senin, 13 Desember 2021 | 06:34 WIB
Pembuatan Peta Jalan Cukai Rokok seharusnya tidak perlu dibuat apabila hanya digunakan sebagai dasar untuk penentuan kenaikan tarif CHT. Peta Jalan Cukai Rokok seharusnya dibuat untuk mengetahui tingkat pengendalian konsumsi tembakau di Indonesia , dan bukan semata hanya digunakan sebagai sumber pen ... Baca lebih lanjut

Oktaviani

Sabtu, 11 Desember 2021 | 17:54 WIB
Menurut saya, kebijakan kenaikan tarif CHT seharusnya tidak dilakukan saat situasi petani tembakau tidak sejahtera. Rencana pemerintah menaikkan CHT dinilai kurang bijaksana saat situasi petani kurang makmur apalagi di masa pandemi ini. Kenaikan tarif cukai dan HJE rokok dalam jangka menengah ataupu ... Baca lebih lanjut

Hans Chaniago

Kamis, 09 Desember 2021 | 14:15 WIB
melihat dari target penerimaan cukai yang sudah lumayan,dan pemerintah akan menaikan cukai rokok, hal ini kita perlu discuss lebih dalam dengan pihak terkait untuk goalnya seperti apa. ingin di naikan namun mafia masih berkeliaran dan juga hoax hoax isu masih bermunculan dikala menaikan CHT. ad ... Baca lebih lanjut

Intan Dayanti

Kamis, 09 Desember 2021 | 09:51 WIB
Kenaikan CHT memang diperlukan agar adanya keterjelasan mengenai pembatasan rokok dan juga untuk kemakmuran para petani tembakau dengan kenaikan ini bisa dipastikan juga meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi pengguna rokok di Indonesia #maribicara

Chacha

Kamis, 09 Desember 2021 | 09:41 WIB
Saya rasa setuju atas kenaikan cukai hasil tembakau karena saat ini dari kenaikan tersebut dapat membantu meningkatkan perekonomian negara dan juga dapat meningkatkan perekonomian petani tembakau #maribicara

Puji

Kamis, 09 Desember 2021 | 09:27 WIB
saya sangat setuju dengan dinaikannya cukai rokok setiap tahunnya, karena selain menyejahterakan banyak petani tembakau income untuk pendapatan negara pun akan meningkat, meminimalisir rokok ilegal di pasaran. #MariBicara
1 2 3 4 >

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 19 Mei 2022 | 08:54 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Telat Upload Faktur Pajak? Coba Langkah Alternatif dari DJP Ini

Rabu, 18 Mei 2022 | 19:00 WIB
AUSTRALIA

Negara Ini Dapat Setoran Pajak Rp8,84 Miliar dari Netflix

Rabu, 18 Mei 2022 | 18:35 WIB
KEPABEANAN

Bea Cukai Minta Masyarakat Hati-Hati Belanja Online, Ada Apa?

berita pilihan

Kamis, 19 Mei 2022 | 17:30 WIB
KP2KP BONTOSUNGGU

Petugas One on One Lagi, Ingatkan Soal Omzet Rp500 Juta Tak Kena Pajak

Kamis, 19 Mei 2022 | 17:00 WIB
KPP PRATAMA MAJENE

Kunjungi Toko Kosmetik, AR Jelaskan Omzet Rp500 Juta Tak Kena Pajak

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:30 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

DPR Akan Adakan Fit And Proper Test CHA pada Masa Sidang Ini

Kamis, 19 Mei 2022 | 15:30 WIB
TINGKAT INFLASI

Harga Rokok Terdampak Kenaikan Tarif PPN, Begini Temuan TPIP

Kamis, 19 Mei 2022 | 14:30 WIB
KOREA SELATAN

Konsumsi Masyarakat Membaik, Penerimaan Pajak Korea Selatan Melejit

Kamis, 19 Mei 2022 | 14:18 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Sri Mulyani ke DPR, Banggar Setujui Perubahan Postur APBN 2022