Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Khusus Industri Garmen, Tarif Pajak Dipangkas Jadi 15%

A+
A-
0
A+
A-
0

DHAKA, DDTCNews – Kabar gembira bagi industri garmen di Bangladesh, pasalnya Menteri Keuangan di negara ini baru saja menetapkan untuk memangkas tarif pajak perusahaan khusus sektor ini dari 20% menjadi 15%. Tidak hanya itu, pengurangan tarif pajak perusahaan menjadi 14% juga diberikan kepada green factory karena telah menyumbang penghematan energi, air dan lingkungan.

Ketua Asosiasi Produsen dan Eksportir Garmen Bangladesh Siddiqur Rahman mengaku kurang puas atas keputusan yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, tarif pajak perusahaan untuk industri garmen seharusnya diturunkan menjadi 10% selama dua tahun ke depan.

“Dua tahun ke depan sangat penting bagi kami. Kami membutuhkan dukungan kebijakan yang dapat membantu sektor garmen untuk mempertahankan pertumbuhan dan meningkatkan ekspor,” ujarnya, Jumat (2/6).

Baca Juga: Punya Anak TK, PPh Orang Tua Susut Rp6,7 Juta

Selama sepuluh tahun terakhir, sektor garmen terus mengalami pertumbuhan hingga di atas 13%, namun, pertumbuhannya menurun menjadi kurang dari 3% selama beberapa bulan terakhir yang disebabkan oleh ketidakpastian global.

Rahman mengatakan ke depannya Bangladesh akan menghadapi persaingan yang semakin ketat karena beberapa negara pesaingnya telah mengambil langkah untuk memperkuat ekspor pakaian jadi mereka ke beberapa negara.

Biaya produksi untuk sektor ini telah meningkat sebesar 18% per tahun, namun pada saat yang sama, secara global harga barang pakaian jadi tidak meningkat, dan bahkan dalam beberapa kasus harga barang pakaian justru menurun.

Baca Juga: Beban Pajak Operator Transportasi Dikerek 25%

Kendati demikian, Rahman mendukung penuh usulan pengurangan tarif pajak bagi green factory yang dinilai akan mendorong pemilik usaha garmen untuk mendirikan lebih banyak pabrik semacam itu. “Langkah untuk mengurangi pajak perusahaan terhadap green factory adalah ide yang sangat bagus,” tuturnya.

Sebagai informasi, saat ini seperti dilansir thedailystar.net, Bangladesh telah memiliki 67 pabrik garmen yang telah mendapatkan sertifikat Leadership in Energy and Environmental Design (LEED certificate) dari US Green Building Council, otoritas global untuk sertifikasi bangunan hijau. (Amu)

Baca Juga: Tarif & Kemudahan Bayar Pajak Jadi Sorotan Utama Investor Tahun Ini

“Dua tahun ke depan sangat penting bagi kami. Kami membutuhkan dukungan kebijakan yang dapat membantu sektor garmen untuk mempertahankan pertumbuhan dan meningkatkan ekspor,” ujarnya, Jumat (2/6).

Baca Juga: Punya Anak TK, PPh Orang Tua Susut Rp6,7 Juta

Selama sepuluh tahun terakhir, sektor garmen terus mengalami pertumbuhan hingga di atas 13%, namun, pertumbuhannya menurun menjadi kurang dari 3% selama beberapa bulan terakhir yang disebabkan oleh ketidakpastian global.

Rahman mengatakan ke depannya Bangladesh akan menghadapi persaingan yang semakin ketat karena beberapa negara pesaingnya telah mengambil langkah untuk memperkuat ekspor pakaian jadi mereka ke beberapa negara.

Biaya produksi untuk sektor ini telah meningkat sebesar 18% per tahun, namun pada saat yang sama, secara global harga barang pakaian jadi tidak meningkat, dan bahkan dalam beberapa kasus harga barang pakaian justru menurun.

Baca Juga: Beban Pajak Operator Transportasi Dikerek 25%

Kendati demikian, Rahman mendukung penuh usulan pengurangan tarif pajak bagi green factory yang dinilai akan mendorong pemilik usaha garmen untuk mendirikan lebih banyak pabrik semacam itu. “Langkah untuk mengurangi pajak perusahaan terhadap green factory adalah ide yang sangat bagus,” tuturnya.

Sebagai informasi, saat ini seperti dilansir thedailystar.net, Bangladesh telah memiliki 67 pabrik garmen yang telah mendapatkan sertifikat Leadership in Energy and Environmental Design (LEED certificate) dari US Green Building Council, otoritas global untuk sertifikasi bangunan hijau. (Amu)

Baca Juga: Tarif & Kemudahan Bayar Pajak Jadi Sorotan Utama Investor Tahun Ini
Topik : berita pajak internasional, tarif pajak, industri garmen, bangladesh
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Jum'at, 21 Juni 2019 | 16:16 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Jum'at, 12 April 2019 | 18:16 WIB
BREXIT
Jum'at, 12 April 2019 | 18:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 12 April 2019 | 19:02 WIB
FINLANDIA
Senin, 15 April 2019 | 10:30 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 15:22 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 15 April 2019 | 18:24 WIB
NIGERIA
Senin, 15 April 2019 | 18:43 WIB
JEPANG