Berita
Jum'at, 30 September 2022 | 19:29 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 18:11 WIB
KERJA SAMA PAJAK INTERNASIONAL
Jum'at, 30 September 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Jum'at, 30 September 2022 | 17:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Review
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 September 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Komunitas
Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Jum'at, 30 September 2022 | 11:54 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Kamis, 29 September 2022 | 16:42 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Kamis, 29 September 2022 | 14:09 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase

Buntut Tarif Pajak Naik, Hyundai Naikkan Harga Mobilnya

A+
A-
0
A+
A-
0
Buntut Tarif Pajak Naik, Hyundai Naikkan Harga Mobilnya

Hyundai Elantra (foto: https://www.hyundai-nishat.com/elantra)

ISLAMABAD, DDTCNews – Pabrikan mobil asal Korea Selatan, Hyundai, memutuskan menaikkan harga jual produknya di Pakistan. Meski belum ada pengumuman detail tentang tingkat kenaikan harga jual, sejumlah pihak meyakini lompatan angkanya bakal cukup tinggi.

Kenaikan harga jual ini diambil untuk merespons kebijakan pemerintah setempat yang mulai meningkatkan tarif pajak penjualan dan pajak kendaraan yang dipungut oleh pemerintah provinsi.

Analis riset Adnan Sami Sheikh mengatakan kenaikan harga dapat berdampak pada penjualan Hyundai. Kenaikan harga pada mobil Hyundai dapat membuat masyarakat beralih menggunakan merek lainnya, seperti KIA.

Baca Juga: Apa Itu Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah?

"Kenaikan harga dapat berdampak pada penjualan perusahaan karena keluarnya pemain baru, KIA lebih terkenal dan pelanggan bisa berganti merek," kata Sheikh dikutip dari globalvillagespace.com, Sabtu (29/1/2022).

Diumumkan sebelumnya oleh Otoritas Pajak Pakistan, pemerintah provinsi telah menaikkan pajak kendaraan dengan kapasitas mesin yang lebih tinggi. Pajak atas kendaraan di atas 1000cc telah ditingkatkan menjadi PKR100.000, dari sebelumnya PKR50.000.

Kemudian, pajak untuk kendaraan 1001cc hingga 2000cc juga meningkat menjadi PKR200.000 dari yang semula PKR100.000. Berikutnya, pajak untuk kendaraan dengan 2001cc ke atas dikenakan angka PKR400.000.

Baca Juga: Sekjen PBB Dukung Pembentukan 'UN Tax Convention'

Tiga tipe mobil Hyundai, seperti Tucson, Elantra, dan satu varian Sonata masuk dalam kategori 1.301cc hingga 2.000cc. Dengan demikian, ketiga mobil ini akan dikenakan Federal Excise Duty (FED) sebesar 5% yang semula 2,5% dan kenaikan pajak penjualan.

Sebagai gambaran, harga Hyundai Elantra di Pakistan naik menjadi PKR4,4 juta per unit dari sebelumnya hanya PKR4,00 juta per unit. Terdapat kenaikan harga kendaraan sekitar PKR400 ribu. Kemudian, harga untuk jenis Hyundai Porter atau H-100 meningkat sebesar PKR150.000 per unit untuk semua varian. (vallencia/sap)

Baca Juga: Siap-Siap! Aplikasi e-SPT PPN 1107 PUT Versi 2022 Dirilis Awal Oktober

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : pajak internasional, pajak penjualan, PPN, pajak kendaraan, Pakistan

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 26 September 2022 | 15:30 WIB
PROVINSI SULAWESI TENGAH

Pemprov Beri Diskon Denda Pajak Kendaraan untuk Angkutan Umum

Senin, 26 September 2022 | 13:30 WIB
PROVINSI KALIMANTAN UTARA

Tinggal 4 Hari! Wajib Pajak Diimbau Manfaatkan Pembebasan BBNKB II

Senin, 26 September 2022 | 13:05 WIB
PER-03/PJ/2022

Tidak Ada Sanksi untuk NSFP yang Tidak Dikembalikan, Begini Kata DJP

Senin, 26 September 2022 | 12:35 WIB
THAILAND

Insentif Perpajakan Ampuh Dongkrak Penjualan Kendaraan Listrik

berita pilihan

Jum'at, 30 September 2022 | 19:29 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Perseroan Perorangan Bisa Pilih Pakai Tarif PPh Final UMKM PP 23/2018

Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK

Pentingnya Masyarakat Melek Pajak, Ulasan Profesional DDTC di ITR

Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah?

Jum'at, 30 September 2022 | 18:11 WIB
KERJA SAMA PAJAK INTERNASIONAL

Sekjen PBB Dukung Pembentukan 'UN Tax Convention'

Jum'at, 30 September 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Perbaiki Keseimbangan Primer, Kemenkeu: Setoran Pajak Harus Meningkat

Jum'at, 30 September 2022 | 17:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pindah Alamat ke KPP Lain, WP Cabang Harus Ajukan Penghapusan NPWP

Jum'at, 30 September 2022 | 17:19 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Hari Oeang ke-76, Sri Mulyani Minta Jajarannya Sigap Hadapi Tantangan

Jum'at, 30 September 2022 | 17:00 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Nama Lengkap AR Bisa Dicek di DJP Online, Begini Caranya

Jum'at, 30 September 2022 | 16:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Dashboard DJP Juga Bakal Pantau Realisasi Investasi Peserta PPS

Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022

Mengantisipasi Risiko Emigrasi Wajib Pajak Orang Kaya