Review
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 09:00 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 24 Februari 2021 | 16:39 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Rabu, 17 Februari 2021 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 17 FEBRUARI - 23 FEBRUARI 2021
Reportase
Perpajakan.id

PP Baru, Tarif PPh Pasal 26 Bunga Obligasi Bisa Turun Jadi 10%

A+
A-
9
A+
A-
9
PP Baru, Tarif PPh Pasal 26 Bunga Obligasi Bisa Turun Jadi 10%

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah telah merilis Peraturan Pemerintah (PP) 9/2021 tentang Perlakuan Perpajakan untuk Mendukung Kemudahan Berusaha. Terbitnya aturan turunan dari UU 11/2020 tentang Cipta Kerja tersebut menjadi salah satu bahasan media nasional pada hari ini, Senin (22/2/2021).

Salah satu pengaturan yang masuk dalam PP tersebut adalah ruang penurunan tarif PPh Pasal 26 atas bunga obligasi sesuai dengan amanat UU PPh yang telah diubah melalui UU Cipta Kerja. Dalam PP ini, tarif sebesar 20% bisa diturunkan menjadi 10%.

“Tarif pemotongan pajak … dirurunkan menjadi sebesar 10% atau sesuai dengan tarif berdasarkan persetujuan penghindaran pajak berganda,” demikian bunyi penggalan Pasal 3 ayat (3) PP yang berlaku mulai 2 Februari 2021 ini.

Baca Juga: Ratusan Usaha Tutup, Potensi Penerimaan Pajak Hilang Rp2,23 Triliun

Penurunan tarif PPh Pasal 26 tersebut mulai berlaku 6 bulan terhitung sejak berlakunya PP 9/2021. Adapun ketentuan mengenai bunga obligasi atas obligasi yang diterbitkan berdasarkan pada prinsip syariah berlaku mutatis mutandis terhadap ketentuan dalam PP ini.

Selain mengenai ruang penurunan tarif PPh Pasal 26 atas bunga obligasi, ada pula bahasan tentang perlunya diversifikasi struktur penerimaan pajak.

Berikut ulasan berita selengkapnya.

Baca Juga: Asosiasi Pengusaha Minta Impor Lewat e-Commerce Kena Pajak Khusus
  • Bunga Obligasi

Adapun bunga obligasi yang bisa mendapatkan penurunan tarif PPh Pasal 26 termasuk pertama, bunga dari obligasi dengan kupon sebesar jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan obligasi.

Kedua, diskonto dari obligasi dengan kupon sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi, tidak termasuk bunga berjalan. Ketiga, diskonto dari obligasi tanpa bunga sebesar selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi. (DDTCNews)

  • Pemotong PPh

Pemotongan PPh Pasal 26 dilakukan oleh pertama, penerbit obligasi atau kustodian selaku agen pembayaran yang ditunjuk. Ini berlaku untuk bunga dan/atau diskonto yang diterima pemegang obligasi dengan kupon pada saat jatuh tempo bunga obligasi pada saat jatuh tempo bunga obligasi serta diskonto yang diterima pemegang obligasi tanpa bunga pada saat jatuh tempo obligasi.

Baca Juga: Pensiunan Boleh Tidak Lapor SPT Tahunan, Asalkan …

Kedua, perusahaan efek, dealer, atau bank selaku pedagang perantara dan/atau pembeli. Ketentuan ini berlaku atas bunga dan diskonto yang diterima penjual obligasi pada saat transaksi. (DDTCNews)

  • Diversifikasi Struktur Penerimaan

Partner DDTC Fiscal Research B. Bawono Kristiaji mengatakan pada masa resesi ekonomi, diversifikasi struktur penerimaan pajak perlu dilakukan untuk menutup celah tax gap pada setiap sektor ekonomi. OECD juag sudah mengingatkan pandemi Covid-19 akan menggerus penerimaan dan tax ratio.

Hal itu disampaikan OECD dengan mengacu pada dampak krisis 2008. Secara rata-rata, tax ratio di kawasan Asia Pasifik berkurang satu poin. Penyebab besarnya adalah tingginya ketergantungan negara Asia Pasifik terhadap penerimaan PPh badan.

Baca Juga: Peraturan BI Terbit, DP Rumah dan Mobil 0%

Selain itu, ada juga pengaruh dari jatuhnya harga komoditas. Hal tersebut terkonfirmasi dari besaran penurunan tax ratio di negara yang penerimaannya banyak bergantung dari sumber daya alam (SDA).

“Di sisi lain, resesi relatif tidak terlalu besar pengaruhnya bagi penerimaan pajak di negara-negara yang memiliki struktur penerimaan yang lebih terdiversifikasi dan tidak berbasis komoditas,” jelas Bawono. (Bisnis Indonesia)

  • Penerimaan Perpajakan 2021

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan tidak akan memberi ruang penerimaan perpajakan 2021 meleset dari target yang ditetapkan.

Baca Juga: Otoritas Bakal Kirim Tagihan Pajak, WP Tak Perlu Lapor SPT

Sri Mulyani mengatakan pengelolaan keuangan negara telah menghadapi tantangan berat akibat pandemi Covid-19 sejak tahun lalu. Dia berharap kinerja penerimaan perpajakan 2021 lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Penerimaan negara kita sangat berat, tapi saya tidak akan beri ruang untuk meleset," katanya pada Orientasi Calon ASN Kemenkeu. (DDTCNews)

  • Perluasan Insentif

Pemerintah membuka peluang untuk memperluas insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) ditanggung pemerintah (DTP) hingga pada kendaraan bermotor berkapasitas di atas 1.500 cc.

Baca Juga: Penghasilan dari Pengembangan Dana Abadi Umat Tetap Jadi Objek PPh

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan saat ini pemerintah baru merancang insentif PPnBM DTP untuk kendaraan bermotor berkapasitas hingga 1.500 cc, yakni sedan dan mobil tipe 4x2.

Nanti, setelah evaluasi 3 bulan pertama kebijakan itu, pemerintah akan memutuskan kendaraan di atas 1.500 cc bisa memperoleh insentif serupa atau tidak. "Kalangan middle up ini banyak catatan sehingga nanti kami menyasar ke sana," katanya dalam sebuah webinar. (DDTCNews) (kaw)

Baca Juga: Tanggung Pajak Mobil dan Rumah, Pemerintah Ingin Orang Kaya Belanja
Topik : berita pajak hari ini, berita pajak, PP9/2021, UU Cipta Kerja, UU PPh, PPh Pasal 26, bunga obligasi,
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Muhammad Ridwan Ikhsan

Senin, 22 Februari 2021 | 08:52 WIB
Terima kasih kepada DDTC News yang sudah memberikan berita yang informatif. Penghasilan bunga yang diberikan penurunan tarif merupakan penghasilan bunga obligasi yang diterima atau diperoleh wajib pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap. Bunga obligasi dimaksud termasuk bunga dari obligasi deng ... Baca lebih lanjut
1
artikel terkait
Selasa, 02 Maret 2021 | 11:30 WIB
IRLANDIA
Selasa, 02 Maret 2021 | 11:10 WIB
BUTET KARTAREDJASA:
Selasa, 02 Maret 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
berita pilihan
Selasa, 02 Maret 2021 | 19:15 WIB
YORDANIA
Selasa, 02 Maret 2021 | 18:22 WIB
PELAPORAN SPT
Selasa, 02 Maret 2021 | 17:42 WIB
KEBIJAKAN MONETER
Selasa, 02 Maret 2021 | 17:30 WIB
SINGAPURA
Selasa, 02 Maret 2021 | 17:26 WIB
PMK 18/2021
Selasa, 02 Maret 2021 | 16:15 WIB
INSENTIF PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 16:00 WIB
PMK 21/2021
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:45 WIB
KABUPATEN NGAWI
Selasa, 02 Maret 2021 | 15:41 WIB
PELAPORAN SPT