Berita
Minggu, 17 Januari 2021 | 16:01 WIB
INSENTIF PEMBIAYAAN
Minggu, 17 Januari 2021 | 15:01 WIB
NIGERIA
Minggu, 17 Januari 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN LEBONG
Minggu, 17 Januari 2021 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Review
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 10 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA PUSAT ESTU BUDIARTO:
Rabu, 06 Januari 2021 | 16:38 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:37 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:31 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 14 Januari 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & Alat
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 13 JANUARI - 19 JANUARI 2021
Jum'at, 08 Januari 2021 | 18:40 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 06 Januari 2021 | 17:06 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Komunitas
Minggu, 17 Januari 2021 | 08:01 WIB
BUDIJANTO ARDIANSJAH:
Sabtu, 16 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 15 Januari 2021 | 16:30 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Rabu, 13 Januari 2021 | 11:15 WIB
DDTC PODTAX
Reportase
Perpajakan.id

Ini Respons DPR Soal Pajak Tanah

A+
A-
0
A+
A-
0
Ini Respons DPR Soal Pajak Tanah
Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun.

JAKARTA, DDTCNews – Pajak atas tanah nganggur masih menjadi pembahasan hangat, baik di kalangan pemerintah maupun di kalangan lainnya, meskipun saat ini pemerintah masih belum menentukan bagaimana penerapannya terhadap kebijakan tersebut.

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan pemerintah harus lebih berhati-hati sebelum menerapkan kebijakan pajak atas tanah tersebut. Pemerintah perlu memiliki kajian yang lebih rinci sebelum menerapkannya.

“Saya sebenarnya tidak memberikan warning, tapi saya minta pemerintah lebih berhati-hati saja, kami di DPR hanya mengingatkan pemerintah. Jangan sampai kebijakan ini justru menyerang Presiden, seperti halnya dalam kasus biaya administrasi STNK,” tuturnya di Jakarta, Rabu (8/2).

Baca Juga: Genjot Akuntabilitas Keuangan, DPR Dorong Pemda Gunakan Simda

Ia mengharapkan penerapan pajak atas tanah nganggur tidak menjadi ‘bola api liar’ yang kemudian harus orang lain yang perlu memadamkannya. Di satu sisi Misbakhun tidak menginginkan penerapannya mampu memukul pertumbuhan ekonomi yang sudah mulai membaik.

Pertumbuhan ekonomi per tahun 2016 mampu mencapai 5,02%, pencapaian ini sangat stabil pada saat negara lain mengalami penurunan, khususnya pada emerging market seperti sektor properti.

“Kalau regulasi ini tidak diatur dengan baik, justru akan memutus lingkaran yang sedang tumbuh. Tapi kalau mereka sudah tumbuh dan stabil, silakan saja diterapkan. Jangan saat mereka lagi menuju pertumbuhan lalu dikenakan pajak ini pada awal-awal,” terangnya.

Baca Juga: Soal Perubahan Ikatan Dinas Lulusan STAN, Begini Tanggapan Alumni

Menurutnya penerapan pajak atas tanah ini akan mengarah pada konsumen, sehingga konsumen akan menerima beban atas dampak penerapan pajak tersebut. Misbakhun menjelaskan harga properti tidak akan semakin baik jika konsumen terkena imbasnya.

“Jakarta ini tempat hidup banyak orang, bahkan daerah-daerah pinggiran Jabodetabek juga hidup di Jakarta. Mereka belum tentu mampu membeli properti di Jakarta. Paling mereka bisa beli di kampung, dan cari uang lagi di Jakarta untuk membangunnya,” ucapnya. (Amu)

Baca Juga: DPR Ajak Wajib Pajak Beri Masukan Soal Aturan Turunan UU Cipta Kerja
Topik : pajak tanah, pajak progresif tanah, tanah idle, DPR, misbakhun
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 25 September 2020 | 17:45 WIB
RAPBN 2021
Kamis, 24 September 2020 | 18:31 WIB
RUU CIPTA KERJA
Rabu, 16 September 2020 | 14:41 WIB
APBN 2019
Jum'at, 11 September 2020 | 15:10 WIB
RAPBN 2021
berita pilihan
Minggu, 17 Januari 2021 | 16:01 WIB
INSENTIF PEMBIAYAAN
Minggu, 17 Januari 2021 | 15:01 WIB
NIGERIA
Minggu, 17 Januari 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN LEBONG
Minggu, 17 Januari 2021 | 13:01 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Minggu, 17 Januari 2021 | 12:01 WIB
KENYA
Minggu, 17 Januari 2021 | 11:30 WIB
PODTAX
Minggu, 17 Januari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 17 Januari 2021 | 10:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Minggu, 17 Januari 2021 | 09:01 WIB
KEUANGAN DAERAH
Minggu, 17 Januari 2021 | 08:01 WIB
BUDIJANTO ARDIANSJAH: