JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengimpor komoditas energi dari Amerika Serikat (AS), yang sebagian besar merupakan bahan bakar fosil, berdasarkan agreement on reciprocal trade.
Kemenko Perekonomian menyebutkan berdasarkan kesepakatan timbal balik tersebut, Indonesia akan mengimpor antara lain batu bara metalurgi (metallurgical coal) atau coking coal, liquified petroleum gas (LPG), minyak mentah (crude oil), dan bensin olahan (refined gasoline).
"Sebagai strategi menyeimbangkan perdagangan luar negeri dan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri, Indonesia setuju untuk melakukan pembelian metallurgical coal, LPG, crude oil, dan refined gasoline," tulis Kemenko Perekonomian dalam keterangannya, dikutip pada Senin (23/2/2026).
Selain komoditas energi, pemerintah juga menyetujui pembelian pesawat buatan AS beserta komponen dan jasa penerbangannya.
Pemerintah meyakini kesepakatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri jasa penerbangan secara nasional maupun regional.
Tidak hanya itu, Indonesia juga akan meningkatkan pembelian produk pertanian dari AS. Rencananya, produk pertanian akan dipakai untuk bahan baku kebutuhan industri makanan dan minuman tertentu, serta industri tekstil dalam negeri.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump telah menandatangani agreement on reciprocal trade pada 19 Februari 2026. Melalui perjanjian perdagangan itu, kedua negara menetapkan kesepakatan besaran tarif bea masuk resiprokal.
Kemudian, keduanya juga menyepakati pengecualian tarif bagi produk-produk unggulan Indonesia yang bakal dipasok ke pasar AS seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, karet, dan tekstil. (dik)
