PENERIMAAN PAJAK

Shortfall Pajak Diproyeksi Melebar, Begini Kata Purbaya

Aurora K. M. Simanjuntak
Kamis, 01 Januari 2026 | 14.30 WIB
Shortfall Pajak Diproyeksi Melebar, Begini Kata Purbaya
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) dan Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu (kanan) memberikan keterangan pada konferensi pers APBN Kita edisi Desember 2025 di Jakarta, Kamis (18/12/2025). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/YU</p>

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa penerimaan pajak pada tahun 2025 mengalami tekanan dan diperkirakan tidak mencapai target atau shortfall.

Purbaya mengeklaim salah satu faktor yang menekan penerimaan pajak ialah kondisi perekonomian nasional yang kurang stabil pada awal hingga pertengahan tahun ini.

"[Kondisi penerimaan pajak] diumumkan minggu depan. Pajak seperti yang Anda lihat sebelum-sebelumnya, berada di bawah target APBN. Jadi kita enggak memungkiri ada tekanan karena ekonomi jelek beberapa bulan sebelumnya, 9 bulan pertama tahun ini," ungkapnya, dikutip pada Kamis (1/1/2026).

Selain itu, Purbaya menilai penerimaan pajak mengalami shortfall lantaran pemerintah menunda pemungutan pajak baru karena kondisi perekonomian sedang melemah. Menurutnya, pungutan pajak baru akan lebih efektif dan berdampak terhadap penerimaan negara bila dilakukan saat ekonomi sudah membaik.

Jadi, tidak ada jenis pajak baru ataupun kenaikan pajak pada 2025 dan tahun ini. Menkeu menegaskan kebijakan countercyclical seperti ini perlu diambil supaya pemulihan ekonomi berjalan lancar, dan hasilnya bisa terlihat dalam waktu dekat.

"Jadi kita lakukan kebanyakan countercyclical yang secara tidak langsung, di mana saya tidak membebani ekonomi secara berlebihan sehingga proses recovery yang baru terjadi bisa berjalan terus. Ini saya yakin akhir triwulan I/2026 terlihat jelas bahwa ekonomi kita memang bergerak ke arah yang semakin cepat," tutur Purbaya.

Kendati demikian, Purbaya enggan membeberkan realisasi penerimaan pajak tahun fiskal 2025 karena masih menunggu hasil rekapitulasi keseluruhan tahun 2025. Dia hanya memprediksi kemungkinan akan terjadi pelebaran shortfall pajak.

Untuk diketahui, target penerimaan pajak dalam APBN 2025 dipatok senilai Rp2.189,31 triliun. Namun, pemerintah memproyeksikan outlook setoran pajak hingga akhir 2025 mencapai Rp2.076,9 triliun atau hanya 94,8% dari target APBN 2025.

Sementara itu, target penerimaan pajak dalam APBN 2026 ditetapkan senilai Rp2.357,7 triliun. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.