INFLASI TAHUNAN

Harga Pangan dan Bensin Dorong Inflasi Oktober 2026 ke 3,23 Persen

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Senin, 02 November 2026 | 12.00 WIB
Harga Pangan dan Bensin Dorong Inflasi Oktober 2026 ke 3,23 Persen
<p>Salah satu slide yang dipaparkan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono pada Senin (2/11/2026).</p>

JAKARTA, DDTCNews - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) pada Oktober 2026 mencapai 3,23%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan inflasi September 2026 sebesar 3,28%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan inflasi tahunan pada Oktober 2026 utamanya dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 4,82%.

"Kelompok tersebut memberikan andil sebesar 1,40 poin persentase terhadap inflasi tahunan," katanya, Senin (2/11/2026).

Ateng menambahkan komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil inflasi antara lain cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, sigaret kretek mesin (SKM), dan daging sapi.

Selain itu, kelompok transportasi juga mengalami inflasi sebesar 4,87% dengan andil sebesar 0,59 poin persentase terhadap inflasi tahunan.

Inflasi pada kelompok transportasi terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, serta biaya pemeliharaan atau servis mobil.

BPS juga mencatat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi sebesar 4,52%. Kelompok tersebut memberikan andil sebesar 0,32 poin persentase terhadap inflasi tahunan pada Oktober 2026.

"Inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya terutama terjadi pada komoditas emas perhiasan. Jadi untuk year on year, emas perhiasan masih mengalami inflasi," ujar Ateng.

Lebih lanjut, Ateng menyampaikan inflasi pada komponen inti, harga yang diatur pemerintah, dan harga bergejolak menunjukkan perkembangan yang berbeda.

Pada Oktober 2026, komponen inti tercatat mengalami inflasi sebesar 2,56%, lebih tinggi dibandingkan dengan Oktober 2025 sebesar 2,36%. Komponen ini memberikan andil inflasi terbesar, yakni 1,64 poin persentase.

"Adapun komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, yaitu emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, laptop, notebook, dan juga pelumas atau oli mesin," tutur Ateng.

Selanjutnya, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 3,24%, meningkat dibandingkan dengan Oktober 2025 sebesar 1,45%. Komponen ini memberikan andil sebesar 0,60 poin persentase terhadap inflasi tahunan.

Ateng menyebutkan beberapa komoditas yang menyumbang inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah, yaitu bensin, tarif angkutan udara, SKM, dan bahan bakar rumah tangga.

Sementara itu, komponen harga bergejolak mengalami inflasi tahunan sebesar 5,81%, lebih rendah dibandingkan dengan Oktober 2025 sebesar 6,59%. Komponen ini memberikan andil sebesar 0,96 poin persentase terhadap inflasi tahunan.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak antara lain cabai rawit, beras, daging ayam ras, daging sapi, tomat, dan cabai merah.

BPS juga mencatat inflasi bulanan (month-to-month/mtm) pada Oktober 2026 mencapai 0,22%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulanan September 2026 sebesar 0,30%. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.