Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Penyanyi Singapura Ini Tersangkut Kasus Penggelapan Pajak

A+
A-
0
A+
A-
0

Sarah Aqilah. (foto: static.beritaharian.sg)

SINGAPURA, DDTCNews – Penyanyi Nur Sarah Aqilah Sumathi atau yang akrab dikenal Sarah Aqilah menghadapi tuduhan penggelapan goods and services tax (GST) senilai 14.000 dolar Singapura (sekitar Rp143,7 juta).

Hari ini, Kamis (26/9/2019), dia kembali ke pengadilan untuk mendengar pembacaan kasusnya. Dia menghadapi tujuh dakwaan berdasarkan Undang-Undang Pabean. Sarah dituduh terlibat dalam penggelapan GST pada Juli 2015 hingga Juni 2017 sebanyak tujuh kali.

“Pelanggaran dinyatakan telah terjadi di ruang kedatangan terminal 1 dan 3 Bandara Changi,” demikian informasi yang dilansir channelnewsasia.com, Kamis (26/09/2019).

Baca Juga: Finalis Rising Star Indonesia Ini Datangi KPP Pratama Kupang, Ada Apa?

Seperti diketahui, penyanyi lokal Singapura ini merupakan pemenang ajang kompetisi menyanyi ‘Anugerah’ pada 2009. Sarah juga dikenal telah memiliki sekitar 35.000 pengikut di akun media sosial Instagram.

Adapun nilai penggelapan pajak terbesar senilai 4.665 dolar Singapura (sekitar Rp47 juta) untuk bermacam-macam barang dengan nilai total keseluruhan 66.652 dolar Singapura (sekitar Rp683 juta). Dirinya diminta untuk mengaku bersalah pada 10 Oktober mendatang.

Menurut Undang-Undang Pabean yang berlaku, siapapun yang dinyatakan bersalah atas penghindaran pajak maka dapat dikenakan denda sekurang-kurangnya 10 kali dari jumlah pajak yang dihindari atau 5.000 dolar Singapura (sekitar Rp51 juta), tergantung nilai yang lebih rendah.

Baca Juga: Iklim Usaha Singapura Dinilai Memburuk, Pelaku Usaha Minta Insentif

Denda maksimal adalah 20 kali lipat dari jumlah pajak yang dihindari atau 5.000 dolar Singapura, tergantung nilai yang lebih besar.

Kasus yang dialami Sarah terjadi setelah pemenang ‘Anugerah’ lainnya didakwa di pengadilan. Penyanyi Aliff Aziz menghadapi tuduhan pencurian dan akan kembali ke pengadilan untuk pembacaan kasusnya lebih lanjut pada 1 Oktober 2019. (MG-anp/kaw)

Baca Juga: Pemerintah Sederhanakan Sistem Administrasi Perpajakan

“Pelanggaran dinyatakan telah terjadi di ruang kedatangan terminal 1 dan 3 Bandara Changi,” demikian informasi yang dilansir channelnewsasia.com, Kamis (26/09/2019).

Baca Juga: Finalis Rising Star Indonesia Ini Datangi KPP Pratama Kupang, Ada Apa?

Seperti diketahui, penyanyi lokal Singapura ini merupakan pemenang ajang kompetisi menyanyi ‘Anugerah’ pada 2009. Sarah juga dikenal telah memiliki sekitar 35.000 pengikut di akun media sosial Instagram.

Adapun nilai penggelapan pajak terbesar senilai 4.665 dolar Singapura (sekitar Rp47 juta) untuk bermacam-macam barang dengan nilai total keseluruhan 66.652 dolar Singapura (sekitar Rp683 juta). Dirinya diminta untuk mengaku bersalah pada 10 Oktober mendatang.

Menurut Undang-Undang Pabean yang berlaku, siapapun yang dinyatakan bersalah atas penghindaran pajak maka dapat dikenakan denda sekurang-kurangnya 10 kali dari jumlah pajak yang dihindari atau 5.000 dolar Singapura (sekitar Rp51 juta), tergantung nilai yang lebih rendah.

Baca Juga: Iklim Usaha Singapura Dinilai Memburuk, Pelaku Usaha Minta Insentif

Denda maksimal adalah 20 kali lipat dari jumlah pajak yang dihindari atau 5.000 dolar Singapura, tergantung nilai yang lebih besar.

Kasus yang dialami Sarah terjadi setelah pemenang ‘Anugerah’ lainnya didakwa di pengadilan. Penyanyi Aliff Aziz menghadapi tuduhan pencurian dan akan kembali ke pengadilan untuk pembacaan kasusnya lebih lanjut pada 1 Oktober 2019. (MG-anp/kaw)

Baca Juga: Pemerintah Sederhanakan Sistem Administrasi Perpajakan
Topik : Singapura, selebriti, GST, penggelapan pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Kamis, 18 Agustus 2016 | 15:03 WIB
SANDRA DEWI:
Senin, 04 Juli 2016 | 20:39 WIB
PINKAN MAMBO:
Senin, 17 April 2017 | 15:42 WIB
NORA DANISH:
Kamis, 22 September 2016 | 16:15 WIB
HANUNG BRAMANTYO:
berita pilihan
Kamis, 08 Juni 2017 | 16:35 WIB
JOHNNY DEPP:
Jum'at, 03 Maret 2017 | 13:49 WIB
MONITA TAHALEA:
Senin, 17 Juli 2017 | 15:03 WIB
RICHARD GUTIERREZ:
Kamis, 17 November 2016 | 13:59 WIB
DENNY CAGUR:
Jum'at, 23 Desember 2016 | 15:53 WIB
AHMAD DHANI:
Jum'at, 03 Februari 2017 | 17:30 WIB
SURYA SAPUTRA:
Kamis, 27 Oktober 2016 | 11:15 WIB
NIKITA MIRZANI:
Rabu, 17 Mei 2017 | 13:15 WIB
BRUCE SPRINGSTEEN:
Selasa, 10 Oktober 2017 | 16:32 WIB
EZA YAYANG:
Rabu, 14 September 2016 | 14:01 WIB
EKO PATRIO: