Academy - EB - TP FMCG 2026
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
Academy - SPT PPh Badan September 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
INTERNATIONAL TAX CONFERENCE 2026

Masalah Sektor Informal Belum Tuntas, Dosen UGM Tawarkan Solusi Ini

[DDTCNews] Muhamad Wildan
Rabu, 16 September 2026 | 17.12 WIB
Masalah Sektor Informal Belum Tuntas, Dosen UGM Tawarkan Solusi Ini
<table style="width:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Rimawan Pradiptyo dalam acara <em>International Tax Conference 2026</em>, Rabu (16/9/2026).</p> </td> </tr> </tbody> </table>

JAKARTA, DDTCNews - Informalitas usaha dipandang sebagai salah satu masalah yang belum bisa diselesaikan oleh pemerintah sejak Indonesia merdeka pada 81 tahun yang lalu.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) Rimawan Pradiptyo mengatakan hingga saat ini perekonomian Indonesia masih didominasi oleh sektor informal.

"Jika kita melihat sektor mana pun baik itu sektor riil atau sektor keuangan, informalitas itu ada di mana-mana di Indonesia," ujar Rimawan dalam International Tax Conference 2026, Rabu (16/9/2026).

Rimawan mengatakan salah satu faktor yang menyebabkan sektor informal belum tertangani dengan baik adalah tidak adanya definisi UMKM yang jelas. Definisi yang jelas mengenai UMKM diperlukan mengingat mayoritas UMKM masih beroperasi secara informal.

"Regulasi yang ada masih saling bertentangan antara satu dengan yang lain. Dampaknya, kita tidak memiliki definisi yang terintegrasi terkait apa itu UMKM," ujar Rimawan.

Menurut Rimawan, game theory menawarkan model yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengurangi informalitas dan mendorong formalisasi usaha.

Pemerintah perlu mengupayakan formalisasi perekonomian menggunakan strategi yang ditawarkan pada suatu model game theory bernama stag hunt.

Dalam model ini, para pihak akan memperoleh hasil yang lebih besar bila mereka memutuskan untuk bekerja sama. Bila para pihak tidak bersedia untuk bekerja sama, para pihak akan memperoleh hasil yang lebih kecil.

Namun, agar para pihak bisa bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, para pihak harus memiliki rasa saling percaya antara satu dengan yang lain.

Dalam konteks formalisasi usaha, pemerintah perlu meningkatkan kepercayaan pelaku usaha dengan meningkatkan kualitas institusi dan informasi. Kepercayaan diperlukan agar pelaku usaha bersedia bekerja sama dengan pemerintah dan mengikuti program formalisasi usaha yang diagendakan.

"Kita perlu menerapkan strategi ini pada tingkat nasional. Komitmen ini harus datang dari tingkat nasional, bukan hanya dari Kementerian Keuangan saja. Inilah tantangan dan permasalahan yang kita hadapi," ujar Rimawan. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.