LONDON, DDTCNews - Majelis hakim pada kamar pajak First Tier Tribunal (FTT) Inggris melalui putusannya menyatakan wasit sepak bola di Inggris adalah pekerja lepas (self-employed) dan bukan merupakan pegawai dari Professional Game Match Officials Limited (PGMOL).
Terbitnya putusan ini dilatarbelakangi pengajuan banding oleh PGMOL atas ketetapan otoritas pajak Inggris (HMRC) yang mewajibkan PGMOL untuk melakukan pemotongan pajak dan national insurance contribution (NIC) atas remunerasi yang diterima wasit.
Menurut HMRC, wasit memiliki hubungan kerja dengan PGMOL sehingga wasit bisa dikategorikan sebagai pegawai untuk keperluan perpajakan. Implikasinya, PGMOL wajib memotong pajak dan NIC atas remunerasi yang dibayarkan kepada wasit. Hadirnya putusan FTT resmi menggugurkan pandangan HMRC tersebut.
"Wasit adalah profesional yang berpartisipasi secara sukarela dalam regulated framework dan melaksanakan pekerjaan guna memperoleh imbalan sembari tetap mempertahankan otonomi dan kemandirian yang substansial," bunyi putusan FTT, dikutip pada Kamis (7/5/2026).
FTT melalui putusannya menyatakan wasit bukanlah pegawai PGMOL karena, pertama, wasit sepak bola di Inggris memiliki sumber pendapatan lain dan tidak bergantung secara ekonomi kepada PGMOL.
Kedua, wasit di Inggris bisa menerima ataupun menolak penugasan. Ketiga, wasit terikat pada aturan (Laws of the Game) yang ditetapkan oleh Asosiasi Sepak Bola (Football Association/FA), bukan mengikuti perintah PGMOL.
Ketika memimpin pertandingan, wasit tidak mengikuti perintah PGMOL dan terikat pada Laws of the Game yang ditetapkan oleh FA. Pengawasan atas kepatuhan wasit sepak bola Inggris terhadap Laws of the Game juga dilaksanakan oleh FA, bukan PGMOL.
Meski sudah diputus, perlu dicatat bahwa HMRC masih bisa mengajukan kasasi atas putusan FTT terkait hal ini. HMRC pun mengungkapkan masih menimbang-nimbang sebelum memutuskan untuk mengajukan kasasi atas putusan FTT.
"Kami sudah mengetahui putusan FTT dan sedang mempertimbangkan langkah lanjutan secara cermat," ungkap HMRC melalui juru bicaranya dilansir contractoruk.com. (dik)
