Berita
Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:24 WIB
KPP PRATAMA BEKASI BARAT
Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:39 WIB
PENERIMAAN PAJAK
Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Komunitas
Selasa, 30 November 2021 | 11:40 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu, 28 November 2021 | 19:45 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 26 November 2021 | 16:17 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY
Jum'at, 26 November 2021 | 16:13 WIB
UNIVERSITAS PARAHYANGAN
Reportase
Perpajakan.id

Dukung Kelangsungan Bisnis, Pengusaha Ditawari Diskon 30% PPh Badan

A+
A-
1
A+
A-
1
Dukung Kelangsungan Bisnis, Pengusaha Ditawari Diskon 30% PPh Badan

Ilustrasi.

HANOI, DDTCNews – Pemerintah Vietnam merilis kebijakan berupa insentif perpajakan untuk mendukung perusahaan dan individu yang secara ekonomi terkena dampak pandemi Covid-19.

Komite Tetap Majelis Nasional Vietnam Vuong Dinh Hue mengatakan dukungan untuk kelangsungan bisnis yang terdampak Covid-19 diatur dalam Resolusi No. 406/NQ-UBTVQH15. Menurutnya, dukungan tersebut berupa pengurangan dan pembebasan pajak tertentu.

“Resolusi pembebasan dan pengurangan merupakan kebijakan yang tepat waktu. Karena bisnis memiliki lebih banyak sumber daya untuk menginvestasikan kembali dan memulihkan produksi,” katanya seperti dilansir Nguoi Lao Dong, Selasa (26/10/2021).

Baca Juga: Penyusunan Aturan Pelaksana UU HPP Dikebut, DJP: PPS Paling Urgen

Fasilitas pengurangan dan pembebasan pajak tersebut meliputi empat hal. Pertama, pengurangan 30% jumlah pajak penghasilan badan yang terutang pada 2021. Untuk memperoleh fasilitas ini, perusahaan harus memiliki pendapatan tidak lebih dari VND200 miliar atau sekitar Rp124 miliar dan jumlah tersebut lebih kecil dari pendapatan 2019.

Kedua, pengurangan 30% dari jumlah PPN dengan metode kredit atas penyerahan 1 November—31 Desember 2021. Fasilitas tersebut ditujukan bagi industri tertentu, meliputi jasa transportasi, layanan akomodasi dan catering, dan agen perjalanan atau tour.

Kemudian, industri lainnya yaitu penerbitan produk dan layanan, Layanan film, program televisi, rekaman, penerbitan music, kreatif, seni dan hiburan, perpustakaan, penyimpanan, museum dan kegiatan budaya lainnya, olahraga, hiburan dan rekreasi.

Baca Juga: Tunggakan Rp701 Juta Tak Dilunasi, Rekening Wajib Pajak Disita DJP

Namun, fasilitas pengurangan PPN tersebut tidak berlaku untuk penerbitan perangkat lunak dan barang serta penyediaan layanan online. Ketiga, pembebasan pajak penghasilan, PPN, dan pajak lainnya bagi industri perumahan dan individu yang terutang sejak Juli—Desember 2021.

Untuk memperoleh fasilitas pembebasan tersebut, disyaratkan usahanya terdampak Covid-19 dan penetapan Komite Rakyat Kota/Provinsi atas industri perumahan atau individu yang berhak memperoleh fasilitas tersebut.

Meski demikian, pembebasan pajak tersebut tidak berlaku untuk pendapatan yang diperoleh dari penyediaan produk dan layanan perangkat lunak, produk dan layanan digital yang bersifat hiburan, video game, film digital, gambar, musik dan iklan.

Baca Juga: Pajaki Orang Kaya, DJP Perlu Antisipasi Passive Income

Keempat, pembebasan sanksi bunga keterlambatan pembayaran pajak pada 2020 dan 2021. Fasilitas tersebut ditujukan bagi perusahaan yang mengalami rugi sejak 2020. (rizki/rig)

Topik : vietnam, pph badan, pajak penghasilan, insentif pajak, diskon pajak, pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 03 Desember 2021 | 08:17 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Aktif Hubungi Wajib Pajak Jelang Akhir Tahun, Ini Alasan DJP

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:30 WIB
LAPORAN ASIAN DEVELOPMENT BANK

Tingkatkan Kepatuhan Sukarela Wajib Pajak, Ini Kata ADB

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:19 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR II

UU HPP Terbit, Kanwil DJP Jatim II Gelar Sosialisasi Secara Maraton

Kamis, 02 Desember 2021 | 19:00 WIB
PAPUA NUGINI

Kebijakan 2022 Ditetapkan, Tarif Cukai Rokok dan Minol Dipangkas

berita pilihan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penyusunan Aturan Pelaksana UU HPP Dikebut, DJP: PPS Paling Urgen

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:24 WIB
KPP PRATAMA BEKASI BARAT

Tunggakan Rp701 Juta Tak Dilunasi, Rekening Wajib Pajak Disita DJP

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajaki Orang Kaya, DJP Perlu Antisipasi Passive Income

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:39 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Sudah Ada Kantor Pajak yang Catatkan Penerimaan Lebih dari 100%

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:30 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Kencangkan Pengawasan, Petugas Pajak Aktif Kunjungan Sampaikan SP2DK

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Lapor Pemanfaatan Penurunan Tarif PPh untuk Perusahaan Terbuka

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

PLN Usul Insentif Pajak Mobil Listrik Ditambah, Ini Respons Kemenkeu

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:30 WIB
KINERJA FISKAL

PDB Per Kapita Indonesia Terus Tumbuh, Tapi Tax Ratio Masih Stagnan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:11 WIB
UU HPP

Pajak Atas Natura Tak Dikenakan ke Pegawai Level Menengah-Bawah

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Rugikan Negara Rp20 Miliar, 8 Bus Milik Pengemplang Pajak Disita