Review
Rabu, 30 September 2020 | 16:56 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 15:00 WIB
HAK WAJIB PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 14:14 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 08:52 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 30 September 2020 | 09:10 WIB
KURS PAJAK 30 SEPTEMBER - 6 OKTOBER 2020
Jum'at, 25 September 2020 | 19:31 WIB
STATISTIK PENANGANAN COVID-19
Rabu, 23 September 2020 | 18:13 WIB
STATISTIK MANAJEMEN PAJAK
Rabu, 23 September 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 23 SEPTEMBER-29 SEPTEMBER 2020
Komunitas
Rabu, 30 September 2020 | 19:49 WIB
AGENDA PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 13:20 WIB
DDTC PODTAX
Selasa, 29 September 2020 | 16:40 WIB
POLITEKNIK WILMAR BISNIS INDONESIA MEDAN
Senin, 28 September 2020 | 11:45 WIB
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
Kolaborasi
Selasa, 29 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 29 September 2020 | 10:30 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 13:50 WIB
KONSULTASI
Selasa, 22 September 2020 | 11:00 WIB
KONSULTASI
Reportase

Kalau RUU Ini Jadi, Orang Ini Bakal Ditagih Pajak Rp626 Triliun

A+
A-
1
A+
A-
1
Kalau RUU Ini Jadi, Orang  Ini Bakal Ditagih Pajak Rp626 Triliun

Jajaran orang terkaya di Amerika Serikat (dari kiri) Jeff Bezos. Markk Zuckerberg, dan Elon Musk. (Foto: straitstimes.com)

WASHINGTON DC, DDTCNews - Senator Bernie Sanders dan anggota senat lainnya dari Partai Demokrat menjadi sponsor utama rancangan aturan pajak kekayaan yang hanya akan dipungut satu kali dan menyasar segelintir orang kaya di Negeri Paman Sam.

RUU dengan judul Make Billionaires Pay Act ini akan menetapkan tarif 60% atas kekayaan yang dikumpulkan oleh 467 orang terkaya di Amerika Serikat. Total akumulasi harta yang akan kena pajak kekayaan ini ditaksir senilai US$731,8 miliar.

Rencana kebijakan fiskal yang datang dari legislatif ini disebut akan membantu 50 juta orang pengangguran dan 5,4 juta lainnya yang kehilangan polis asuransi kesehatan.

Baca Juga: Indonesia akan Berlakukan PPh Khusus untuk HNWI? Ini Kata Dirjen Pajak

"Kita bisa membiarkan orang kaya makin kaya dan orang miskin makin miskin atau kita mengenakan pajak atas keuntungan yang didapat segelintir miliarder selama pandemi untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan puluhan juta orang Amerika," katanya dikutip Jumat (7/8/2020).

Senator dari Vermont itu menyatakan rencana pajak kekayaan yang digagas Senat AS ini hanya menyasar 0,001% dari seluruh populasi AS. Bahkan setelah pajak kekayaan ini diterapkan, akumulasi harta para jutawan tersebut masih bersisa US$310 atas keuntungan yang didapat tahun ini.

Beberapa nama tenar dan kaya raya masuk dalam radar jika rencana pajak kekayaan jadi berlaku di AS. Sasaran pertama orang terkaya di Dunia dan pemilik raksasa bisnis digital Amazon Jeff Bezos.

Baca Juga: Beban Pajak Orang Kaya Melonjak Jika Biden Terpilih, Ini Hitungannya

Selama pandemi Covid-19 jumlah kekayaannya ditaksir meningkat 63% dan secara nominal mencapai US$190 miliar. Dengan demikian setoran pajak kekayaan dari bos Amazon ini mencapai US$42,8 miliar atau setara Rp626 triliun.

Selanjutnya, juragan produsen mobil listrik Elon Musk juga mendapatkan keuntungan berlipat ganda selama masa pandemi. Bos Tesla ini ditaksir akan membayar pajak kekayaan sebesar US$27,5 juta atau Rp402 miliar.

Keluarga Walton yang mewarisi raksasa ritel Walmart yang pundi-pundi kekayaannya tumbuh hingga US$21 miliar dalam satu tahun terakhir. Beban pajak kekayaan yang harus dibayar keluarga ini mencapai US$12,9 miliar atau Rp188 triliun.

Baca Juga: Menelisik Peluang Pajak Orang Kaya

Kemudian CEO Facebook Mark Zuckerberg yang nilai kekayaannya mencapai US$40 miliar selama masa pandemi Covid-19, akan terkena pajak kekayaan sebesar US$22,8 miliar atau setara Rp333 triliun.

Senator dari Partai Demokrat, Elizabeth Warren menambahkan agenda pajak bagi orang super kaya menjadi agenda utama partai setelah Presiden Donald Trump meluncurkan kebijakan pemangkasan tarif pajak pada 2017.

Pajak orang super kaya ini disebut mampu membiayai operasional BPJS Kesehatan AS, yaitu Medicare setahun penuh. "Hasil pajak satu kali atas kekayaan orang ultra kaya ini memungkinkan Medicare menutupi biaya perawatan setiap warga AS," katanya seperti dilansir marketwatch.com (Bsi)

Baca Juga: Opsi Kenaikan Tarif Pajak Orang Kaya Belum Dilirik

Topik : pajak orang kaya
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 25 Juni 2019 | 11:43 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 21 Maret 2019 | 15:40 WIB
PAJAK ORANG KAYA
Rabu, 13 Maret 2019 | 16:25 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 06 Maret 2019 | 16:52 WIB
DAFTAR MILIARDER
berita pilihan
Kamis, 01 Oktober 2020 | 08:00 WIB
INGGRIS
Kamis, 01 Oktober 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 30 September 2020 | 19:49 WIB
AGENDA PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 18:30 WIB
PAJAK ORANG KAYA
Rabu, 30 September 2020 | 18:10 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 17:30 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 17:15 WIB
BEA METERAI
Rabu, 30 September 2020 | 17:15 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 30 September 2020 | 16:56 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 September 2020 | 16:21 WIB
BEA METERAI