Review
Rabu, 08 Februari 2023 | 11:44 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Februari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (5)
Kamis, 02 Februari 2023 | 17:05 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Februari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (4)
Fokus
Data & Alat
Rabu, 08 Februari 2023 | 10:00 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Februari 2023 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 8 FEBRUARI 2023 - 14 FEBRUARI 2023
Rabu, 01 Februari 2023 | 10:00 WIB
KMK 6/2023
Rabu, 01 Februari 2023 | 09:31 WIB
KURS PAJAK 1 FEBRUARI - 7 FEBRUARI 2023
Reportase

Pungut PPN atas Jasa Agen Asuransi, Bagaimana Ketentuannya?

A+
A-
16
A+
A-
16
Pungut PPN atas Jasa Agen Asuransi, Bagaimana Ketentuannya?

Pertanyaan:
PERKENALKAN, saya Ricky. Saat ini, saya bekerja pada salah satu perusahaan asuransi di Indonesia. Sebagai bagian dari divisi keuangan, saya bertanggung jawab dalam menghitung, memotong, memungut, dan menyetorkan pajak yang berkaitan dengan agen asuransi.

Dalam menjalankan tugas, saya memiliki kendala untuk memahami pemungutan pajak pertambahan nilai (PPN) atas jasa agen asuransi yang baru-baru ini diberlakukan. Sehubungan dengan hal ini, saya ingin meminta penjelasan mengenai bagaimana kewajiban perusahaan asuransi terkait PPN atas jasa agen asuransi? Terima kasih.

Jawaban:
TERIMA kasih atas pertanyaannya Pak Ricky. Pengenaan PPN atas jasa agen asuransi telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 67/PMK.03/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Jasa Agen Asuransi, Jasa Pialang Asuransi, dan Jasa Pialang Reasuransi (PMK 67/2022).

Berdasarkan pada Pasal 2 ayat (1) huruf a PMK 67/2022, PPN dikenakan atas penyerahan jasa oleh agen asuransi kepada perusahaan asuransi. Adapun penyerahan jasa yang diberikan agen asuransi berbentuk kegiatan pelayanan dalam rangka mewakili perusahaan asuransi untuk memasarkan produk asuransi.

Dalam penghitungannya, PPN atas jasa agen asuransi dipungut menggunakan besaran tertentu, yaitu 10% dari tarif PPN yang berlaku dikalikan dengan komisi atau imbalan dengan nama dan dalam bentuk apapun yang dibayarkan kepada agen asuransi. Dengan tarif PPN yang berlaku saat ini ialah 11%, maka tarif efektif PPN atas jasa agen asuransi adalah sebesar 1,1%.

Pemungutan PPN dilakukan perusahaan asuransi yang membayarkan komisi atau imbalan kepada agen asuransi. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a PMK 67/2022. Selain memungut PPN, perusahaan asuransi wajib menyetorkan dan melaporkan PPN tersebut.

Penyetoran dilakukan atas nama perusahaan asuransi untuk seluruh agen asuransi dalam satu masa pajak menggunakan satu surat setoran pajak (SSP) atau sarana administrasi lain yang disamakan dengan SSP. Perlu dicatat, PPN jasa agen asuransi paling lambat disetorkan pada akhir bulan berikutnya setelah masa pajak dilakukan pemungutan PPN.

Sementara itu, pelaporan PPN atas jasa agen asuransi dilaksanakan dengan menggunakan Surat Pemberitahuan (SPT) Masa PPN paling lambat akhir bulan berikutnya setelah masa pajak dilakukannya pemungutan PPN berakhir.

Perusahaan asuransi dapat melaporkan SPT masa PPN dengan menggunakan aplikasi e-SPT PPN 1107 PUT versi 3.0. Adapun tata cara mengunduh dan menginstal aplikasi e-SPT PPN 1107 PUT versi 3.0 telah dibahas dalam artikel berikut. Kemudian, terkait dengan cara pengisian dan pelaporan melalui e-SPT PPN 1107 PUT dapat merujuk pada artikel berikut.

Sebagai informasi, artikel Konsultasi UU HPP akan hadir setiap Selasa guna menjawab pertanyaan terkait UU HPP beserta peraturan turunannya yang diajukan ke email [email protected]. Bagi Anda yang ingin mengajukan pertanyaan, silakan langsung mengirimkannya ke alamat email tersebut.

(Disclaimer)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : Konsultasi UU HPP, DDTC Fiscal Research & Advisory, konsultasi pajak, pajak, PPN, jasa agen asuransi, asuransi

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 08 Februari 2023 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 8 FEBRUARI 2023 - 14 FEBRUARI 2023

Berlanjut, Rupiah Menguat Terhadap Mayoritas Mata Uang Negara Mitra

Selasa, 07 Februari 2023 | 18:00 WIB
KP2KP SAMBAS

Ada PTKP, UMKM Perlu Cek Lagi Catatan Omzet Saat Lapor SPT Tahunan

Selasa, 07 Februari 2023 | 17:30 WIB
KANWIL DJP JAKARTA TIMUR

Dorong Kepatuhan, Kanwil DJP Jaktim Gandeng 4 Asosiasi Konsultan Pajak

berita pilihan

Rabu, 08 Februari 2023 | 19:00 WIB
PROVINSI JAWA BARAT

Mudahkan Pegawai Pabrik Bayar PKB, Pemprov Jabar Hadirkan Samsat Kawin

Rabu, 08 Februari 2023 | 18:58 WIB
SENGKETA PAJAK

Ini Data Jumlah Berkas Sengketa yang Masuk Pengadilan Pajak

Rabu, 08 Februari 2023 | 18:00 WIB
PROVINSI LAMPUNG

Siap-Siap! Pemutihan Pajak Kendaraan Bakal Digelar Mulai April 2023

Rabu, 08 Februari 2023 | 17:30 WIB
KP2KP SAMBAS

NPWP 15 Digit Tak Berlaku Mulai 2024, Ini Langkah-Langkah Validasi NIK

Rabu, 08 Februari 2023 | 17:15 WIB
BINCANG ACADEMY

Menyiapkan TP Doc 2023 dari Awal Tahun, Ternyata Ini Keuntungannya

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:54 WIB
PMK 177/2022

Begini Ketentuan Tindak Lanjut Pemeriksaan Bukper di PMK 177/2022

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:45 WIB
KPP PRATAMA MAJENE

Gandeng Pemda, DJP Bisa Lacak WP yang Omzetnya Tembus Rp500 Juta

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:30 WIB
SENGKETA PAJAK

Penyelesaian Sengketa di Pengadilan Pajak, Putusan ‘Menolak’ Naik 41%

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Orang Kaya Cuma Bayar Pajak 8%, Biden Usulkan Pengenaan Pajak Minimum

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK DAERAH

Bakal Segera Terbit, DJPK Sebut RPP Pajak Daerah Sudah Diharmonisasi