Trusted Indonesian Tax News Portal
|
 
Berita
Rabu, 21 November 2018 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 20 November 2018 | 18:16 WIB
IRLANDIA
Selasa, 20 November 2018 | 18:00 WIB
BELANDA
 
Review
Rabu, 21 November 2018 | 08:12 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 20 November 2018 | 11:27 WIB
ANALISIS PAJAK INTERNASIONAL
Senin, 19 November 2018 | 07:12 WIB
ANALISIS PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 14 November 2018 | 19:13 WIB
PRESIDEN SOEKARNO:
Senin, 12 November 2018 | 16:42 WIB
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (13)
Kamis, 08 November 2018 | 15:49 WIB
KAMUS PAJAK
 
Data & alat
Rabu, 14 November 2018 | 09:28 WIB
KURS PAJAK 14-20 NOVEMBER 2018
Rabu, 07 November 2018 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 7-13 NOVEMBER 2018
Rabu, 31 Oktober 2018 | 09:23 WIB
KURS PAJAK 31 OKTOBER 2018-6 NOVEMBER 2018
 
Komunitas
Kamis, 15 November 2018 | 14:45 WIB
KUNJUNGAN PENDIDIKAN
Rabu, 14 November 2018 | 18:51 WIB
SEMINAR UNIVERSITAS MARANATHA
Senin, 12 November 2018 | 18:10 WIB
BEASISWA
 
Reportase

Sri Mulyani: Reformasi Perpajakan Butuh 'Darah Baru'

1

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berfoto bersama beberapa wisudawan PKN STAN. (DDTCNews)

SERPONG, DDTCNews – Sebagian lulusan Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN diharapkan bisa menjadi ‘darah baru’ dalam agenda reformasi perpajakan yang tengah berlangsung.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam wisuda 5.633 mahasiswa PKN STAN pada hari ini, Kamis (18/10/2018). Menurutnya, reformasi perpajakan membutuhkan suntikan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

“Kita sedang lakukan reformasi perpajakan dan butuh ‘darah baru’ untuk melakukan hal tersebut, baik yang berasal dari lulusan PKN STAN maupun universitas terbaik lainnya,” katanya.

Baca Juga: Wah, Realisasi Penerimaan Negara Bisa Sesuai Target

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menekankan pentingnya aspek penerimaan perpajakan dalam pengelolaan keuangan negara. Hal ini tidak lain karena sebagian mayoritas dana untuk pembangunan negara (APBN) berasal dari setoran perpajakan.

Oleh karena itu, sebagai tulang punggung pengelolaan negara, setiap personel harus memiliki integritas dalam menjalankan tugas. Apalagi, ada banyak tantangan yang akan dihadapi, baik domestik maupun eksternal.

“Tantangan yang ada harus dihadapi. Pada saat ini kita akan mengelola ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang tidak mudah,” ungkapnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan Pungutan Sektor Batubara Tidak Berkurang

Tantangan dari domestik, paparnya, terkait dengan kapabilitas memanfaatkan bonus demografi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, pengelolaan keuangan harus dialamatkan untuk menjawab tantangan tersebut.

“Bonus demografi menjadikan peranan generasi muda sangat penting untuk meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, kebijakan untuk meningkatkan SDM adalah suatu keharusan,” tandasnya. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani: Tidak Ada Makan Siang Gratis

“Kita sedang lakukan reformasi perpajakan dan butuh ‘darah baru’ untuk melakukan hal tersebut, baik yang berasal dari lulusan PKN STAN maupun universitas terbaik lainnya,” katanya.

Baca Juga: Wah, Realisasi Penerimaan Negara Bisa Sesuai Target

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menekankan pentingnya aspek penerimaan perpajakan dalam pengelolaan keuangan negara. Hal ini tidak lain karena sebagian mayoritas dana untuk pembangunan negara (APBN) berasal dari setoran perpajakan.

Oleh karena itu, sebagai tulang punggung pengelolaan negara, setiap personel harus memiliki integritas dalam menjalankan tugas. Apalagi, ada banyak tantangan yang akan dihadapi, baik domestik maupun eksternal.

“Tantangan yang ada harus dihadapi. Pada saat ini kita akan mengelola ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang tidak mudah,” ungkapnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan Pungutan Sektor Batubara Tidak Berkurang

Tantangan dari domestik, paparnya, terkait dengan kapabilitas memanfaatkan bonus demografi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks ini, pengelolaan keuangan harus dialamatkan untuk menjawab tantangan tersebut.

“Bonus demografi menjadikan peranan generasi muda sangat penting untuk meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, kebijakan untuk meningkatkan SDM adalah suatu keharusan,” tandasnya. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani: Tidak Ada Makan Siang Gratis
Topik : PKN STAN, reformasi perpajakan, Sri Mulyani
artikel terkait
Rabu, 24 Oktober 2018 | 16:45 WIB
KULIAH HUKUM PAJAK
Senin, 18 Desember 2017 | 16:01 WIB
FEB UNIVERSITAS AIRLANGGA
Senin, 30 April 2018 | 06:31 WIB
KULIAH UMUM FEB UGM
Senin, 12 November 2018 | 18:10 WIB
BEASISWA
berita pilihan
Selasa, 27 September 2016 | 12:08 WIB
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Rabu, 19 April 2017 | 18:40 WIB
UNIVERSITAS SURABAYA
Rabu, 19 Oktober 2016 | 14:35 WIB
WISUDA PKN STAN
Selasa, 07 November 2017 | 15:25 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Selasa, 06 Juni 2017 | 15:48 WIB
FEB UNIVERSITAS INDONESIA
Kamis, 27 September 2018 | 13:31 WIB
KULIAH HUKUM PAJAK-STHI JENTERA
Kamis, 08 Juni 2017 | 15:12 WIB
SEMINAR TRANSFER PRICING
Jum'at, 29 September 2017 | 17:29 WIB
FIA UNIVERSITAS INDONESIA
Sabtu, 07 Oktober 2017 | 17:35 WIB
FIA UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Sabtu, 17 September 2016 | 16:29 WIB
KERJA SAMA PENDIDIKAN
1