Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

OECD Rilis Laporan Implementasi AEoI

A+
A-
3
A+
A-
3

Tampilan depan The 2019 AEOI Implementation Report.

JAKARTA, DDTCNews – Bersamaan dengan momentum peringatan 10 tahun pertemuan Global Forum on Transparency and Exchange of Information for Tax Purposes (Global Forum), OECD merilis laporan terbaru tentang implementasi automatic exchange of information (AEoI).

Dalam The 2019 AEOI Implementation Report, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menjabarkan perkembangan terkini dari implementasi AEoI. Sejauh ini, pada 2019, ada 94 yurisdiksi yang telah menyelesaikan sekitar 6.100 pertukaran bilateral.

“Masing-masing pertukaran berisi informasi terperinci tentang rekening keuangan yang disimpan dalam yurisdiksi pengirim dari tax residents yurisdiksi mitra mereka. Lebih banyak yurisdiksi diharapkan untuk memulai pertukaran di tahun-tahun mendatang,” demikian pernyataan OECD dalam laporan tersebut.

Baca Juga: Soal Rencana Omnibus Law untuk Pajaki Ekonomi Digital, Ini Saran OECD

OECD menjabarkan pada 2014, Global Forum mengadopsi Standar AEoI. Standar ini dikembangkan oleh OECD melalui kerja sama dengan negara-negara G20. Untuk memberikan level playing field, Global Forum meluncurkan proses komitmen. Ada 100 yurisdiksi berkomitmen untuk mengimplementasikan Standar AEoI pada waktunya untuk memulai pertukaran pada 2017 atau 2018.

Pertukaran dimulai pada September 2017 antara 49 early adopters. Pada 2018, total ada 90 yurisdiksi yang bertukar informasi di bawah Standar AEoI. Tahun ini merupakan tahun kedua dari pertukaran yang meluas dengan total 94 yurisdiksi.

“Ini adalah sebagian besar yurisdiksi yang berkomitmen untuk menerapkan Standar AEOI. Ini mencakup juga tiga negara berkembang yang tidak diminta untuk berkomitmen menerapkan Standar AEoI tetapi secara sukarela melakukannya,” imbuh OECD.

Baca Juga: Soal AEoI, Ini Update OECD dalam Konferensi Pajak di India

Ruang lingkup jaringan pertukaran telah meningkat secara signifikan sejak 2018. Oleh karena itu, 2019 menjadi momentum penguatan lebih lanjut dari langkah perubahan transparansi pajak internasional dan kemampuan masyarakat internasional untuk memastikan kepatuhan pajak .

Sementara sebagian besar yurisdiksi yang berkomitmen untuk memulai pertukaran pada 2017 atau 2018 telah memenuhi komitmen mereka. Standar AEoI yang sepenuhnya efektif berdasarkan pada level playing field membutuhkan realisasi pengiriman oleh semua yurisdiksi.

Seperti disebutkan dalam laporan ini, masih ada beberapa yurisdiksi yang belum memulai pertukaran pertama mereka. Global Forum bekerja dengan yurisdiksi tersebut untuk menyelesaikan realisasi komitmen mereka.

Baca Juga: Pendekatan Pajak Ekonomi Digital Bisa Berdampingan dengan ALP

Selain pengiriman data dan informasi, OECD menilai kualitas implementasi sangat penting. Oleh karena itu, Global Forum telah meninjau kerangka kerja legislatif domestik masing-masing yurisdiksi untuk memastikan kepatuhan mereka dengan Standar AEoI.

OECD juga telah memantau jaringan pertukaran internasional untuk memastikan mereka memiliki ruang lingkup yang cukup untuk memenuhi komitmen yang dibuat. Global Forum tengah fokus pada peer reviews untuk memastikan praktik Standar AEoI efektif. (kaw)

Baca Juga: OECD: Penyusunan Final Report Pajak Digital itu Sulit

“Masing-masing pertukaran berisi informasi terperinci tentang rekening keuangan yang disimpan dalam yurisdiksi pengirim dari tax residents yurisdiksi mitra mereka. Lebih banyak yurisdiksi diharapkan untuk memulai pertukaran di tahun-tahun mendatang,” demikian pernyataan OECD dalam laporan tersebut.

Baca Juga: Soal Rencana Omnibus Law untuk Pajaki Ekonomi Digital, Ini Saran OECD

OECD menjabarkan pada 2014, Global Forum mengadopsi Standar AEoI. Standar ini dikembangkan oleh OECD melalui kerja sama dengan negara-negara G20. Untuk memberikan level playing field, Global Forum meluncurkan proses komitmen. Ada 100 yurisdiksi berkomitmen untuk mengimplementasikan Standar AEoI pada waktunya untuk memulai pertukaran pada 2017 atau 2018.

Pertukaran dimulai pada September 2017 antara 49 early adopters. Pada 2018, total ada 90 yurisdiksi yang bertukar informasi di bawah Standar AEoI. Tahun ini merupakan tahun kedua dari pertukaran yang meluas dengan total 94 yurisdiksi.

“Ini adalah sebagian besar yurisdiksi yang berkomitmen untuk menerapkan Standar AEOI. Ini mencakup juga tiga negara berkembang yang tidak diminta untuk berkomitmen menerapkan Standar AEoI tetapi secara sukarela melakukannya,” imbuh OECD.

Baca Juga: Soal AEoI, Ini Update OECD dalam Konferensi Pajak di India

Ruang lingkup jaringan pertukaran telah meningkat secara signifikan sejak 2018. Oleh karena itu, 2019 menjadi momentum penguatan lebih lanjut dari langkah perubahan transparansi pajak internasional dan kemampuan masyarakat internasional untuk memastikan kepatuhan pajak .

Sementara sebagian besar yurisdiksi yang berkomitmen untuk memulai pertukaran pada 2017 atau 2018 telah memenuhi komitmen mereka. Standar AEoI yang sepenuhnya efektif berdasarkan pada level playing field membutuhkan realisasi pengiriman oleh semua yurisdiksi.

Seperti disebutkan dalam laporan ini, masih ada beberapa yurisdiksi yang belum memulai pertukaran pertama mereka. Global Forum bekerja dengan yurisdiksi tersebut untuk menyelesaikan realisasi komitmen mereka.

Baca Juga: Pendekatan Pajak Ekonomi Digital Bisa Berdampingan dengan ALP

Selain pengiriman data dan informasi, OECD menilai kualitas implementasi sangat penting. Oleh karena itu, Global Forum telah meninjau kerangka kerja legislatif domestik masing-masing yurisdiksi untuk memastikan kepatuhan mereka dengan Standar AEoI.

OECD juga telah memantau jaringan pertukaran internasional untuk memastikan mereka memiliki ruang lingkup yang cukup untuk memenuhi komitmen yang dibuat. Global Forum tengah fokus pada peer reviews untuk memastikan praktik Standar AEoI efektif. (kaw)

Baca Juga: OECD: Penyusunan Final Report Pajak Digital itu Sulit
Topik : oecd, AEoI, transparansi pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 11 November 2016 | 17:27 WIB
BRASIL
Kamis, 08 Juni 2017 | 14:18 WIB
ARAB SAUDI
Rabu, 05 Oktober 2016 | 12:33 WIB
AFRIKA SELATAN
Jum'at, 21 Oktober 2016 | 10:03 WIB
SUDAN SELATAN
berita pilihan
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 03 Oktober 2019 | 11:24 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 22 Mei 2019 | 14:40 WIB
ITALIA
Kamis, 28 Maret 2019 | 16:54 WIB
SELANDIA BARU
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:30 WIB
AZERBAIJAN
Minggu, 18 September 2016 | 19:02 WIB
INDIA
Rabu, 06 Desember 2017 | 11:30 WIB
GHANA
Senin, 04 Juni 2018 | 16:38 WIB
YORDANIA