Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Perdana Menteri Malaysia Resmi Mengundurkan Diri

A+
A-
2
A+
A-
2
Perdana Menteri Malaysia Resmi Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin tiba di National Palace untuk pertemuan dengan raja di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (16/8/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Lim Huey Teng/hp/cfo

KUALA LUMPUR, DDTCNews – Perdana Menteri Malaysia resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Istana negara dalam pernyataan resminya menyatakan Muhyiddin telah menyampaikan pengunduran diri kepada Raja Al-Sultan Abdullah, Senin (16/8/2021) pagi. Meski demikian, Muhyidin akan tetap menjalankan tugas sebagai perdana menteri sementara.

"Setelah pengunduran diri, raja meminta Muhyiddin mengisi peran sebagai perdana menteri sementara sampai perdana menteri baru ditunjuk," bunyi pernyataan tersebut.

Baca Juga: Anthony Albanese Unggul di Pemilu 2022, Janji Pungut Pajak Secara Adil

Muhyiddin menyampaikan niatnya mengundurkan diri kepada raja sejak ketidakstabilan politik beberapa bulan lalu. Raja juga belum menyetujui penyelenggaraan Pemilu lantaran pandemi Covid-19 yang mewabah.

Pemerintahan Muhyiddin sudah genting sejak dia dilantik hampir 18 bulan lalu. Dia diangkat sebagai perdana menteri menyusul serangkaian kesepakatan setelah runtuhnya koalisi yang berkuasa pada saat itu.

Namun, dalam beberapa pekan terakhir, koalisi di parlemen yang mayoritas mendukung Muhyiddin juga runtuh. Muhyiddin menghadapi tekanan dari parlemen karena kasus Covid-19 yang terus meningkat walaupun ada pemberlakuan lockdown.

Baca Juga: Inflasi Melonjak, DPR Ini Usulkan PPN Tak Dipungut untuk Sementara

Muhyiddin sempat berpidato dan menyampaikan rencana pengunduran diri karena merasa gagal mempertahankan kepercayaan mayoritas anggota parlemen. Saat itu, dia berharap pemerintahan baru akan segera terbentuk untuk menyelesaikan krisis yang tengah terjadi.

Seperti dilansir theguardian.com, Malaysia tengah menghadapi lonjakan kasus Covid-19 yang lebih parah daripada tahun lalu. Hingga saat ini, pemerintah mencatat lebih dari 1,4 juta kasus Covid-19 dengan 12.000 kematian.

Selama menjabat, Muhyiddin telah meluncurkan sejumlah paket stimulus untuk menangani pandemi dan memulihkan perekonomian negara, termasuk insentif pajak. Beberapa insentif pajak yang masih berlaku misalnya penundaan pembayaran angsuran pajak penghasilan (PPh) badan yang seharusnya dibayarkan secara bulanan.

Baca Juga: Rupiah Lanjutkan Pelemahan Terhadap Dolar AS

Pemerintah juga memberikan membebaskan pajak pada pelaku usaha jasa pariwisata dan operator hotel hingga akhir tahun. Selain itu, ada perpanjangan insentif pembebasan pajak penjualan mobil baru hingga Desember 2021 dari yang seharusnya berakhir pada Juni 2021. (kaw)

Topik : Malaysia, perdana menteri, Muhyiddin, politik, Covid-19, pandemi

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 18 April 2022 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

2 Pekan Jelang Lebaran, Jokowi Berpesan Ini kepada Masyarakat

Senin, 18 April 2022 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PERINDUSTRIAN

Banjir Insentif, Industri Petrokimia Indonesia Ditarget Juara di Asean

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir