JAKARTA, DDTCNews - Profesional DDTC kembali membuktikan kapabilitasnya di level dunia. Kali ini, seorang profesional DDTC, yakni Manager of DDTC Consulting Verawaty, memperoleh pengakuan dari International Bureau of Fiscal Documentation (IBFD) melalui sertifikasi IBFD Advanced Professional Certificate in Transfer Pricing - 2 (APCTP).
Vera menjadi profesional DDTC pertama yang berhasil menyelesaikan 4 topik kursus dan seluruh rangkaian asesmen yang disyaratkan IBFD. Program sertifikasi ini berlangsung selama 6 bulan dengan pembelajaran yang dilakukan secara daring.
"Sertifikasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena program sertifikasi ini memberikan wawasan konseptual yang baru serta pemahaman yang lebih mendalam, khususnya terkait transfer pricing bahkan sampai ke sisi teknis dan praktik global yang berlaku," kata Vera, Rabu (29/4/2026).
Oleh karena itu, Vera melanjutkan, sertifikasi ini layak diperjuangkan perolehannya, khususnya bagi yang ingin meningkatkan kompetensi profesional. Program ini juga melatih analytical thinking melalui case study dan model answer yang bisa menjadi insight dalam menghadapi isu-isu berkaitan di kemudian hari.
Empat Topik Kursus
Secara terperinci, ada 4 topik kursus yang diikuti Vera dalam rangkaian sertifikasi IBFD ini. Keempatnya adalah Transfer Pricing and Business Restructuring, Transfer Pricing Controversy, Transfer Pricing and Indirect Taxes, dan Operational Transfer Pricing
Pada pembelajaran mengenai Transfer Pricing and Business Restructuring, materi difokuskan pada transformasi model bisnis dan restrukturisasi usaha dalam kelompok usaha multinasional. Peserta mempelajari dampak digital transformation terhadap value chain, analisis restrukturisasi bisnis berdasarkan prinsip arm’s length, penentuan kompensasi atas transfer value, hingga berbagai isu pasca restrukturisasi seperti permanent establishment risk, tax accounting considerations, dan global value chain analysis.
Kemudian dalam silabus Transfer Pricing Controversy, peserta dibekali pemahaman mengenai strategi menghadapi sengketa transfer pricing, termasuk manajemen risiko, transfer pricing audit, dispute prevention and resolution, hingga teknik negosiasi dengan otoritas pajak. Program ini juga membahas pemanfaatan teknologi dan data analytics dalam proses risk assessment serta perkembangan tren sengketa transfer pricing di berbagai yurisdiksi global.
Adapun dalam silabus Transfer Pricing and Indirect Taxes, peserta mempelajari hubungan antara transfer pricing dengan pajak tidak langsung, seperti VAT and customs, khususnya dalam konteks global supply chain. Materi mencakup pengaruh transfer pricing adjustments terhadap VAT dan customs valuation, pengembangan tax process yang selaras antara transfer pricing dan indirect taxes, serta tantangan administrasi dan kepatuhan lintas yurisdiksi.
Terakhir, melalui materi Operational Transfer Pricing, peserta mempelajari pengelolaan transfer pricing secara operasional, mulai dari tata kelola, proses monitoring harga transfer, segmentasi laba rugi, hingga penerapan teknologi dalam pengawasan transfer pricing dan pengelolaan transaksi intra-grup. Materi juga mencakup pengaturan harga transfer atas transaksi barang berwujud, jasa intra-grup, dan alokasi biaya dalam perusahaan multinasional.
Diraihnya sertifikasi Advanced Professional Certificate in Transfer Pricing – 2 (APCTP) oleh Vera menunjukkan penguasaan yang kuat terhadap isu transfer pricing lanjutan, termasuk aspek operasional, restrukturisasi bisnis, sengketa perpajakan internasional, serta implikasi transfer pricing terhadap indirect taxes dalam transaksi lintas negara.
Tak lupa, Vera turut menyampaikan terima kasihnya kepada Founder DDTC, yakni Darussalam dan Danny Septriadi. Vera meyakini capaian ini bisa mendorongnya untuk memberikan kontribusi positif bagi perusahaan.
"Saya berharap pembelajaran yang diperoleh dari program sertifikasi ini dapat diterapkan dan memberikan nilai tambah baik bagi perkembangan dan kebutuhan tim maupun perusahaan di masa mendatang," katanya.
Komitmen DDTC dalam mendukung pengembangan kapasitas profesional selalu tecermin dari konsistensi perusahaan dalam memfasilitasi berbagai program pembelajaran. Melalui partisipasi dalam pelatihan, termasuk sertifikasi pajak dari lembaga internasional, DDTC berupaya memastikan setiap profesionalnya memiliki akses terhadap wawasan terkini, praktik terbaik, serta perkembangan standar kepatuhan pajak global. Baca 'Reputasi Makin Mendunia, DDTC Didukung Profesional yang Diakui Global'.
Upaya tersebut juga sejalan dengan visi DDTC untuk membangun ekosistem profesional perpajakan yang kompeten, adaptif, dan berintegritas.
Dengan terus mendorong peningkatan kompetensi melalui pelatihan, sertifikasi, dan forum pengetahuan internasional, DDTC berharap para profesionalnya mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal dalam mendukung praktik perpajakan yang sehat dan berkualitas di Indonesia. (sap)
