Fokus
Literasi
Rabu, 12 Mei 2021 | 15:01 WIB
KAMUS PABEAN
Rabu, 12 Mei 2021 | 14:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 13:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 10 Mei 2021 | 16:45 WIB
KAMUS KEBIJAKAN
Data & Alat
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Reportase
Perpajakan.id

Sedang Dikaji, Tarif PPh Bunga Obligasi WP Dalam Negeri Jadi 10%

A+
A-
3
A+
A-
3
Sedang Dikaji, Tarif PPh Bunga Obligasi WP Dalam Negeri Jadi 10%

Ilustrasi. (DDTCNews)

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan mempertimbangkan untuk menurunkan tarif PPh final atas bunga obligasi yang diterima wajib pajak dalam negeri dari saat ini sebesar 15% menjadi 10%.

Direktur Surat Utang Negara Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Deni Ridwan mengatakan pemangkasan tarif tersebut tengah disusun oleh Pusat Kebijakan Penerimaan Negara (PKPN) BKF dan DJPPR.

"Usulan tarif 10% tersebut sudah mempertimbangkan berbagai hal, termasuk upaya untuk mendorong pendalaman pasar keuangan," katanya, Kamis (1/4/2021).

Baca Juga: Dukung Industri Game, Pemerintah Siapkan Diskon Pajak

Pendalaman pasar keuangan yang dimaksud adalah pengembangan pasar obligasi korporasi serta surat berharga negara (SBN). Adapun pengenaan PPh final terhadap bunga obligasi yang diterima wajib pajak dalam negeri diatur dalam PP 16/2009 s.t.d.t.d. PP 55/2019.

Di sisi lain, pemerintah sebelumnya menyesuaikan tarif PPh final atas bunga obligasi yang diterima wajib pajak luar negeri (WPLN). Tarif PPh final atas bunga obligasi yang diterima WPLN dipangkas dari 20% menjadi 10% seiring dengan terbitnya UU Cipta Kerja dan PP 9/2021 sebagai ketentuan pelaksana.

"Tentunya menjadi perlu penyesuaian juga karena kalau [untuk wajib pajak] luar negeri [tarif PPh atas bunga obligasinya] 10% misalnya, [wajib pajak] dalam negeri apakah tepat 15%?" kata Kepala Seksi Peraturan Pemotongan dan Pemungutan PPh II DJP Ilmianto Himawan.

Baca Juga: Siap-Siap! Pelayanan Investasi Tiap K/L dan Pemda Mulai Dinilai

Ilmianto menuturkan PP tentang PPh atas bunga obligasi WPDN yang baru rencananya diberlakukan pada 2 Agustus 2021, atau bersamaan dengan waktu berlaku tarif PPh bunga obligasi yang diterima WPLN sebesar 10% pada Agustus 2021. (rig)

Topik : kemenkeu, pajak penghasilan, bunga obligasi, relaksasi pajak, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Daffa Abyan

Kamis, 01 April 2021 | 13:48 WIB
penerapan penurunan tarif bunga obligasi perlu diberikan insentif, agar masyarakat Indonesia lebih tertarik untuk investasi
1
artikel terkait
Minggu, 09 Mei 2021 | 13:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Minggu, 09 Mei 2021 | 06:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Rabu, 12 Mei 2021 | 15:01 WIB
KAMUS PABEAN
Rabu, 12 Mei 2021 | 14:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 13:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 12 Mei 2021 | 12:01 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 12 Mei 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 10:00 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 12 Mei 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 12 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 06:01 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH