Review
Kamis, 28 Mei 2020 | 05:22 WIB
Seri Tax Control Framework (10)
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Rapat IMFC di Washington Singgung Masalah Sistem Pajak

A+
A-
2
A+
A-
2
Rapat IMFC di Washington Singgung Masalah Sistem Pajak

Suasana rapat IMFC. (foto: Bank Indonesia)

JAKARTA, DDTCNews – Rapat International Monetary and Financial Committee (IMFC) menyepakati kerja sama untuk menuju sistem pajak internasional yang modern dan adil.

Aspek ini menjadi salah satu dari lima aspek yang disepakati untuk mengurangi ketidakpastian kebijakan serta memperkuat kerangka kerja (framework) dan kerja sama internasional. Hal ini tertuang dalam Komunike Rapat ke-40 IMFC di Washington DC, Sabtu (19/10/2019).

“Kami bekerja menuju sistem pajak internasional yang modern dan adil, khususnya perpajakan yang berkaitan dengan digitalisasi, dan akan mengatasi harmful tax competition, pergeseran laba artifisial, dan tantangan pajak lainnya,” demikian bunyi penggalan komunike rapat tersebut.

Baca Juga: Genjot Investasi, Pemerintah Buka Zona Ekonomi Bebas Baru

Dalam komunike rapat yang dipimpin Gubernur South African Reserve Bank Lesetja Kganyago ini, IMFC akan terus mengatasi penarikan hubungan perbankan koresponden dan konsekuensi yang merugikan. IMFC juga sepakat untuk mengatasi sumber dan saluran pencucian uang, pendanaan terorisme, pembiayaan proliferasi, dan keuangan terlarang (illicit finance) lainnya.

Selain aspek pajak tersebut, IMFC juga menyepakati empat aspek lainnya. Pertama, perdagangan dan investasi yang bebas, adil, serta saling menguntungkan. Apek ini dinilai menjadi mesin utama untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Sistem perdagangan yang kuat dengan implementasi aturan yang baik akan mengatasi tantangan di masa mendatang. IMF juga menyadari kebutuhan untuk mengatasi perang dagang dan mendukung reformasi yang diperlukan dari World Trade Organization (WTO) unuk meningkatkan fungsinya.

Baca Juga: Hadapi Musim Badai, Masyarakat Bebas Pungutan Pajak

Kedua, pengurangan ketidakseimbangan global yang berlebihan melalui kebijakan makroekonomi dan struktural. Kebijakan tersebut diyakini mampu mendukung pertumbuhan ekonomi global yang berkelanjutan di masa mendatang.

Ketiga, pelaksanaan agenda reformasi keuangan yang tepat waktu, lengkap, dan konsisten. Hal ini diikuti dengan evaluasi berkelanjutan terkait dampak reformasi. IMFC akan membahas fragmentasi melalui kerja sama pengaturan dan pengawasan berkelanjutan sekaligus beradaptasi dengan perkembangan lanskap keuangan global.

Keempat, pelaksanaan kerja sama untuk meningkatkan transparansi utang dan pembiayaan yang berkelanjutan baik dari sisi debitur maupun kreditur di tingkat publik maupun swasta. Pada saat yang bersamaan, IMFC akan memperkuat koordinasi kreditur dalam situasi restrukturisasi utang.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Perkenalkan Beberapa Pajak Baru Tahun Depan

“Kami akan bergerak maju dengan reformasi struktural untuk mengangkat pertumbuhan, lapangan kerja, dan produktivitas; meningkatkan ketahanan; dan mempromosikan inklusi. Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk governance yang kuat, termasuk dengan mengatasi korupsi,” imbuh IMFC dalam komunike tersebut.

IMFC juga akan berusaha untuk mengatasi tantangan dari pergeseran demografis. Pasalnya, aksi bersama yang berkelanjutan sangat penting, termasuk untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) pada 2030.

“Kami akan terus bekerja sama untuk memanfaatkan teknologi keuangan sembari menyikapi tantangan yang terkait,” imbuh IMFC.

Baca Juga: Capai Kesepakatan, Raksasa Ritel Ini Bayar Pajak Rp5,2 Triliun

Sekadar informasi, IMFC adalah komite atau lembaga advisory yang terdiri dari Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral 189 negara anggota. IMFC biasanya memberi saran dan melaporkan kepada Dewan Gubernur terkait masalah yang berkaitan dengan moneter dan keuangan internasional. (kaw)

Topik : IMFC, IMF, pajak internasional, sistem pajak, digitalisasi
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Sabtu, 18 April 2020 | 17:09 WIB
ANALISIS PAJAK INTERNASIONAL
Jum'at, 17 April 2020 | 11:41 WIB
DAMPAK VIRUS CORONA
Kamis, 16 April 2020 | 18:22 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Kamis, 16 April 2020 | 15:12 WIB
KASUS PAJAK
berita pilihan
Kamis, 28 Mei 2020 | 07:58 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 27 Mei 2020 | 18:41 WIB
KABUPATEN BANTUL
Rabu, 27 Mei 2020 | 18:00 WIB
AZERBAIJAN
Rabu, 27 Mei 2020 | 17:09 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:51 WIB
JAWA BARAT
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:48 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:43 WIB
BANTUAN SOSIAL
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:37 WIB
TIPS E-BILLING
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:19 WIB
AMERIKA SERIKAT