JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan mengenai maraknya penawaran jasa joki untuk melaporkan aktivasi akun dan SPT Tahunan via coretax di media sosial.
Purbaya menilai bisnis baru seperti joki coretax muncul karena orang memanfaatkan peluang saat melihat banyak wajib pajak yang kesulitan dalam mengakses coretax. Dia pun berjanji untuk membenahi coretax agar lebih mudah digunakan oleh wajib pajak, tanpa perlu memakai jasa joki.
"Di ekonomi 'kan kalau ada kesempatan pasti ada yang masuk ke situ. Ke depan kita betulin sehingga coretax tidak perlu pakai joki," ujarnya kepada awak media di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (6/4/2026).
Purbaya mengaku baru mengetahui ada celah pada penerapan coretax yang bisa dimanfaatkan atau dimonetisasi oleh orang-orang. Di sisi lain, dia menilai desain coretax memang cukup kompleks sehingga wajib pajak kerap mengalami kendala teknis.
Namun, dia menyatakan Ditjen Pajak (DJP) tidak bisa langsung mengubah sistem administrasi perpajakan skala besar seperti coretax dalam waktu dekat. Menurutnya, otoritas membutuhkan waktu untuk menyempurnakan coretax yang baru diimplementasikan sejak Januari 2025 ini.
"Karena saya baru kurang dari sebulan lalu, bahwa ada ruang untuk orang masuk di tengah coretax sana. Jadi seperti coretax diciptakan kelemahan supaya ada bisnis di tengahnya. Nanti saya beresin," ucap Purbaya.
Sebagai informasi, bertepatan dengan masa pelaporan SPT Tahunan, muncul banyak akun media sosial yang menjajakan jasa joki coretax kepada wajib pajak. Jasa yang ditawarkan antara lain aktivasi akun coretax serta pengisian SPT Tahunan orang pribadi dan badan.
Jasa joki coretax tersebut dibanderol mulai dari Rp20.000 hingga Rp100.000. Adapun unggahan mengenai joki coretax telah tersebar luas di media sosial seperti Threads dan Tiktok.
Selain orang yang menawarkan jasa joki coretax, di media sosial banyak pula warganet yang mencari dan menanyakan jasa tersebut karena tidak mau repot dengan urusan coretax. (dik)
