Trusted Indonesian Tax News Portal
|
 
Berita
Selasa, 11 Desember 2018 | 20:38 WIB
ZAMBIA
Selasa, 11 Desember 2018 | 16:52 WIB
KEPATUHAN PEGAWAI PAJAK
Selasa, 11 Desember 2018 | 16:22 WIB
PENGEMBANGAN UMKM
 
Review
Senin, 10 Desember 2018 | 08:02 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Jum'at, 07 Desember 2018 | 10:35 WIB
PROFESOR MIRANDA STEWART:
Jum'at, 07 Desember 2018 | 08:22 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
Fokus
Literasi
Selasa, 27 November 2018 | 10:52 WIB
PROFIL PERPAJAKAN BULGARIA
Rabu, 21 November 2018 | 11:48 WIB
PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (14)
Rabu, 14 November 2018 | 19:13 WIB
PRESIDEN SOEKARNO:
 
Data & alat
Rabu, 05 Desember 2018 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 5-11 DESEMBER 2018
Rabu, 28 November 2018 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 28 NOVEMBER-4 DESEMBER 2018
Rabu, 21 November 2018 | 09:23 WIB
KURS PAJAK 21-27 NOVEMBER 2018
 
Komunitas
Sabtu, 08 Desember 2018 | 09:23 WIB
SEMINAR DIGITALPRENEUR-STIAMI
Jum'at, 07 Desember 2018 | 17:38 WIB
TRANSFER PRICING
Jum'at, 30 November 2018 | 18:04 WIB
SEMINAR TAXPLORE 2018-FIA UI
 
Reportase

Pahami Profesi Pajak, Mahasiswa Universitas Parahyangan Kunjungi DDTC

2

Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan berfoto seusai mendapat buku 'Konsep dan Studi Komparasi PPN' terbitan DDTC, Kamis (15/11).

JAKARTA, DDTCNews – Mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas Katolik Parahyangan menyambangi Menara DDTC untuk memperoleh pemahaman mengenai karir pasca kampus di bidang pajak. Tecatat 45 mahasiswa hadir dengan didampingi oleh tiga dosen Universitas Katolik Parahyangan, yaitu Urip Santoso, Justina Maria Setiawan, dan Shelvi.

Acara company visit tersebut dibuka langsung oleh Managing Partner DDTC Darussalam. Dalam sambutannya, Darussalam mengatakan profesi konsultan pajak akan menjadi profesi yang sangat penting. Pasalnya, negara membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk menghadapi aturan pajak yang dinamis.

“Negara ini membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai ahli pajak, karena peran pajak sebanyak 80% terhadap penerimaan negara. Kami mendidik SDM untuk menjalani berbagai pendidikan dalam mengejar kualitas itu, mulai dari internal course hingga program pendidikan ke luar negeri,” tuturnya di Menara DDTC Jakarta, Kamis (15/11).

Baca Juga: Mahasiswa UGM Juarai Kompetisi Paper Nasional 'Taxplore 2018'

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas, DDTC menyediakan Human Research Development Program (HRDP) kepada sejumlah pegawai yang berpotensi dengan memberi pendidikan secara gratis hingga ke berbagai negara.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DDTC Fiscal & Research B. Bawono Kristiaji memberi pemaparan komprehensif mengenai ‘Pajak di Era Digital’ kepada mahasiswa yang berasal dari angkatan 2012-2015 tersebut. Bawono memaparkan salah satu persoalan mengenai pajak atas ekonomi digital yaitu terkait bentuk usaha tetap (BUT). 

“Kenapa ada ketentuan BUT dalam ekonomi digital? Karena BUT adalah cara terakhir suatu negara untuk memperoleh hak pemajakan atas entitas tersebut. Selama ini menggunakan sistem seperti kehadiran fisik suatu entitas. Jadi jika raksasa digital mau dipajaki di Indonesia, itu harus punya kehadiran fisik,” ujar Bawono.

Baca Juga: Aturan Pajak Ekonomi Digital Harus Netral

Berkenaan dengan materi pemaparan, seorang mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan Syahputra mengatakan kunjungan ke DDTC kali ini merupakan kunjungan yang cukup berkesan. Selain dikenalkan dengan lingkungan kantor yang bernuansa energik serta visi-misi DDTC yang komprehensif, pemaparan yang disampaikan juga sangat menarik.

“Materi yang dibawakan Pak Aji (Bawono) yang hanya 30 menit berhasil membuat saya tertarik untuk bergelut di dunia perpajakan. Kabar baik lainnya yaitu seluruh mahasiswa juga bertemu beberapa orang hebat di dunia perpajakan Indonesia. Semoga nanti saya bisa kerja di DDTC,” ungkapnya.

Usai pemaparan materi, seluruh mahasiswa dan dosen pendamping diundang company tour dimulai dengan mengunjungi DDTC Library, mengetahui lingkungan kerja pegawai DDTC, hingga DDTC Cafetaria. Sebagai kenang-kenangan, buku Konsep dan Studi Komparasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terbitan DDTC diberikan kepada seluruh mahasiswa dan dosen Mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas Katolik Parahyangan. (Amu)

Baca Juga: DDTC & Universitas Muhammadiyah Sukabumi Teken MoU Pendidikan Pajak

“Negara ini membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas sebagai ahli pajak, karena peran pajak sebanyak 80% terhadap penerimaan negara. Kami mendidik SDM untuk menjalani berbagai pendidikan dalam mengejar kualitas itu, mulai dari internal course hingga program pendidikan ke luar negeri,” tuturnya di Menara DDTC Jakarta, Kamis (15/11).

Baca Juga: Mahasiswa UGM Juarai Kompetisi Paper Nasional 'Taxplore 2018'

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas, DDTC menyediakan Human Research Development Program (HRDP) kepada sejumlah pegawai yang berpotensi dengan memberi pendidikan secara gratis hingga ke berbagai negara.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DDTC Fiscal & Research B. Bawono Kristiaji memberi pemaparan komprehensif mengenai ‘Pajak di Era Digital’ kepada mahasiswa yang berasal dari angkatan 2012-2015 tersebut. Bawono memaparkan salah satu persoalan mengenai pajak atas ekonomi digital yaitu terkait bentuk usaha tetap (BUT). 

“Kenapa ada ketentuan BUT dalam ekonomi digital? Karena BUT adalah cara terakhir suatu negara untuk memperoleh hak pemajakan atas entitas tersebut. Selama ini menggunakan sistem seperti kehadiran fisik suatu entitas. Jadi jika raksasa digital mau dipajaki di Indonesia, itu harus punya kehadiran fisik,” ujar Bawono.

Baca Juga: Aturan Pajak Ekonomi Digital Harus Netral

Berkenaan dengan materi pemaparan, seorang mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan Syahputra mengatakan kunjungan ke DDTC kali ini merupakan kunjungan yang cukup berkesan. Selain dikenalkan dengan lingkungan kantor yang bernuansa energik serta visi-misi DDTC yang komprehensif, pemaparan yang disampaikan juga sangat menarik.

“Materi yang dibawakan Pak Aji (Bawono) yang hanya 30 menit berhasil membuat saya tertarik untuk bergelut di dunia perpajakan. Kabar baik lainnya yaitu seluruh mahasiswa juga bertemu beberapa orang hebat di dunia perpajakan Indonesia. Semoga nanti saya bisa kerja di DDTC,” ungkapnya.

Usai pemaparan materi, seluruh mahasiswa dan dosen pendamping diundang company tour dimulai dengan mengunjungi DDTC Library, mengetahui lingkungan kerja pegawai DDTC, hingga DDTC Cafetaria. Sebagai kenang-kenangan, buku Konsep dan Studi Komparasi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terbitan DDTC diberikan kepada seluruh mahasiswa dan dosen Mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas Katolik Parahyangan. (Amu)

Baca Juga: DDTC & Universitas Muhammadiyah Sukabumi Teken MoU Pendidikan Pajak
Topik : kampus, kunjungan pendidikan, universitas katolik parahyangan
artikel terkait
Jum'at, 30 November 2018 | 18:04 WIB
SEMINAR TAXPLORE 2018-FIA UI
Kamis, 29 November 2018 | 12:45 WIB
EDUKASI PAJAK
Jum'at, 23 November 2018 | 16:53 WIB
COMPANY VISIT UHAMKA
Rabu, 21 November 2018 | 19:32 WIB
UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN
berita pilihan
Selasa, 10 April 2018 | 10:50 WIB
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
Minggu, 11 Desember 2016 | 11:17 WIB
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 16:52 WIB
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Minggu, 02 April 2017 | 11:53 WIB
PRPN STAN 2017
Rabu, 26 Oktober 2016 | 17:20 WIB
FEB UNIVERSITAS TRISAKTI
Rabu, 02 Agustus 2017 | 09:50 WIB
UNIVERSITAS UNIVERSAL
Selasa, 12 September 2017 | 13:52 WIB
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
Rabu, 25 Oktober 2017 | 09:04 WIB
UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA
Rabu, 19 Oktober 2016 | 14:35 WIB
WISUDA PKN STAN
Rabu, 05 Oktober 2016 | 11:08 WIB
KERJA SAMA PENDIDIKAN
2