Review
Jum'at, 27 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (2)
Kamis, 26 Januari 2023 | 15:53 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (1)
Kamis, 26 Januari 2023 | 14:40 WIB
KONSULTASI PERPAJAKAN
Rabu, 25 Januari 2023 | 17:15 WIB
LAPORAN DARI AUSTRALIA
Fokus
Data & Alat
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Rabu, 11 Januari 2023 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 11 JANUARI - 17 JANUARI 2022
Rabu, 04 Januari 2023 | 09:11 WIB
KURS PAJAK 04 JANUARI - 10 JANUARI 2023
Reportase

Lengkap! Ini Realisasi Penerimaan Perpajakan Per Akhir April 2020

A+
A-
4
A+
A-
4
Lengkap! Ini Realisasi Penerimaan Perpajakan Per Akhir April 2020

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat memberikan pemaparan dalam konferensi pers APBN Kita. (tangkapan layar Youtube Kemenkeu)

JAKARTA, DDTCNews – Penerimaan pajak penghasilan (PPh) migas maupun pajak nonmigas masih sama-sama kembali terkontraksi per akhir April 2020.

Hal ini dipaparkan Wakil Menteri Keuangan Suahasil melalui video conference APBN Kita pada Rabu (20/5/2020). Dia menyebut penerimaan PPh migas hingga akhir April 2020 tercatat senilai Rp15,0 triliun atau negatif 32,3% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu Rp22,2 triliun.

“Dengan penurunan harga migas yang cukup dalam, dapat terlihat PPh migas terkontraksi cukup dalam,” kata Suahasil.

Baca Juga: Komisi Yudisial dan Ditjen Pajak Teken Perjanjian Kerja Sama

Suahasil menilai penurunan PPh migas secara drastis tersebut melanjutkan penurunan pada bulan Februari 2020. Selain penurunan harga minyak, kondisi juga diperparah oleh lifting migas yang realisasinya masih rendah baik dari asumsi dalam APBN 2020 maupun terhadap realisasi tahun lalu.

Sementara itu, meskipun masih mengalami kontraksi sebesar 1,3%, penerimaan pajak nonmigas dinilai masih cukup baik. Kontraksi ini salah satunya dikarenakan efek lesunya kinerja korporasi karena virus Corona sehingga berimbas pada perlambatan setoran pada tahun ini.

"Memang kegiatan usaha kita menurun karena ada PSBB [pembatasan sosial berskala besar] dan Covid," ujar Suahasil. Simak pula artikel 'Duh, Penerimaan Pajak Per Akhir April 2020 Masih Turun 3,1%'.

Baca Juga: Pembetulan SPT Tahunan Sebabkan Kurang Bayar? Perhatikan Sanksinya

Selanjutnya, kinerja bea dan cukai lebih banyak ditopang oleh tingginya penerimaan cukai. Suahasil menyebut penerimaan bea dan cukai pada akhir April 2020 mencapai Rp57,7 triliun atau tumbuh 16,7% dibanding periode yang lalu hanya Rp49,4 triliun.

Penerimaan cukai per April 2020 tercatat senilai Rp45,2 triliun, melonjak hingga 25,1% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu Rp36,2 triliun. Capaian ini tidak lepas dari kenaikan tarif cukai rokok mulai Januari 2020.

"Meskipun kelihatannya masih tumbuh tinggi, penerimaan cukai ini masih lebih kecil dibanding growth tahun lalu yang 82,2%" katanya.

Baca Juga: Pemindahbukuan Beda NPWP Tak Bisa Lewat e-Pbk, Begini Mekanismenya

Adapun pada penerimaan bea masuk, per akhir April 2020 tercatat Rp11,5 triliun atau tumbuh negatif 2,6% dibanding periode yang sama tahun lalu, yang realisasinya Rp11,8 triliun. Sementara bea keluar, realisasi penerimaannya Rp900 miliar atau minus 35,0% dibanding periode yang sama tahun lalu, yang mencapai Rp1,5 triliun.

Menurut Suahasil, rendahnya penerimaan kepabeanan disebabkan kegiatan ekspor-impor yang melemah akibat virus Corona. Secara total, realisasi penerimaan perpajakan hingga April 2020 tercatat senilai Rp434,3 triliun atau minus 0,9% dari capaian tahun lalu Rp438,1 triliun. (kaw)


Baca Juga: Warga Diimbau Validasi NIK, Wali Kota: Caranya Mudah dan Bisa Online

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : APBN Kita, kinerja fiskal, APBN 2020, penerimaan negara, penerimaan perpajakan, DJP

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 24 Januari 2023 | 17:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pindah Alamat NPWP, WP Bisa Ajukan Permohonan ke KPP Lama atau Baru

Selasa, 24 Januari 2023 | 11:43 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN

Punya Saham dan Obligasi? Begini Pengisian Nama Harta di SPT Tahunan

Selasa, 24 Januari 2023 | 09:06 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Lapor SPT Tahunan PPh Badan? Ditjen Pajak: Pakai e-Form PDF DJP Online

Senin, 23 Januari 2023 | 16:06 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pembetulan SPT Masa PPh Pasal 23? DJP: Sesuai Channel Pelaporan Normal

berita pilihan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

5 Alasan Wajib Pajak Bisa Ajukan Permintaan Sertifikat Elektronik Baru

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Partai Oposisi Usulkan Pengenaan Windfall Tax untuk Danai Stimulus

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:00 WIB
PMK 203/2017

Pembebasan Bea Masuk US$500 Diberikan Per Penumpang, Bukan Per Barang

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Insentif Atas Impor Alkes dan Vaksin Covid Selama 3 Tahun Tembus Rp3 T

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:00 WIB
KABUPATEN BELITUNG

WP Bandel, Pajak Hilang dari Bisnis Sarang Burung Walet Capai Rp10 M

Sabtu, 28 Januari 2023 | 08:45 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

SPT Tahunan Badan Tak Bisa Pakai e-SPT, e-Form Belum Tampung PTKP UMKM

Sabtu, 28 Januari 2023 | 07:30 WIB
SELEBRITAS

Wah! Yayan Ruhian 'Mad Dog' Datangi Kantor Pajak, Ada Apa Nih?

Sabtu, 28 Januari 2023 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK

Pajak Kita untuk Wujudkan Cita-Cita Bangsa

Jum'at, 27 Januari 2023 | 18:07 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Dirjen Pajak Ingatkan WP Lapor SPT Tahunan, Jangan Mepet Deadline