Fokus
Literasi
Senin, 19 Oktober 2020 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 19 Oktober 2020 | 16:49 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 19 Oktober 2020 | 16:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 19 Oktober 2020 | 15:58 WIB
PENAGIHAN PAJAK DENGAN SURAT PAKSA (4)
Data & alat
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 15:24 WIB
MATRIKS AREA KEBIJAKAN
Rabu, 14 Oktober 2020 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 14 OKTOBER - 20 OKTOBER 2020
Jum'at, 09 Oktober 2020 | 17:53 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 07 Oktober 2020 | 14:57 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Komunitas
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:11 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 20 Oktober 2020 | 10:17 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Senin, 19 Oktober 2020 | 15:36 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Senin, 19 Oktober 2020 | 10:13 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Kolaborasi
Selasa, 20 Oktober 2020 | 14:10 WIB
KONSULTASI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 09:45 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 14:13 WIB
KONSULTASI
Selasa, 13 Oktober 2020 | 11:54 WIB
KONSULTASI
Reportase

Mengejar Kepatuhan Pajak dari Aktivitas Ekonomi Ilegal

A+
A-
0
A+
A-
0
Mengejar Kepatuhan Pajak dari Aktivitas Ekonomi Ilegal

“TIDAK ada yang pasti di dunia ini kecuali kematian dan pajak,” tulis Benjamin Franklin dalam suratnya kepada Jean-Baptiste Leroy pada November 1789.

Ungkapan yang sama juga muncul dalam buku The Political History of the Devil (1726) karya Daniel Defoe dan The Cobbler of Preston (1716) oleh Christopher Bullock. Mereka berpendapat pajak pasti dialami manusia dalam kehidupannya.

Kutipan itu terbukti pada konteks di Afrika Selatan. Seluruh bentuk pendapatan tidak luput dari kewajiban membayar pajak, tak terkecuali sumber pendapatan tak terlegitimasi seperti pengedar obat-obatan terlarang, bahkan pekerjaan paling sadis sekalipun.

Baca Juga: Kembali Jadi Perdana Menteri, Tarif Pajak Penghasilan Bakal Dinaikkan

Seorang mantan detektif pajak, Johann van Loggerenberg, dari Otoritas Pajak Afrika Selatan mengungkapkan pengalaman empirisnya dalam penegakkan pajak. Buku Death and Taxes ini merupakan lanjutan dari karya pertamanya, Rogue.

Di buku pertamanya, Van Loggerenberg mencoba meluruskan tuduhan yang ditujukan pada unit kecil South African Revenue Service (SARS) yaitu High-risk Investigative Unit yang dibingkai oleh media sebagai ‘satuan penipu’.

Sebaliknya, buku ini justru mengungkap berbagai keberhasilan otoritas pajak Afrika Selatan tersebut sejak periode awal demokrasi. Buku ini memberi perspektif SARS dalam melacak kasus penggelapan pajak dan aktivitas kriminal lainnya.

Baca Juga: P3B Uni Emirat Arab-Israel Bakal Cepat Disepakati, Ini Toh Alasannya

Mengalir pada empat bagian utama, bagian pertama buku ini menceritakan bagaimana awal mula reformasi SARS yang didorong oleh bergabungnya aktivis pajak di lembaga pemerintah tersebut.

Mulai periode 2000-an, eksposur media massa terhadap SARS meningkat tajam lantaran berbagai keberhasilan kasus penghindaran pajak. Keberhasilan reformasi ini juga didukung oleh pemberian kewenangan yang luas dari pemerintah terhadap SARS.

Investigasi mendalam terhadap penyelidikan berbagai kasus pajak dikisahkan pada tiga bagian berikutnya. Buku ini menyuguhkan cerita penyelidikan para pengusaha ‘kelas kakap’ dalam bahasa yang sederhana.

Baca Juga: Faktor Budaya dan Data Jadi Penentu Keberhasilan Perluasan Basis Pajak

Pada 2004, SARS memulai rancangan strategi dalam memerangi kejahatan yang terorganisir. SARS terlebih dahulu mengidentifikasi perbedaan antara ekonomi formal dan informal, serta ekonomi ilegal. Setelah itu, SARS merancang taktik dan rencana yang berbeda bagi tiap kelompok ekonomi tersebut.

Pada ruang lingkup ekonomi formal dan informal meliputi perusahaan multinasional, bisnis besar, dan perdagangan informal. Adapun kegiatan ekonomi ilegal seperti sindikat kriminal juga menjadi objek penyelidikan.

Pada satu bab yang menarik, Van Loggernberg membuktikan peran kunci SARS terhadap perekonomian dengan menyelamatkan industri manufaktur Afrika Selatan dari pailit. Dalam kurun waktu 1998-2008, sektor yang meproduksi pakaian dan alas kaki tim olahraga nasional tersebut lumpuh oleh berbagai penyelundupan khususnya pada sektor impor.

Baca Juga: Perluas Basis Pajak, DJP Bakal Gunakan Dua Pendekatan Ini

Menggunakan pendekatan Foco yang terinispirasi dari Revolusi Che Guevara di Kuba, satgas yang dipimpin oleh SARS berhasil menelusuri sumber impor produk manufaktur dan menyita produk ilegal tersebut dengan nilai lebih dari USD5 miliar.

Momentum tersebut juga menghasilkan sebuah terobosan administrasi pajak yakni program ‘self-auditing’ bagi importir besar yang perlu dilaporkan kepada SARS. Program ini menjadi fondasi penting bagi sistem pajak kontemporer Afrika Selatan.

Buku terbitan Jonathan Ball Publisher ini sangat relevan khususnya bagi pemangku kebijakan dan masyarakat sipil. Buku ini menyuguhkan pengetahuan tentang cara kerja pajak, taktik penipuan dan penghindaran pajak, serta strategi kerjasama antarlembaga pemerintah. Tertarik membaca buku ini? Silakan Anda baca langsung di DDTC Library.*

Baca Juga: Otoritas Pajak Diminta Intensifkan PPN dari Influencer, Ini Alasannya

Topik : buku, jurnal, perpajakan, kebijakan pajak, penegakan pajak, afrika selatan, penghindaran pajak
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Dika Meiyani

Kamis, 24 September 2020 | 10:30 WIB
Terimakasih infonya DDTC
1
artikel terkait
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 10:02 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 15 Oktober 2020 | 16:34 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 15 Oktober 2020 | 15:35 WIB
UJI MATERIIL
berita pilihan
Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:06 WIB
BANTUAN LANGSUNG TUNAI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN CUKAI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:46 WIB
GUGATAN PERPU NO 2/2020
Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:46 WIB
KOTA KEDIRI
Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:17 WIB
KOTA BOGOR
Selasa, 20 Oktober 2020 | 16:01 WIB
SINGAPURA
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:50 WIB
PROVINSI JAWA TENGAH
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:48 WIB
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:30 WIB
SELANDIA BARU
Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:24 WIB
INSENTIF PAJAK