Fokus
Literasi
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Kena Tarif Tertinggi, PPN Kripto di Negara Ini Jadi 28 Persen

A+
A-
0
A+
A-
0
Kena Tarif Tertinggi, PPN Kripto di Negara Ini Jadi 28 Persen

Ilustrasi.

NEW DELHI, DDTCNews - India dikabarkan akan mengenakan pajak barang dan jasa atau goods and services tax (GST) atau biasa disebut dengan PPN dengan tarif sebesar 28% atas seluruh transaksi aset kripto.

GST Council dikabarkan telah membentuk komite yang menyusun usulan pengenaan PPN dengan tarif 28% atas seluruh aktivitas dan layanan yang terkait dengan aset kripto.

"Usulannya adalah untuk segera memungut PPN sebesar 28% atas layanan dan semua aktivitas yang terkait dengan cryptocurrency," ujar pejabat di lingkungan pemerintahan India seperti dikutip dari theblockcrypto.com, Selasa (10/5/2022).

Baca Juga: Utang Pajak Rp16 M Tak Dibayar, Puluhan Kendaraan Milik WP Disita KPP

Apabila usulan GST Council tersebut resmi diimplementasikan, aset kripto menjadi barang yang dikenai PPN dengan tarif tertinggi.

Perlu diketahui, India merupakan salah satu negara yang menerapkan sistem PPN multitarif. Tarif PPN sebesar 28% biasanya dikenakan atas barang mewah yang tergolong nonesensial.

"Beberapa anggota parlemen meminta agar tarif PPN atas aset kripto dinaikkan menjadi 28% setara dengan tarif PPN atas perjudian dan lotere," ujar pejabat di lingkungan pemerintahan India seperti dikutip dari businessinsider.in.

Baca Juga: Ribuan Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak, Pemprov Ingatkan Soal Ini

Tarif GST yang sedang digodok ini pun memiliki potensi menambah beban pajak yang ditanggung oleh wajib pajak yang melakukan transaksi aset kripto.

Sejak tahun ini, India telah menetapkan tarif PPh sebesar 30% atas penghasilan dari transaksi aset digital. Mulai 1 Juli, pemotongan pajak sebesar 1% (tax deduction at source/TDS) atas transfer aset kripto juga akan diberlakukan. (rig)

Baca Juga: Temui 60 Perwakilan Industri, Kanwil Ini Sosialisasikan Insentif Pajak
Topik : india, PPN, kripto, cryptocurrency, pajak, pajak internasional, tarif pajak

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 25 Juni 2022 | 11:01 WIB
LAPORAN DARI BELANDA

Lagi, Profesional DDTC Lulus S-2 di Tilburg University Belanda

Sabtu, 25 Juni 2022 | 10:45 WIB
PENERIMAAN PERPAJAKAN

Tarif Bea Keluar Atas CPO Naik, Penerimaan Diyakini Ikut Melesat

Sabtu, 25 Juni 2022 | 08:15 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

Pengawasan akan Makin Kencang Pasca-PPS! WP Badan UMKM Perlu Ingat Ini

berita pilihan

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA BINTAN

Utang Pajak Rp16 M Tak Dibayar, Puluhan Kendaraan Milik WP Disita KPP

Minggu, 26 Juni 2022 | 15:00 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Ribuan Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak, Pemprov Ingatkan Soal Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:00 WIB
KANWIL DJP KALTIMTARA

Temui 60 Perwakilan Industri, Kanwil Ini Sosialisasikan Insentif Pajak

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:00 WIB
INGGRIS

Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:00 WIB
KPP PRATAMA SITUBONDO

KPP Akhirnya Sita Tanah Milik Wajib Pajak Seluas 2.104 Meter Persegi

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:30 WIB
DATA PPS HARI INI

Tinggal 4 Hari! DJP Sudah Terbitkan 176.417 Surat Keterangan PPS

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kriteria Hibah yang Dikecualikan dari Objek Pajak Penghasilan

Minggu, 26 Juni 2022 | 10:00 WIB
HUNGARIA

Parlemen Hungaria Tolak Ketentuan Perpajakan dalam Pilar 2 OECD