Fokus
Literasi
Senin, 06 Desember 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 06 Desember 2021 | 17:00 WIB
TIPS CUKAI
Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Reportase
Perpajakan.id

Ketentuan Baru Pelayanan Rush Handling Berlaku Mulai 24 Agustus 2021

A+
A-
2
A+
A-
2
Ketentuan Baru Pelayanan Rush Handling Berlaku Mulai 24 Agustus 2021

Ilustrasi. Petugas cargo membawa envirotainer berisi vaksin jadi Covid-19 Sinovac di Terminal Cargo Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (13/8/2021). ANTARA FOTO/Fauzan/foc.

JAKARTA, DDTCNews – Melalui PMK 74/2021, pemerintah mengubah ketentuan mengenai pelayanan atas barang impor dengan pelayanan segera (rush handling). Ketentuan ini mulai berlaku pada 24 Agustus 2021.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) Syarif Hidayat mengatakan PMK 74/2021 mencabut PMK 148/2007. Salah satu poin dalam beleid baru adalah perluasan cakupan jenis barang impor yang diberikan pelayanan rush handling.

"Kami menginginkan yang terbaik untuk diberikan kepada masyarakat, khususnya pihak-pihak yang membutuhkan pelayanan segera atas importasi yang mereka lakukan," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/8/2021).

Baca Juga: Apa Itu Tempat Lelang Berikat?

Menurutnya, perubahan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kecepatan pelayanan impor barang yang peka waktu.

Syarif mengatakan terdapat beberapa pokok perubahan dalam PMK 74/2021. Perubahan itu di antaranya sistem otomasi layanan, kriteria dan penambahan jenis barang, standardisasi permohonan dan layanan, penyeragaman pemenuhan ketentuan lartas, serta pengecualian atas penyerahan jaminan.

Perubahan juga terjadi pada penggunaan manajemen risiko, service level agreement (SLA) layanan, pengesahan permohonan yang diperlakukan sebagai pemberitahuan pabean, jangka waktu penyelesaian rush handling dan sanksi layanan, serta penyelesaian barang eksep.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Energi, DJBC Berikan Sederet Fasilitas Kepabeanan

Menurut Syarif, pelayanan rush handling tidak akan lagi bersifat manual, tetapi melalui sistem komputer pelayanan yang terintegrasi. Importir dapat mengajukan permohonan dan mendapat respons persetujuan/penolakan langsung apabila telah melengkapi seluruh dokumen yang disyaratkan.

Jika seluruh ketentuan telah dipenuhi, DJBC akan memberikan janji layanan selama 2 jam (untuk jenis barang yang telah ditetapkan dalam PMK) dan selama 5 jam (untuk jenis barang yang perlu memperoleh izin kepala kantor atau pejabat Bea Cukai).

Adapun penambahan jenis barang yang ditetapkan dapat diberikan pelayanan rush handling, yaitu banknotes dan vaksin/obat untuk manusia yang memerlukan penanganan khusus.

Baca Juga: Apa Itu Satgas Patroli Laut?

Jika diperinci, barang lain yang dapat diberikan pelayanan rush handling yakni jenazah dan abu jenazah; organ tubuh manusia termasuk ginjal, kornea, atau darah; serta barang yang dapat merusak lingkungan termasuk bahan yang mengandung radiasi.

Kemudian, ada binatang dan tumbuh hidup; surat kabar dan majalah yang peka waktu; dokumen; uang kertas asing; serta vaksin atau obat-obatan.

Selain barang-barang tersebut, importir juga bisa memperoleh pelayanan rush handling apabila mendapatkan izin dari kepala kantor pabean atau pejabat Bea dan Cukai yang ditunjuk.

Baca Juga: DJBC Bebaskan Bea Masuk dan PDRI Atas Impor Perdana Vaksin Novavax

"Bea Cukai berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan secara optimal dengan tetap menjalankan fungsi pengawasan untuk melindungi masyarakat dari masuknya barang-barang berbahaya dan ilegal," ujarnya. (kaw)

Topik : PMK 74/2021, rush handling, bea cukai, DJBC, impor, vaksin

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 12 November 2021 | 19:30 WIB
LIBYA

Atasi Lonjakan Harga, Pemerintah Bebaskan Bea Impor Makanan Pokok

Jum'at, 12 November 2021 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN

Indonesia-Malaysia Sepakat Bertukar Data Kepabeanan

Rabu, 10 November 2021 | 16:00 WIB
SINGAPURA

'Pajak' untuk Kaum Antivaksin: Biaya Kesehatan Tak Lagi Gratis

Rabu, 10 November 2021 | 13:45 WIB
KEBIJAKAN PERPAJAKAN

Mulai 2022, Penumpang LN Boleh Bawa Minuman Beralkohol Hingga 2,25 L

berita pilihan

Senin, 06 Desember 2021 | 19:00 WIB
MALAYSIA

Pacu Industri Pariwisata 2022, Berbagai Insentif Pajak Disiapkan

Senin, 06 Desember 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Tempat Lelang Berikat?

Senin, 06 Desember 2021 | 18:00 WIB
PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

Jangan Gampang Tergiur Penawaran Aset Kripto, Investor Perlu Tahu Ini

Senin, 06 Desember 2021 | 17:21 WIB
PRESIDENSI G-20 INDONESIA

Target Presidensi G-20 Indonesia: Proposal Pilar 1 Diteken Juli 2022

Senin, 06 Desember 2021 | 17:00 WIB
TIPS CUKAI

Cara Mengajukan Pemesanan Pita Cukai Rokok

Senin, 06 Desember 2021 | 16:37 WIB
KPP PRATAMA KUBU RAYA

Telusuri Aset WP yang Tunggak Pajak, DJP Gandeng Pemda

Senin, 06 Desember 2021 | 16:30 WIB
KINERJA FISKAL

Dana Pemda yang Mengendap di Bank Segera Susut, Ini Alasan Pemerintah

Senin, 06 Desember 2021 | 16:13 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Curhat Komunitas Difabel ke DJP: Literasi Pajak Masih Minim