Berita
Senin, 20 September 2021 | 19:39 WIB
RUU KUP
Senin, 20 September 2021 | 18:51 WIB
SUKUK RITEL
Senin, 20 September 2021 | 18:37 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 20 September 2021 | 18:30 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Review
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 September 2021 | 17:06 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Rabu, 01 September 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Komunitas
Senin, 20 September 2021 | 16:04 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Senin, 20 September 2021 | 12:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Minggu, 19 September 2021 | 16:36 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Sabtu, 18 September 2021 | 13:13 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Dukung Industri Game, Pemerintah Siapkan Diskon Pajak

A+
A-
1
A+
A-
1
Dukung Industri Game, Pemerintah Siapkan Diskon Pajak

Ilustrasi.

CANBERRA, DDTCNews – Pemerintah Australia tengah menyiapkan insentif berupa pemotongan pajak hingga 30% untuk pengembangan industri game.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan insentif pajak tersebut merupakan bagian dari program pemerintah yaitu Strategi Ekonomi Digital senilai AU$1,2 miliar atau setara dengan Rp13,3 triliun dan akan masuk dalam anggaran federal.

"[Insentif ini dirancang untuk mendukung Australia] mengambil bagian yang lebih besar pada pasar pengembangan games global senilai AU$250 miliar [setara Rp2,7 kuadriliun]," katanya, dikutip pada Rabu (12/5/2021).

Baca Juga: UU Diamendemen, Investasi Asing Kini Wajib Ungkap Data Pajak

Morrison menjelaskan insentif diberikan kepada perusahaan yang mengeluarkan biaya minimum AU$500.000 untuk setiap game yang memenuhi syarat. Kemudian, diskon pajak yang akan diberikan maksimal AU$20 juta per perusahaan setiap tahun.

Ombudsman Usaha Kecil Australia Bruce Billson menyambut rencana pemerintah untuk mendukung pengembangan industri game. Menurutnya, pemberian insentif akan mendorong adopsi digital yang lebih besar pada usaha kecil agar makin kompetitif secara global.

Menurutnya, pandemi Covid-19 telah mendorong usaha kecil mengadopsi teknologi digital. Dengan insentif senilai AU$1,2 miliar, potensi ekonomi digital yang berkembang di Australia dapat mencapai AU$28 miliar atau setara dengan Rp310,5 triliun dalam 10 tahun.

Baca Juga: Bantu Pengusaha Hadapi Pandemi Covid-19, Insentif Pajak Ditambah

"Pada kenyataannya, digitalisasi sangat penting untuk menjadi benar-benar kompetitif," ujarnya seperti dilansir if.com.au.

Sekadar informasi, potongan pajak sebesar 30% tersebut akan menjadi insentif pertama yang diberikan pemerintah federal kepada industri pengembangan game setelah Dana Games Interaktif Australia dihentikan pada 2014.

CEO Interactive Games and Entertainment Association Ron Curry pernah menyatakan pentingnya pemerintah federal memberi dukungan lebih besar kepada industri game. Dia meyakini insentif pajak akan membuat kreator Australia makin bersemangat dalam menciptakan game terbaik di dunia.

Baca Juga: Endus Pengelakan Pajak, Otoritas Bakal Periksa Artis Secara Acak

"Ini akan memacu pembentukan studio-studio game baru di Australia dan mendukung studio tersebut mengambil proyek baru yang ambisius sehingga menciptakan lapangan kerja pengembangan game di setiap negara bagian," tuturnya. (rig)

Topik : australia, industri game, diskon pajak, kebijakan pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 18 September 2021 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

Isu Terpopuler: DJP Kerahkan Pegawai ke Lapangan dan Tebar Email ke WP

Jum'at, 17 September 2021 | 16:30 WIB
BELGIA

Pengadilan Sebut Skema Insentif Pajak Untuk Korporasi Langgar Aturan

Jum'at, 17 September 2021 | 16:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

15 Ekonom Peraih Nobel Dukung 'Tax The Rich' Ala Joe Biden

berita pilihan

Senin, 20 September 2021 | 19:39 WIB
RUU KUP

Suara PBNU Soal Pajak Karbon: Mendukung dengan Syarat

Senin, 20 September 2021 | 19:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Angka Kapitalisasi dalam Pajak Bumi dan Bangunan?

Senin, 20 September 2021 | 18:51 WIB
SUKUK RITEL

PPh Bunga Obligasi Turun, SR015 Laku Keras Sampai Pecah Rekor

Senin, 20 September 2021 | 18:37 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Level PPKM di Jawa-Bali Kini Berlaku 2 Minggu

Senin, 20 September 2021 | 18:30 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Buron Sejak 2019, DJP Akhirnya Tangkap Penerbit Faktur Pajak Fiktif

Senin, 20 September 2021 | 18:21 WIB
SANKSI ADMINISTRASI (3)

Ini 11 Alasan Mengapa Wajib Pajak Dikenai Sanksi Administrasi Bunga

Senin, 20 September 2021 | 18:09 WIB
PROVINSIJAWA BARAT

Pemprov Sulit Pungut Pajak Air Permukaan, Ini Kendalanya

Senin, 20 September 2021 | 18:00 WIB
SELANDIA BARU

UU Diamendemen, Investasi Asing Kini Wajib Ungkap Data Pajak

Senin, 20 September 2021 | 17:41 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Tak Ada Lagi Daerah Level 4 di Jawa-Bali, PPKM Masih Diperpanjang

Senin, 20 September 2021 | 17:30 WIB
AUSTRALIA

Bantu Pengusaha Hadapi Pandemi Covid-19, Insentif Pajak Ditambah