Fokus
Literasi
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 03 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Kamis, 21 Juli 2022 | 12:30 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Reportase

Dorong Penggunaan Energi Ramah Lingkungan, Diskon Pajak Disiapkan

A+
A-
0
A+
A-
0
Dorong Penggunaan Energi Ramah Lingkungan, Diskon Pajak Disiapkan

Ilustrasi.

SKOPJE, DDTCNews – Pemerintah Makedonia Utara meluncurkan kebijakan pajak baru untuk konsumsi bahan bakar kendaraan serta memberikan diskon PPN untuk listrik yang bersumber dari energi baru dan terbarukan.

Perdana Menteri (PM) Zoran Zaev mengatakan pemerintah akan memungut pajak lingkungan senilai €5,7 sen per liter BBM atau Rp9.800,00. Pemerintah belum menentukan tanggal implementasi pajak lingkungan tersebut, tetapi jenis pungutan akan diperluas dalam komoditas lain.

"Pajak ekologis harus diterapkan pada tahun-tahun mendatang untuk batu bara dan listrik yang dihasilkan dari batu bara," katanya, dikutip pada Rabu (23/6/2021).

Baca Juga: Awasi Orang Kaya, Otoritas Pajak Ini Dapat Tambahan Anggaran Rp1.181 T

Pada saat bersamaan, lanjut Zaev, pemerintah juga menyiapkan fasilitas PPN untuk konsumsi listrik yang berasal dari sumber energi terbarukan. Menurutnya, otoritas mendapatkan tantangan besar untuk memperluas jangkauan penggunaan listrik dari sumber yang ramah lingkungan.

Dia menjelaskan biaya investasi pada pembangkit listrik dari dari energi terbarukan sangat besar dan memengaruhi nilai jual listrik ke masyarakat yang lebih mahal daripada sumber energi fosil seperti batu bara. Untuk itu, pemerintah melakukan kebijakan intervensi.

Pertama, pemerintah akan memastikan tarif listrik dari sumber energi terbarukan tidak akan naik pada tahun ini. Kedua, pemerintah akan memangkas tarif PPN listrik dari sumber yang ramah lingkungan dari 18% menjadi 5%.

Baca Juga: Disetujui Senat, AS Bakal Kenakan Cukai Atas Buyback Saham

"PPN untuk listrik akan diturunkan menjadi 5% dari sebelumnya sebesar 18%. Insentif tersebut berlaku selama satu tahun," tutur Zaev.

Zaev menuturkan proyeksi tambahan penerimaan dari pungutan pajak lingkungan untuk konsumsi BBM mencapai €27,3 juta selama satu semester. Hasil pungutan tersebut akan didedikasikan pada investasi pembangkit listrik energi terbarukan.

"Dana tersebut [pajak lingkungan BBM] dimaksudkan untuk investasi pada energi terbarukan dan juga untuk mengimbangi kenaikan harga listrik dari kebijakan liberalisasi pasar penyedia listrik," ujarnya seperti dilansir balkangreenenergynews.com. (rig)

Baca Juga: Sedang Dikaji, Perluasan Cakupan Penerima Insentif Pajak Ini

Topik : makedonia utara, fasilitas pajak, PPN, insentif pajak, energi ramah lingkungan, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Henry Dharmawan

Kamis, 24 Juni 2021 | 10:55 WIB
Terima kasih DDTC selalu memberikan informasi kebijakan perpajakan lain yang menarik. Sangat diharapkan kebijakan ini bisa diterapkan di negara kita untuk mendorong berkembangnya sumber energi yang terbarukan dan ramah lingkungan.

Henry Dharmawan

Kamis, 24 Juni 2021 | 10:55 WIB
Terima kasih DDTC selalu memberikan informasi kebijakan perpajakan lain yang menarik. Sangat diharapkan kebijakan ini bisa diterapkan di negara kita untuk mendorong berkembangnya sumber energi yang terbarukan dan ramah lingkungan.
1

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 09:30 WIB
MALAYSIA

DPR Malaysia Akhirnya Sepakat Barang Online Kena Pajak 10 Persen

Kamis, 04 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Transaksi Mobil Bekas Kena PPN 1,1 Persen, Simak Lagi Penjelasan DJP

Kamis, 04 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Hadapi Risiko, Pengusaha Minta Insentif Pajak Diperpanjang Hingga 2023

berita pilihan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

BKF Proyeksi Inflasi Masih Akan Tinggi pada 1-2 Bulan ke Depan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Catat! DJP Punya Satgas Khusus untuk Bina dan Awasi Kepatuhan UMKM

Selasa, 09 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sri Mulyani Ungkap Tantangan Kemenkeu Kelola APBN Ketika Pandemi

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PERDAGANGAN

Tak Sesuai Standar, Kemendag Amankan Produk Baja Impor Rp41,6 Miliar

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Awasi Orang Kaya, Otoritas Pajak Ini Dapat Tambahan Anggaran Rp1.181 T

Selasa, 09 Agustus 2022 | 17:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Suami Meninggal, Bagaimana NPWP & Tunggakan Pajaknya? Begini Kata DJP

Selasa, 09 Agustus 2022 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani Ingin Isu Pajak Masuk dalam Pendidikan Kewarganegaraan

Selasa, 09 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KABUPATEN BLORA

Tunggakan Pajak Motor Daerah Ini Tembus Rp12 M, Mayoritas karena Lupa

Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:30 WIB
PER-03/PJ/2022

Faktur Pajak Dinyatakan Terlambat Dibuat, Begini Konsekuensinya

Selasa, 09 Agustus 2022 | 15:11 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pengumuman! 3 Aplikasi DJP Tidak Bisa Diakses Sementara Sore Ini