Fokus
Data & Alat
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Reportase
Perpajakan.id

Pandemi Corona Bikin Miliarder Makin Kaya

A+
A-
0
A+
A-
0
Pandemi Corona Bikin Miliarder Makin Kaya

Ilustrasi. (DDTCNews)

WASHINGTON DC, DDTCNews – Pandemi Covid-19 dinilai tak menyurutkan miliarder yang ada di seluruh penjuru dunia untuk menambah pundi-pundi kekayaan.

Ketua Patriotic Millionaires Morris Pearl mengatakan guncangan ekonomi pada tahun lalu merupakan yang terburuk sejak Perang Dunia II. Namun, para miliarder justru mampu melakukan konsolidasi kekayaan di tengah resesi ekonomi global.

"Pasar saham ambruk setahun lalu pada Juli 2020. Kemudian portofolio saya kembali ke tempat semula pada awal tahun ini, tetapi sekarang sudah jauh lebih tinggi," katanya, dikutip Kamis (1/4/2021).

Baca Juga: Dukung Industri Game, Pemerintah Siapkan Diskon Pajak

Pearl menuturkan pandemi telah membuat ketimpangan dan ketidaksetaraan ekonomi makin parah terlihat antara kelompok super kaya dan masyarakat menengah ke bawah. Menurutnya konsolidasi terus dilanjutkan kelompok super kaya terutama di Amerika Serikat.

Hal serupa diungkapkan oleh CEO perusahaan pengelola aset Swiss Tiedemann Constantia Rob Weeber. Menurutnya, orang kaya AS dan negara lain mulai mengalihkan uang dan bisnis mereka ke negara atau negara bagian lain yang memiliki rezim pajak yang menguntungkan.

Dia memaparkan beberapa klien super kaya mulai melakukan upaya konsolidasi kekayaan mereka. Salah satu cara yang digunakan adalah mempertimbangkan opsi menjual aset besar seperti bisnis perusahaan sebelum tarif pajak naik.

Baca Juga: Ketimpangan Makin Parah, OECD Tekankan Pentingnya Pajak Warisan

Laporan Forbes menyebutkan para miliarder di seluruh dunia menjadi lebih kaya sebesar 20% pada 2020. Banyak orang super kaya yang memanfaatkan volatilitas pasar dalam jangka pendek untuk mendulang keuntungan.

Kepala investasi UBS Maximilian Kunkel menilai volatilitas pasar keuangan pada tahun lalu sangat dimanfaatkan orang kaya untuk meningkatkan nilai aset. Caranya dengan melakukan pemindahan aset pada titik harga terendah dengan ekspektasi level harga yang naik pada tingkat normal.

"Beberapa klien kami sangat gesit dalam memanfaatkan dislokasi pada pasar keuangan," tuturnya seperti dilansir cyprus-mail.com. (rig)

Baca Juga: Minta Dana Bantuan, Pemerintah Revisi Kebijakan Pajak

Topik : amerika serikat, miliarder, pandemi corona, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Cikal Restu Syiffawidiyana

Kamis, 01 April 2021 | 22:35 WIB
Pandemi covid-19 memang membuat kesenjangan semakin terlihat nyata. Orang kaya tidak terlalu terpengaruh dan merasakan dampak buruk pandemi. Mereka bisa mengakses layanan kesehatan secara maksimal dan melindungi diri mereka dengan protokol kesehatan yang sangat maksimal. Sedangkan, orang miskin just ... Baca lebih lanjut
1
artikel terkait
berita pilihan
Rabu, 12 Mei 2021 | 14:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 13:00 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 12 Mei 2021 | 12:01 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 12 Mei 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 10:00 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 12 Mei 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 12 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 06:01 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 11 Mei 2021 | 18:23 WIB
NORWEGIA