Berita
Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:24 WIB
KPP PRATAMA BEKASI BARAT
Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:39 WIB
PENERIMAAN PAJAK
Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Komunitas
Selasa, 30 November 2021 | 11:40 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu, 28 November 2021 | 19:45 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 26 November 2021 | 16:17 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY
Jum'at, 26 November 2021 | 16:13 WIB
UNIVERSITAS PARAHYANGAN
Reportase
Perpajakan.id

Ini Penyebab Supertax Deduction atas Kegiatan Vokasi Tidak Diberikan

A+
A-
2
A+
A-
2
Ini Penyebab Supertax Deduction atas Kegiatan Vokasi Tidak Diberikan

INSENTIF supertax deduction atas kegiatan vokasi dapat diberikan apabila wajib pajak badan telah memenuhi syarat dan mengajukan proses permohonan yang ditetapkan. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan wajib pajak badan tidak dapat memanfaatkan insentif tersebut.

Kondisi tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 128/PMK.010/2019 tentang Pemberian Pengurangan Penghasilan Bruto atas Penyelenggaraan Kegiatan Praktik Kerja, Pemagangan, dan/atau Pembelajaran dalam Rangka Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi Tertentu (PMK 128/2019).

Merujuk pada Pasal 9 PMK 128/2019, beberapa kondisi yang dimaksud antara lain pertama, wajib pajak badan diketahui tidak membuat perjanjian kerja sama yang memuat informasi secara lengkap dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: PLN Usul Insentif Pajak Mobil Listrik Ditambah, Ini Respons Kemenkeu

Perlu dipahami, dalam perjanjian kerja sama tersebut seharusnya memuat 8 komponen sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 7 ayat (3) PMK 128/2019. Komponen tersebut meliputi nomor dan tanggal perjanjian kerja sama, nama dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), jenis kompetensi yang diajarkan, dan nama instansi yang mengikatkan diri dalam perjanjian kerja sama.

Komponen lainnya yang juga harus dipenuhi adalah tanggal efektif dan masa berlakunya kerja sama, perkiraan jumlah peserta praktik kerja dan/atau pemagangan, perkiraan jumlah pegawai dan/atau pihak lain yang ditugaskan, dan perkiraan biaya dan tahun pengeluaran biaya.

Kedua, insentif supertax deduction kegiatan vokasi tidak dapat diberikan apabila wajib pajak badan melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana kompetensi yang diajarkan. Terkait dengan rencana kompetensi yang diajarkan tersebut harus sesuai dengan yang tercantum dalam perjanjian kerja sama.

Baca Juga: BI Ingin Insentif PPN Rumah DTP Diperpanjang Hingga 2022

Ketiga, wajib pajak badan tidak menyampaikan pemberitahuan perjanjian kerja sama dan surat keterangan fiskal (SKF) yang masih berlaku. Keempat, wajib pajak badan tidak menyampaikan laporan biaya kegiatan vokasi setelah berakhirnya jangka waktu pelaporan atau menyampaikan laporan tapi tidak memenuhi format yang tercantum dalam Lampiran D PMK 128/2019.

Adapun uraian mengenai tata cara pelaporan insentif supertax deduction vokasi dapat dilihat pada artikel sebelumnya.

Evaluasi Efektivitas Pemberian Insentif

SELAIN keempat poin di atas, hal penting lain yang perlu dipahami dalam mendapatkan insentif supertax deduction kegiatan vokasi adalah terkait dengan evaluasi atas pemberian insentif tersebut.

Baca Juga: Mengulik Sederet Manfaat IPO: Akses Permodalan Hingga Insentif Pajak

Pasalnya, setelah memperoleh persetujuan untuk memanfaatkan insentif supertax deduction kegiatan vokasi, wajib pajak yang menyelenggarakan kegiatan tersebut akan dievaluasi oleh kementerian dan/atau dinas terkait.

Proses evaluasi atas pemberian insentif sendiri diatur dalam Pasal 10 ayat (1) PMK 128/2019. Evaluasi dilakukan untuk melihat efektivitas pemberian insentif supertax deduction atas kegiatan vokasi.

Terdapat 5 pihak kementerian dan/atau dinas yang dapat melakukan evaluasi efektivitas tersebut. Pertama, kementerian atau dinas daerah provinsi yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan.

Baca Juga: Fasilitas Fiskal Jadi Menu Paling Menarik Bagi Investor Hulu Migas

Kedua, kementerian yang menyelenggarakan pemerintahan di bidang agama. Ketiga, kementerian yang menyelennggarkan pemerintahan di bidang pendidikan tinggi. Keempat, kementerian atau dinas daerah provinsi/kota yang menyelenggarakan pemerintahan di bidang ketenagakerjaan. Kelima, kementerian yang menjadi pembina sektor dari wajib pajak.

Evaluasi yang dilakukan oleh kementerian dan/atau dinas tersebut dapat meliputi kesesuaian program, keahlian dari instruktur atau pengajar, peningkatan kompetensi peserta, dan/atau penyerahan tenaga kerja dari peserta kegiatan vokasi. Selanjutnya, hasil evaluasi akan disampaikan kepada DJP melalui Direktur Peraturan Perpajakan II.

Apabila hasil evaluasi yang dilakukan kementerian dan/atau dinas terkait menunjukkan penyelenggaraan kegiatan praktik kerja dan/atau pemagangan tidak efektif, insentif pengurangan penghasilan bruto tidak diberikan kepada wajib pajak badan untuk tahun-tahun berikutnya. Ketentuan tersebut sesuai dengan Pasal 10 ayat (5) PMK 128/2019. (vallen/kaw)

Baca Juga: Pariwisata Mulai Pulih, Pajak Atas Turis Dioptimalkan

Topik : kelas pajak, supertax deduction, kelas pajak supertax deduction, insentif pajak, vokasi

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 28 November 2021 | 07:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Wakil Ketua DPR Usulkan Insentif Pajak Mobil Diperpanjang Hingga 2022

Sabtu, 27 November 2021 | 17:00 WIB
PROVINSI JAWA BARAT

Pemda Diminta Evaluasi Pemberian Insentif Pemutihan Denda

Sabtu, 27 November 2021 | 12:33 WIB
WEBINAR INSTITUT STIAMI

Dua Ketentuan Baru di UU HPP Jadi Keseriusan Pemerintah Dukung UMKM

Jum'at, 26 November 2021 | 17:00 WIB
KABUPATEN LAMPUNG TIMUR

Waduh, Camat Dapat Surat Teguran Gara-Gara Target Pajak Tak Tercapai

berita pilihan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penyusunan Aturan Pelaksana UU HPP Dikebut, DJP: PPS Paling Urgen

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:24 WIB
KPP PRATAMA BEKASI BARAT

Tunggakan Rp701 Juta Tak Dilunasi, Rekening Wajib Pajak Disita DJP

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajaki Orang Kaya, DJP Perlu Antisipasi Passive Income

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:39 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Sudah Ada Kantor Pajak yang Catatkan Penerimaan Lebih dari 100%

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:30 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Kencangkan Pengawasan, Petugas Pajak Aktif Kunjungan Sampaikan SP2DK

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Lapor Pemanfaatan Penurunan Tarif PPh untuk Perusahaan Terbuka

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

PLN Usul Insentif Pajak Mobil Listrik Ditambah, Ini Respons Kemenkeu

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:30 WIB
KINERJA FISKAL

PDB Per Kapita Indonesia Terus Tumbuh, Tapi Tax Ratio Masih Stagnan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:11 WIB
UU HPP

Pajak Atas Natura Tak Dikenakan ke Pegawai Level Menengah-Bawah

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Rugikan Negara Rp20 Miliar, 8 Bus Milik Pengemplang Pajak Disita