Review
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 21 Oktober 2020 | 18:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:14 WIB
KAMUS PAJAK DAERAH
Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:15 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 15:44 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:24 WIB
MATRIKS AREA KEBIJAKAN
Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 14 OKTOBER - 20 OKTOBER 2020
Komunitas
Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:39 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:35 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:31 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:11 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Kolaborasi
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:10 WIB
KONSULTASI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 09:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:13 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:54 WIB
KONSULTASI
Reportase

Pengajuan Bea Masuk DTP Dijamin Mudah dan Efisien, Begini Caranya

A+
A-
1
A+
A-
1
Pengajuan Bea Masuk DTP Dijamin Mudah dan Efisien, Begini Caranya

Kantor Pusat Ditjen Bea dan Cukai. (foto: beacukai.go.id) 

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) memastikan proses pengajuan fasilitas bea masuk ditanggung pemerintah (DTP) untuk sektor industri terdampak pandemi Covid-19 akan lebih mudah dan efisien.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat mengatakan pelaku usaha cukup mengajukan permohonan fasilitas tersebut melalui portal Indonesia National Single Window (INSW), setelah memperoleh rekomendasi dari pembina sektor industrinya. Semua prosesnya pun dilakukan secara online.

"Tata laksana bea masuk DTP bagi sektor industri terdampak Covid-19 berbeda dengan tata laksana bea masuk DTP yang sudah ada sebelumnya karena menggunakan sistem otomasi, sehingga lebih mudah, efektif, dan efisien," katanya, dikutip Rabu (30/9/2020).

Baca Juga: Mengulas Hubungan Perpajakan Internasional dengan Kedaulatan Negara

Syarif mengatakan pemberian fasilitas bea masuk DTP berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 134/PMK.04/2020. Fasilitas itu berlaku sepanjang 22 September 2020 hingga 31 Desember 2020.

PMK mengatur fasilitas bea masuk DTP dapat dinikmati industri sektor tertentu yang terdampak pandemi Covid-19. Selain itu, fasilitas tersebut juga diberikan kepada 33 sektor industri termasuk yang memproduksi alat kesehatan seperti alat pelindung diri (APD), masker, hand sanitizer, sarung tangan, ventilator, hingga produk rumah sakit dan farmasi.

Syarif menjelaskan ada tiga kriteria barang atau bahan yang diberikan insentif bea masuk DTP, yakni belum diproduksi di dalam negeri, sudah diproduksi di dalam negeri tetapi belum memenuhi spesifikasi yang dibutuhkan industri, atau sudah diproduksi di dalam negeri tetapi jumlahnya belum mencukupi kebutuhan industri.

Baca Juga: Mencermati Sistem Pajak Internasional di Berbagai Negara

Direktur Fasilitas Kepabeanan DJBC Untung Basuki menambahkan proses pengajuan fasilitas bea masuk DTP secara online juga berdasarkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus.

Setiap permohonan yang diajukan secara elektronik melalui INSW akan langsung masuk ke Sistem Informasi Industri Nasional di Kementerian Perindustrian sekaligus ke sistem CEISA di DJBC, sehingga dapat langsung diproses. Persetujuan fasilitas bea masuk DTP tersebut diberikan oleh Direktur Fasilitas Kepabeanan DJBC.

"Dengan SLA [Service Level Agreement] sepanjang permohonan tersebut sudah lengkap dan benar, maka dalam waktu 3 jam harus sudah selesai atau sudah ada keputusan untuk diberikan fasilitas bea masuk DTP," ujarnya.

Baca Juga: Akhirnya Stimulus Pembiayaan Korporasi Cair

Untung berharap pemberian fasilitas bea masuk DTP tersebut dapat bermanfaat bagi industri sektor tertentu yang terdampak Covid-19, sehingga pada akhirnya memberikan multiplier effect pada pemulihan perekonomian nasional. (rig)

Topik : insentif fiskal, bea masuk ditanggung pemerintah DTP, ekspor barang, DJBC, INSW, nasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 20 Oktober 2020 | 08:30 WIB
TURKI
Senin, 19 Oktober 2020 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 19 Oktober 2020 | 15:48 WIB
PMK 148/2020
Senin, 19 Oktober 2020 | 15:37 WIB
SINGLE IDENTITY NUMBER
berita pilihan
Rabu, 21 Oktober 2020 | 18:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:47 WIB
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:32 WIB
PROVINSI BALI
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:14 WIB
KAMUS PAJAK DAERAH
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:42 WIB
PER-18/PJ/2020
Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:39 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:15 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 16:01 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL