KINERJA FISKAL

Duh, Realisasi Penerimaan Pajak Akhir Mei 2020 Turun Makin Dalam

Dian Kurniati
Selasa, 16 Juni 2020 | 10.40 WIB
Duh, Realisasi Penerimaan Pajak Akhir Mei 2020 Turun Makin Dalam
<p>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati&nbsp;&nbsp;saat memberikan pemaparan dalam konferensi pers APBN Kita. (<em>tangkapan layar Youtube Kemenkeu</em>)</p>

JAKARTA, DDTCNews – Realisasi penerimaan pajak hingga akhir Mei 2020 masih tercatat turun 10,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan tersebut tercatat makin dalam dibandingkan dengan akhir bulan sebelumnya 3,1%.

Hal ini dipaparkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melalui video conference APBN Kita pada siang ini, Selasa (16/6/2020). Realisasi penerimaan pajak hingga akhir Mei 2020 senilai Rp444,6 triliun atau 35,4% terhadap target APBN 2020 yang sudah diubah sesuai Perpres No. 54 /2020 senilai Rp1.254,1 triliun.

ā€œPajak mengalami kontraksi sebesar 10,8% dibandingkan penerimaan akhir Mei tahun lalu,ā€ kata Sri Mulyani.

Sebagai perbandingan, realisasi penerimaan pajak selama lima bulan pertama pada 2019 tercatat senilai Rp498,5 triliun atau 37,4% terhadap target. Performa tersebut sekaligus tercatat mengalami pertumbuhan 2,8%.

Sementara itu, realisasi penerimaan bea dan cukai hingga 31 Mei 2020 tercatat senilai Rp81,7 triliun atau 39,2% dari target Rp208,5 triliun. Realisasi ini mencatatkan pertumbuhan 12,4% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp72,7 triliun.

Dengan demikian, realisasi penerimaan perpajakan hingga akhir Mei 2020 tercatat senilai Rp526,2 triliun atau 36,0% dari target dalam APBN Rp1.462,6 triliun. Performa ini mencatatkan kontraksi 7,9% dibandingkan realisasi akhir Mei 2019 senilai Rp571,2 triliun.

Secara umum, realisasi pendapatan negara tercatat senilai Rp664,3 triliun atau terkontraksi 9,0% dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu Rp730,1 triliun. Realisasi pendapatan negara itu setara dengan 37,7% dari target senilai Rp1.760,9 triliun.

ā€œKita melihat pada akhir Mei ini penerimaan negara mengalami kontraksi. Memang ada ekspektasi terjadi kontraksi penerimaan dibandingkan tahun lalu akibat covid-19, di mana perusahaan, perorangan, atau kegiatan ekonomi mengalami kondisi yang tertekan. Itu sudah terlihat mulai Mei ini,ā€ jelas Sri Mulyani.

Di sisi lain, belanja negara per Mei 2020 tercatat senilai Rp843,9 triliun atau 32,3% dari pagu Rp2.613,8 triliun. Realisasi belanja negara itu hanya tumbuh negatif 1,4% dibandingkan penyerapan per akhir Mei tahun lalu yang senilai Rp855,9triliun.

Dengan performa pendapatan negara dan belanja negara itu, defisit APBN tercatat mencapai Rp179,6triliun atau 21,1% dari patokan dalam APBN 2020 senilai Rp852,9triliun. Realisasi defisit anggaran itu setara dengan 1,10% PDB. (kaw)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.