Fokus
Literasi
Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 15 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 15 Agustus 2022 | 12:45 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH
Data & Alat
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Reportase

Ketentuan PPh dalam UU HPP Berlaku Besok! Simak Lagi Detailnya

A+
A-
11
A+
A-
11
Ketentuan PPh dalam UU HPP Berlaku Besok! Simak Lagi Detailnya

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Ketentuan terkait pajak penghasilan (PPh) terbaru yang diatur dalam UU 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) resmi berlaku mulai besok.

Ketentuan PPh pada UU HPP mulai berlaku per 1 Januari 2022 khususnya bagi wajib pajak yang tahun bukunya dimulai pada Januari 2021 atau sama dengan tahun kalender.

"Tahun pajak adalah jangka waktu 1 tahun kalender kecuali bila wajib pajak menggunakan tahun buku yang tidak sama dengan tahun kalender," bunyi Pasal 1 angka 8 UU KUP, dikutip Jumat (31/12/2021).

Baca Juga: Sengketa Perbedaan Interpretasi dalam Menetapkan Besaran Sanksi Bunga

Terdapat beberapa ketentuan baru pada UU PPh yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022, yakni mengenai natura, tarif PPh orang pribadi, tarif PPh badan, dan pemberlakuan batas peredaran bruto tidak kena pajak bagi UMKM.

Pertama, natura yang selama ini dikecualikan objek pajak sekarang ditetapkan sebagai objek pajak melalui UU HPP. Pemberian natura kepada pegawai akan menjadi penghasilan bagi pegawai dan dapat dibiayakan oleh pemberi kerja.

Nantinya, akan terdapat beberapa jenis natura yang tetap dikecualikan dari objek pajak yakni penyediaan makanan dan minuman bagi seluruh pegawai, natura yang diberikan di daerah tertentu, natura yang diberikan karena keharusan kerja, natura yang berasal dari APBN atau APBD, dan natura dengan jenis dan batasan tertentu.

Baca Juga: Belanja Perpajakan 2021 Capai Rp309 Triliun, Tumbuh 23 Persen

Kedua, pemerintah juga mengubah lapisan tarif penghasilan kena pajak yang berlaku bagi wajib pajak orang pribadi. Dengan UU HPP, tarif PPh sebesar 5% berlaku atas penghasilan kena pajak hingga Rp60 juta. Tak hanya itu, penghasilan kena pajak di atas Rp5 miliar juga akan dikenai PPh dengan tarif sebesar 35%.

Ketiga, UU HPP juga membatalkan penurunan tarif PPh badan dari 22% menjadi 20% pada 2022 yang sebelumnya tertuang pada Perppu 1/2020. Dengan demikian, tarif PPh badan akan tetap sebesar 22% pada tahun 2022 dan tahun-tahun selanjutnya.

Terakhir, UU HPP menetapkan batasan omzet tidak kena pajak sebesar Rp500 juta bagi wajib pajak orang pribadi UMKM yang menunaikan kewajiban perpajakannya menggunakan skema PPh final UMKM.

Baca Juga: Jokowi Janji akan Disiplinkan Instansi dan BUMN untuk Beli Produk UMKM

Bila wajib pajak orang pribadi UMKM memiliki omzet tidak melampaui Rp500 juta dalam setahun penuh, maka wajib pajak tidak perlu membayar PPh final dengan tarif 0,5% atas omzet sebagaimana diatur pada PP 23/2018.

Selain PPh, ketentuan mengenai program pengungkapan sukarela (PPS) juga mulai berlaku per 1 Januari 2022. Dengan demikian, wajib pajak sudah dapat menyampaikan surat pemberitahuan pengungkapan harta (SPPH) mulai besok. (sap)

Baca Juga: Jokowi Beberkan Dukungan DPR Pulihkan Ekonomi, Ada Pengesahan UU HPP
Topik : UU HPP, PPh, PPh badan, pajak penghasilan, wajib pajak, UMKM, omzet, natura, program pengungkapan sukarela, PPS

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 11 Agustus 2022 | 18:00 WIB
PER-04/PJ/2020

NPWP Milik WP Meninggal Tanpa Warisan Bisa Dihapus, Simak Ketentuannya

Kamis, 11 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KPP PRATAMA KARANGANYAR

Tunggakan Rp4,2 Miliar Tak Dibayar, Kantor Pajak Sita 4 Mobil Milik WP

Kamis, 11 Agustus 2022 | 08:26 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

NIK Sebagai NPWP, Bagaimana DJP Jaga Keamanan Data Wajib Pajak?

berita pilihan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KPP PRATAMA TANJUNG BALAI KARIMUN

Utang Pajak Dilunasi, Rekening Milik WP Ini Kembali Dibuka Blokirnya

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:03 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Windfall Komoditas Bakal Berakhir, Pajak Hanya Tumbuh 6,7% Tahun Depan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Cetak Sejarah, Penerimaan Perpajakan 2023 Tembus Rp2.000 Triliun

Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA CILACAP

Utang Pajak Rp1,24 Miliar Belum Dilunasi, Rekening WP Disita Fiskus

Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Perbedaan Interpretasi dalam Menetapkan Besaran Sanksi Bunga

Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:00 WIB
BELANJA PERPAJAKAN

Belanja Perpajakan 2021 Capai Rp309 Triliun, Tumbuh 23 Persen

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:15 WIB
RAPBN 2023

Defisit 2023 Dipatok 2,85% PDB, Jokowi Ungkap Strategi Pembiayaannya

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:30 WIB
RAPBN 2023 DAN NOTA KEUANGAN

Penerimaan 2023 Ditargetkan Rp2.443 T, Jokowi Singgung Reformasi Pajak

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:17 WIB
RAPBN 2023

Jokowi Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi 2023 di Level 5,3%

Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:55 WIB
RAPBN 2023

Jokowi Sampaikan RAPBN 2023 kepada DPR, Begini Perinciannya