DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE WEBINAR

Pahami Penerapan Transfer Pricing atas Intangibles di Webinar Ini

DDTC Academy | Kamis, 26 Oktober 2023 | 16:09 WIB
Pahami Penerapan Transfer Pricing atas Intangibles di Webinar Ini

DDTC Exclusive Webinar berjudul Mastering the Strategies for Effective Transfer Pricing of Intangibles.

PERSOALAN transfer pricing aset tak berwujud (intangibles) merupakan area hukum pajak internasional yang kompleks dan terus berkembang. Dalam hal ini, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) telah berupaya mengembangkan panduan dan aturan untuk transfer pricing atas aset tak berwujud, yang bertujuan untuk memastikan bahwa perusahaan multinasional mengalokasikan keuntungan mereka dengan cara yang mencerminkan realitas ekonomi dari operasi bisnis mereka.

Salah satu tantangan utama dalam penetapan harga transfer aset tak berwujud adalah menentukan nilai aset tak berwujud yang ditransfer. Dalam jurnal OECD yang bertajuk Transfer Pricing Aspects of Intangibles: The OECD Project, disebutkan bahwa valuasi aset tak berwujud sulit dilakukan karena sifatnya yang unik dan nilainya sering kali diperoleh dari interaksinya dengan aset dan aktivitas lain di dalam perusahaan multinasional.

Dalam transfer pricing guidelines-nya, OECD telah mengembangkan kerangka kerja untuk menganalisis masalah penetapan harga transfer terkait aset tak berwujud, yang menekankan perlunya mempertimbangkan manfaat yang diharapkan dari aset tak berwujud ketika menentukan harga yang wajar.

Tantangan lain dalam penetapan harga transfer atas aset tidak berwujud adalah meningkatnya digitalisasi ekonomi global. Hal ini telah menyebabkan pengembangan model bisnis baru dan penciptaan jenis aset tak berwujud baru, seperti data dan algoritme. Perkembangan ini telah mempersulit penentuan nilai aset tak berwujud dan meningkatkan kompleksitas pengaturan harga transfer.

Pandemi Covid-19 juga berdampak pada penetapan harga transfer aset tak berwujud. Pandemi ini telah mengganggu rantai pasokan global dan memengaruhi profitabilitas banyak perusahaan multinasional. Hal ini menyebabkan peningkatan fokus pada alokasi kerugian dan biaya luar biasa yang timbul dari krisis dan telah menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana menyesuaikan pengaturan harga transfer untuk mencerminkan realitas ekonomi dari situasi tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada kekhawatiran yang berkembang tentang penggunaan transfer pricing atas aset tidak berwujud untuk tujuan penghindaran pajak. Hal ini disampaikan dalam Guidance for Tax Administrations on the Application of the Approach to Hard-to-Value Intangibles yang diterbitkan OECD.

Beberapa perusahaan multinasional telah dituduh mengalihkan keuntungan mereka ke yurisdiksi dengan pajak rendah dengan menggelembungkan harga aset tak berwujud secara artifisial. Untuk mengatasi masalah ini, OECD telah mengembangkan peraturan dan langkah-langkah khusus untuk transfer aset tak berwujud yang sulit dinilai, yang bertujuan untuk mencegah erosi basis dan pengalihan laba dengan memindahkan aset tak berwujud di antara anggota grup.

Secara keseluruhan, penetapan harga transfer atas aset tidak berwujud merupakan bidang hukum pajak internasional yang kompleks dan menantang. Hal ini membutuhkan analisis yang cermat atas manfaat yang diharapkan dari aset tidak berwujud dan realitas ekonomi dari operasi bisnis perusahaan multinasional.

Panduan dan aturan OECD untuk penetapan harga transfer atas aset tidak berwujud memberikan kerangka kerja untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, tetapi penerapannya memerlukan pertimbangan yang cermat atas fakta dan keadaan spesifik dari setiap kasus.

Untuk memperdalam pemahaman mengenai penetapan harga transfer atas aset tidak berwujud, pada bulan November mendatang, yakni Kamis, 16 November, DDTC Academy mengadakan Exclusive Webinar berjudul Mastering the Strategies for Effective Transfer Pricing of Intangibles.

Topik yang akan dibahas antara lain:

  • Transfer pricing of intangibles in the post-BEPS era under PMK 22/2020 and OECD Transfer Pricing Guidelines 2022

  • The arm’s length principle of intangibles

  • Comparability factors in selecting comparables

  • Synergies in the transfer pricing of intangibles

  • Hard-to-value intangibles and their valuation

  • Parties entitlement of intangible related return

  • DEMPE functional analysis for intangibles

  • Quantifying benefits obtained by using intangible property

  • Software usage which can be classified as royalty

  • Marketing intangible related return and it’s allocation

  • Application of bright line test for intangibles

  • Minimizing transfer pricing audit risk and issues

  • Recent case studies in transfer pricing for intangibles

Melengkapi pemahaman dan pengalaman yang diperoleh peserta, webinar ini dilengkapi dengan pembahasan mengenai studi kasus terkini terkait kasus-kasus aset tidak berwujud yang nyata.

Materi webinar akan dibawakan oleh profesional transfer pricing DDTC, yakni Manager of Transfer Pricing Services DDTC Muhammad Putrawal Utama dan Tax Expert DDTC Atika Ritmelina Marhani.

Muhammad Putrawal Utama adalah praktisi berpengalaman di bidang dokumentasi transfer pricingmutual agreement procedure (MAP), dan advance pricing agreement (APA). Putrawal juga memimpin tim khusus yang menangani isu transfer pricing terkait dengan aset tidak berwujud dan transaksi keuangan.

Narasumber kedua, Atika Ritmelina Marhani, merupakan profesional DDTC yang telah berpengalaman dalam melakukan studi transfer pricing. Atika juga telah bersertifikasi transfer pricing ADIT dan merupakan konsultan pajak berlisensi.

Atika baru saja menempuh pendidikan magister hukumnya (LL.M) di jurusan hukum pajak internasional di Vienna University of Economics and Business (WU). Bersama Darussalam dan Danny Septriadi, Atika baru saja menerbitkan Transfer Pricing: Ide, Strategi, dan Panduan Praktis dalam Perspektif Pajak Internasional (Edisi Kedua: Volume II).

Webinar kali ini diadakan secara online melalui Zoom Meeting pukul 09.30 hingga 12.00 WIB.

Daftarkan diri Anda pada link berikut:

https://academy.ddtc.co.id/seminar

Membutuhkan informasi lebih lanjut? Hubungi Hotline DDTC Academy (+62)812-8393-5151 / [email protected] (Vira) atau melalui media sosial DDTC Academy Instagram (@ddtcacademy), Facebook (DDTC Academy), Twitter (@ddtcacademy), Telegram Channel (DDTCAcademy), dan LinkedIn Group (DDTC Academy). (sap)

Editor :

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

KOMENTAR
0
/1000

Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT
BERITA PILIHAN
Rabu, 21 Februari 2024 | 18:10 WIB LAYANAN PAJAK

Update! M-Pajak Versi 1.3.0 Dirilis DJP, Ini Beberapa Layanannya

Rabu, 21 Februari 2024 | 17:07 WIB KEPATUHAN PAJAK

DJP: Koreksi Transfer Pricing Harus Berangkat dari TPDoc Wajib Pajak

Rabu, 21 Februari 2024 | 16:45 WIB PERATURAN PERPAJAKAN

Aturan Insentif PPN Rumah Ditanggung Pemerintah 2024, Download di Sini

Rabu, 21 Februari 2024 | 16:30 WIB PERATURAN MENTERI INVESTASI 6/2023

Penuhi Kriteria Investasi, Impor Mobil Listrik CBU Bebas Bea Masuk

Rabu, 21 Februari 2024 | 15:50 WIB KEBIJAKAN MONETER

Jaga Rupiah dan Inflasi, BI Rate Tetap di Level 6 Persen

Rabu, 21 Februari 2024 | 15:30 WIB KAMUS PAJAK DAERAH

Apa Itu Pajak Air Permukaan dalam UU HKPD?

Rabu, 21 Februari 2024 | 15:00 WIB KEBIJAKAN PAJAK

Jenis-Jenis Insentif Perpajakan untuk Kendaraan Listrik

Rabu, 21 Februari 2024 | 14:35 WIB STATISTIK CUKAI

Mengenal Skema Pengenaan Cukai Rokok Elektrik di Dunia, Begini Datanya

Rabu, 21 Februari 2024 | 14:19 WIB KEANGGOTAAN OECD

OECD Buka Diskusi Aksesi dengan Indonesia, Begini Kata Pemerintah

Rabu, 21 Februari 2024 | 14:00 WIB KEBIJAKAN ENERGI

Masih Ada 185.662 Rumah Belum Dialiri Listrik, Ini Strategi Pemerintah