Review
Selasa, 04 Oktober 2022 | 10:44 WIB
KONSULTASI UU HPP
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Fokus
Literasi
Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 03 Oktober 2022 | 17:11 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 03 Oktober 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 05 Oktober 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 5 OKTOBER - 11 OKTOBER 2022
Selasa, 04 Oktober 2022 | 16:15 WIB
KMK 50/2022
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Reportase

Kampanyekan Pakai Masker, Jokowi Ingin Libatkan Ibu-Ibu PKK

A+
A-
0
A+
A-
0
Kampanyekan Pakai Masker, Jokowi Ingin Libatkan Ibu-Ibu PKK

Presiden Joko Widodo. (hasil tangkapan media sosial)

JAKARTA, DDTCNews—Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mengubah strategi kampanye protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Jokowi menilai strategi kampanye protokol kesehatan saat ini tidak efektif untuk semua kalangan masyarakat. Untuk itu, ia menginginkan ada fokus strategi kampanye pencegahan Covid-19 yang bertahap setiap dua pekan.

"Saya ingin fokus. Mungkin dalam dua minggu, kita fokus mengenai pakai masker. Nanti dua minggu berikut kampanye jaga jarak atau cuci tangan misalnya, tidak dicampur," katanya saat membuka rapat terbatas, Senin (3/8/2020).

Baca Juga: Inflasi Capai 5,95 Persen, BKF: Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

Jokowi menambahkan kampanye protokol kesehatan yang meliputi cuci tangan, jaga jarak, dan menghindari kerumunan secara sekaligus hanya efektif untuk kalangan menengah ke atas.

Namun, lanjutnya, kelompok masyarakat bawah perlu disampaikan secara bertahap agar tidak membingungkan. Dia berharap kampanye juga melibatkan ibu-ibu anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).

"Kalau ibu-ibu siap, saya kira PKK ini sangat efektif door to door urusan masker," ujarnya.

Baca Juga: Penyelenggara e-Commerce Jadi Pemungut Pajak? DJP: Masih Didiskusikan

Namun, Jokowi menilai kampanye protokol kesehatan tersebut sangat tergantung pada kesiapan ibu-ibu anggota PKK. Jika anggota PKK khawatir tertular virus Corona, model kampanye tersebut bisa disetop.

Selain itu, lanjut presiden, kampanye protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona juga digencarkan melalui media massa seperti televisi, media sosial dan media lain sebagainya.

Saat ini, kasus virus Corona telah menembus 111.000 kasus dengan case fatality rate 4,7% dan angka kematian di Indonesia itu lebih tinggi 0,8% dari angka kematian global. Adapun case recovery rate tercatat sebesar 61,9%.

Baca Juga: Insentif Pajak untuk Pulihkan Ekonomi, Begini Perbandingan Manfaatnya

"Ini yang saya kira menjadi PR kita bersama," tutur Jokowi. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : presiden jokowi, kampanye protokol kesehatan, masker, pandemi Covid-19, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 03 Oktober 2022 | 14:00 WIB
PER-14/PJ/2022

Exchanger Perlu Cantumkan NPWP Trader Kripto di Formulir 1107 PUT 3

Senin, 03 Oktober 2022 | 13:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Kemenkeu Rilis Buku Soal Pemulihan Ekonomi dari Covid, Ada Peran Pajak

Senin, 03 Oktober 2022 | 13:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Data Nomor NIK di DJP Berbeda, Wajib Pajak Perlu Lakukan Ini

Senin, 03 Oktober 2022 | 12:33 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Jokowi Sebut Pandemi Segera Berakhir, Tetapi Ekonomi Belum Normal

berita pilihan

Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:40 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Perseroan Perorangan Pakai PPh Final, DJP: Ada Kewajiban Pelaporan

Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Anjak Piutang dalam Perpajakan?

Rabu, 05 Oktober 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Inflasi Capai 5,95 Persen, BKF: Lebih Rendah dari Proyeksi Pemerintah

Rabu, 05 Oktober 2022 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Masih Proses, Integrasi CRM Bikin Peta Kepatuhan WP Lebih Komprehensif

Rabu, 05 Oktober 2022 | 17:15 WIB
DDTC ACADEMY

Ketahui Aspek Transfer Pricing Pertambangan Batu Bara pada Kelas Ini

Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:30 WIB
KPP PRATAMA BINTAN

Adakan KPDL, Petugas Pajak Temukan Perusahaan Belum Punya NPWP

Rabu, 05 Oktober 2022 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Banyak Temuan BPK Soal Insentif Pajak, Begini Update Tindak Lanjut DJP

Rabu, 05 Oktober 2022 | 15:30 WIB
OPERASI JARING SRIWIJAYA 2022

DJBC Gagalkan Penyelundupan Barang Rp244 M di Perairan Indonesia Barat

Rabu, 05 Oktober 2022 | 15:10 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022

Mengantisipasi Risiko Hilangnya Potensi Pajak dari Sharing Economy