Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Softdrink dan Rokok Elektrik Kini Kena Cukai

A+
A-
1
A+
A-
1

ABU DHABI, DDTCNews—Kementerian Keuangan Uni Emirat Arab (UEA) mengumumkan pengenaan cukai atas minuman berpemanis seperti minuman ringan (softdrink), perangkat perokok elektrik, dan liquid rokok elektrik.

Keputusan itu dibuat untuk kebaikan kesehatan masyarakat dan sejalan dengan komitmen UEA untuk menerapkan Kesepakatan Bersama Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (good corporate governance) untuk cukai yang akan mencapai integrasi ekonomi di seluruh kawasan.

“Amendemen ini sejalan dengan orientasi pemerintah yang menetapkan kebijakan cukai menargetkan pola konsumsi yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” kata Menteri Keuangan Obaid Humaid Al Tayer di Abu Dhabi, Rabu (21/8/2019).

Baca Juga: Ini Jumlah Maksimal Rokok Kiriman dari Luar Negeri yang Bebas Cukai

Ia mengatakan pengenalan pajak atas gula dan peralatan rokok elektrik berkontribusi memperkuat kerja sistem kesehatan dalam mengendalikan penyakit tidak menular dan mengurangi biaya pengobatan, mempromosikan kesehatan masyarakat, memotivasi individu berbelanja secara efektif.

Minuman manis dan berpemanis akan dikenakan pajak 50% mulai 1 Januari 2020, sementara perangkat merokok elektronik dan cairannya akan dikenakan pajak 100% dalam putaran tambahan terbaru yang diumumkan dalam keputusan kabinet UEA pada Selasa (20/8/2019).

Kabinet juga telah menetapkan harga standar minimum untuk produk tembakau untuk bisa mengurangi daya konsumsi masyarakat. Obaid akan segera mengeluarkan keputusan pada tanggal pelaksanaan, yang ditetapkan sebelum 1 Januari 2020.

Baca Juga: Paketmu dari Luar Negeri Sudah Terbuka Sendiri? Kemenkeu: Jangan Panik

Seperti dilansir gulfnews.com, Kementerian Keuangan telah mempelajari dampak ekonomi dan sosial dari penerapan cukai. Sejak diluncurkan pertama kali di UEA pada 2017, dampak positifnya dalam mengurangi konsumsi barang berbahaya sudah terlihat.

Hanya ada sedikit efek negatif dalam hal kerugian terhadap produk domestik bruto. Namun, daya saing UEA sebagai salah satu negara yang atraktif di kawasan Timur Tengah tetap kompetitif. (MG-dnl/Bsi)

Baca Juga: Amankan Penerimaan Perpajakan, Sri Mulyani Minta Dukungan Pemda

“Amendemen ini sejalan dengan orientasi pemerintah yang menetapkan kebijakan cukai menargetkan pola konsumsi yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat,” kata Menteri Keuangan Obaid Humaid Al Tayer di Abu Dhabi, Rabu (21/8/2019).

Baca Juga: Ini Jumlah Maksimal Rokok Kiriman dari Luar Negeri yang Bebas Cukai

Ia mengatakan pengenalan pajak atas gula dan peralatan rokok elektrik berkontribusi memperkuat kerja sistem kesehatan dalam mengendalikan penyakit tidak menular dan mengurangi biaya pengobatan, mempromosikan kesehatan masyarakat, memotivasi individu berbelanja secara efektif.

Minuman manis dan berpemanis akan dikenakan pajak 50% mulai 1 Januari 2020, sementara perangkat merokok elektronik dan cairannya akan dikenakan pajak 100% dalam putaran tambahan terbaru yang diumumkan dalam keputusan kabinet UEA pada Selasa (20/8/2019).

Kabinet juga telah menetapkan harga standar minimum untuk produk tembakau untuk bisa mengurangi daya konsumsi masyarakat. Obaid akan segera mengeluarkan keputusan pada tanggal pelaksanaan, yang ditetapkan sebelum 1 Januari 2020.

Baca Juga: Paketmu dari Luar Negeri Sudah Terbuka Sendiri? Kemenkeu: Jangan Panik

Seperti dilansir gulfnews.com, Kementerian Keuangan telah mempelajari dampak ekonomi dan sosial dari penerapan cukai. Sejak diluncurkan pertama kali di UEA pada 2017, dampak positifnya dalam mengurangi konsumsi barang berbahaya sudah terlihat.

Hanya ada sedikit efek negatif dalam hal kerugian terhadap produk domestik bruto. Namun, daya saing UEA sebagai salah satu negara yang atraktif di kawasan Timur Tengah tetap kompetitif. (MG-dnl/Bsi)

Baca Juga: Amankan Penerimaan Perpajakan, Sri Mulyani Minta Dukungan Pemda
Topik : uni emirat arab, cukai, rokok elektrik
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 12 Desember 2017 | 09:17 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 13 Desember 2017 | 09:21 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 03 November 2017 | 09:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 06 November 2017 | 09:19 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
berita pilihan
Jum'at, 17 Januari 2020 | 15:59 WIB
TELKOMSEL
Jum'at, 17 Januari 2020 | 15:15 WIB
PERJANJIAN PENGHINDARAN PAJAK BERGANDA
Jum'at, 17 Januari 2020 | 14:32 WIB
PENERIMAAN PAJAK
Jum'at, 17 Januari 2020 | 11:41 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN
Jum'at, 17 Januari 2020 | 10:36 WIB
PERJANJIAN PENGHINDARAN PAJAK BERGANDA
Jum'at, 17 Januari 2020 | 09:17 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 16 Januari 2020 | 18:46 WIB
OMNIBUS LAW
Kamis, 16 Januari 2020 | 18:20 WIB
TATA KELOLA ORGANISASI
Kamis, 16 Januari 2020 | 17:00 WIB
TARIF BEA BALIK NAMA KENDARAAN
Kamis, 16 Januari 2020 | 15:38 WIB
PMK 199/2019