Review
Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:15 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 15 Juli 2021 | 15:09 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 10:30 WIB
DIREKTUR PENYULUHAN, PELAYANAN, DAN HUMAS DJP NEILMALDRIN NOOR:
Rabu, 14 Juli 2021 | 09:20 WIB
PERSPEKTIF
Fokus
Data & Alat
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Kamis, 15 Juli 2021 | 18:15 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 13:30 WIB
KURS PAJAK 14 JULI 2021-20 JULI 2021
Rabu, 07 Juli 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 7 JULI 2021-13 JULI 2021
Reportase
Perpajakan.id

Soal Penambahan Barang Kena Cukai Baru, Ini Fokus Kemenkeu Sekarang

A+
A-
2
A+
A-
2
Soal Penambahan Barang Kena Cukai Baru, Ini Fokus Kemenkeu Sekarang

Dirjen Bea dan Cukai Askolani. (tangkapan layar Youtube)

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan menyatakan rencana ekstensifikasi barang kena cukai dalam jangka pendek hanya akan diarahkan pada kantong plastik.

Dirjen Bea dan Cukai Askolani mengatakan otoritas masih berupaya menyelesaikan sejumlah regulasi untuk mengenakan cukai pada kantong plastik. Rencana tersebut juga tertuang dalam dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2022.

"Jangka pendek ini mungkin yang akan kami lakukan adalah menyelesaikan regulasi [pengenaan cukai pada] plastik," katanya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (21/6/2021).

Baca Juga: Sendok dan Garpu Berbahan Plastik Bakal Dikenai Cukai

Selain mengendalikan konsumsi, ekstensifikasi barang kena cukai tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaan negara. Namun dalam penyusunan regulasinya, perlu penyelarasan dengan sejumlah catatan yang diberikan Komisi XI DPR.

Pemerintah mulai berencana pengenaan cukai pada kantong plastik sejak 2016. Tahun ini, pemerintah dan DPR juga sepakat memasukkan target penerimaan cukai kantong plastik senilai Rp500 miliar walaupun hingga sekarang belum berlaku.

Pada awal 2020, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan rencana pemerintah menambah objek cukai pada kantong plastik, minuman berpemanis, dan emisi karbon kepada DPR. Pada kantong plastik, pemerintah saat itu merencanakan tarifnya Rp30.000 per kilogram atau Rp200 per lembar.

Baca Juga: Soal Pemberian Relaksasi Pembayaran Cukai, Ini Kata DJBC

Namun ketika rapat berakhir, belum ada kesepakatan antara mengenai spesifikasi jenis plastik yang akan dikenakan cukai. Sementara mengenai objek lain seperti minuman berpemanis, menurut Askolani, akan menjadi bagian dari rencana ekstensifikasi jangka menengah. Saat ini, pemerintah masih mengkaji sumber tambahan cukai tersebut.

"Kami melihat langkah ini bukan untuk short term tapi sampai medium term. Pemerintah tentu punya plan dari kajian itu, mana yang layak diimplementasikan untuk mendukung optimalisasi dari sisi perpajakan komprehensif jangka menengah," ujarnya.

Tahun lalu, pemerintah pernah mengungkapkan rencana pengenaan cukai pada minuman teh kemasan, minuman berkarbonasi atau soda, serta minuman lainnya seperti kopi, minuman berenergi, dan konsentrat. Tarifnya bervariasi, yakni Rp1.500 per liter pada minuman teh kemasan, Rp2.500 per liter pada soda, serta Rp2.500 per liter pada minuman lainnya.

Baca Juga: Penerimaan Tidak Terpengaruh Perpanjangan Waktu Tunda Bayar Cukai

Terkait dengan penambahan barang kena cukai yang baru, Anda bisa juga membaca Fokus ‘Menimbang Perluasan Objek Cukai’. (kaw)

Topik : kebijakan cukai, cukai, plastik, minuman berpemanis, DJBC

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Daffa Abyan

Rabu, 23 Juni 2021 | 23:50 WIB
Ekstensifikasi cukai perlu untuk mengikuti progress saat ini, adanya potensi-potensi BKC perlu dikontrol yang tidak hanya konsumsinya dibatasi, tetapi pada aspek-aspek yang dapat merugikan hal lain

Muhammad Ridwan Ikhsan

Selasa, 22 Juni 2021 | 10:34 WIB
Terima kasih kepada DDTC News yang sudah memberikan berita yang informatif. Keputusan ekstensifikasi barang kena cukai akan dilakukan terhadap kantong plastik. Rencananya, Pemerintah akan mengenakan bea cukai untuk kantong plastik sebesar 200 Rupiah/lembar atau 30.000 Rupiah/kilo nya pada tahun 202 ... Baca lebih lanjut
1

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 03 Juli 2021 | 15:00 WIB
PMK 74/2021

PMK Baru, Impor Barang ini Dapat Fasilitas Rush Handling dari DJBC

Jum'at, 02 Juli 2021 | 11:34 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Minimalkan Interaksi Tatap Muka, Bea Cukai Luncurkan Aplikasi Siandru

Rabu, 30 Juni 2021 | 14:50 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

Cukai Plastik & Minuman Berpemanis, Banggar Usul Dikenakan Tahun Depan

berita pilihan

Selasa, 27 Juli 2021 | 08:02 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Realisasi Restitusi Pajak Naik 15,87%, Begini Penjelasan DJP

Senin, 26 Juli 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Polluter Pays Principle?

Senin, 26 Juli 2021 | 18:43 WIB
PMK 82/2021

Ini Alasan DJP Beri Tambahan Waktu Pembetulan Laporan Pajak DTP

Senin, 26 Juli 2021 | 18:35 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Biaya Fasilitas Ruangan Sebagai Objek PPh Pasal 4 ayat (2)

Senin, 26 Juli 2021 | 18:31 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Ada PPKM Darurat, ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Jadi 4,1%

Senin, 26 Juli 2021 | 18:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Kemenkeu Sebut Setoran Pajak dari 3 Sektor Usaha Ini Sudah Positif

Senin, 26 Juli 2021 | 18:13 WIB
FILIPINA

Muncul Desakan Judi Online Segera Dikenai Pajak

Senin, 26 Juli 2021 | 18:00 WIB
KOREA SELATAN

Otoritas Pajak Bisa Sita Cryptocurrency WP Tanpa Putusan Pengadilan