HANOI, DDTCNews - Pemerintah Vietnam memutuskan untuk kembali menetapkan tarif pajak 0% atas bahan bakar minyak (BBM).
Tarif pajak 0% atas BBM ini berlaku mulai 1 November 2026 hingga 31 Maret 2027. Kebijakan tersebut bertujuan menstabilkan harga serta meredam inflasi di tengah volatilitas energi global.
"Penurunan tarif tersebut ditetapkan melalui Keputusan No. 45/2026/NQ-CP yang ditandatangani Wakil Perdana Menteri Nguyen Van Thang pada 31 Oktober 2026," bunyi pernyataan pemerintah, dikutip pada Selasa (3/11/2026).
Penetapan tarif pajak 0% atas bensin menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar BBM dan memastikan ketahanan energi.
Berdasarkan ketentuan tersebut, tarif pajak konsumsi khusus atas seluruh jenis bensin ditetapkan sebesar 0% selama periode pemberlakuan kebijakan. Pemerintah juga membuka kemungkinan untuk memperpendek atau memperpanjang masa berlaku kebijakan apabila diperlukan.
Perubahan durasi insentif pajak atas BBM dapat diajukan oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan kepada Kementerian Keuangan dengan mempertimbangkan perkembangan sosial dan ekonomi.
Sebelumnya, berdasarkan UU Pajak Konsumsi Khusus yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026, tarif pajak konsumsi khusus ditetapkan sebesar 10% untuk bensin konvensional, 8% untuk bensin nabati E5, dan 7% untuk bensin nabati E10.
Pemangkasan tarif menjadi 0% ini bukan kali pertama dilakukan pemerintah Vietnam. Kebijakan serupa juga pernah diterapkan pada akhir Maret hingga akhir Juni 2026 sebagai langkah untuk menjaga stabilitas pasar BBM.
Dilansir en.vneconomy.vn, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan dalam proposal yang disampaikan kepada Kementerian Keuangan menjelaskan pajak konsumsi khusus berkontribusi sekitar 6,69% terhadap komponen pembentuk harga dasar bensin. Dengan demikian, penurunan tarif pajak konsumsi khusus menjadi 0% berpotensi menurunkan harga jual eceran bensin dalam besaran yang setara.
Namun, dampak tersebut juga bergantung pada faktor-faktor lain yang memengaruhi pembentukan harga BBM. (dik)
