KENYA

Negara Ini Siapkan Insentif Pajak untuk Suku Cadang Mobil Listrik

Redaksi DDTCNews
Jumat, 06 Februari 2026 | 13.00 WIB
Negara Ini Siapkan Insentif Pajak untuk Suku Cadang Mobil Listrik
<p>Ilustrasi.</p>

NAIROBI, DDTCNews - Pemerintah Kenya menyiapkan insentif pajak khusus untuk mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik.

Insentif pajak akan diberikan untuk suku cadang kendaraan listrik dan stasiun pengisian daya kendaraan listrik. Pemberian insentif pajak ini diharapkan mampu menarik investor masuk ke industri kendaraan listrik sekaligus mempercepat transisi energi.

"Kendaraan listrik sangat penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil impor, dan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui manufaktur lokal dan penciptaan lapangan kerja," kata Menteri Transportasi Davis Chirchir, dikutip pada Jumat (6/2/2026).

Dalam beberapa tahun terakhir, Kenya telah memberikan insentif untuk kendaraan listrik, termasuk PPN 0% untuk bus, sepeda, dan sepeda motor listrik, serta baterai lithium-ion. Selain itu, pemerintah menawarkan tarif bea masuk yang lebih rendah untuk kendaraan listrik tertentu.

Kali ini, pemerintah bakal memberikan pembebasan PPN dan bea masuk untuk suku cadang kendaraan listrik dan stasiun pengisian daya kendaraan listrik. Fasilitas tersebut mulai berlaku pada Juli 2026.

Berbagai insentif pajak tersebut diyakini mampu mendorong masyarakat beralih dari menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil menjadi listrik. Pemerintah juga menargetkan 3.000 unit kendaraan listrik akan beroperasi di kantor kementerian-kementerian pada akhir 2027.

Kenya telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 32% pada 2030 berdasarkan Paris Agreement tentang perubahan iklim. Guna mencapai target tersebut, pemerintah berupaya mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil, yang dianggap penyumbang utama emisi karbon.

Di Kenya, pasar kendaraan listrik mulai berkembang pesat. Kendaraan listrik yang terdaftar meningkat dari 796 unit pada 2022 menjadi 24.754 unit pada 2025. Sebagian besar kendaraan listrik tersebut berupa sepeda motor listrik, bus listrik, dan kendaraan angkutan kota listrik.

Penjualan kendaraan listrik, termasuk sepeda motor, bus, dan mobil pribadi, diperkirakan akan menyamai penjualan kendaraan berbahan bakar gas dan diesel pada 2042, menandai pergeseran struktural dalam sistem transportasi Kenya.

"Kami kini telah meletakkan dasar bagi sistem transportasi yang lebih bersih, lebih efisien, dan lebih berkelanjutan yang sepenuhnya selaras dengan komitmen iklim kami," ujar Menteri Utama Bidang Transportasi Mohammed Daghar dilansir abcnews.go.com.

Kebijakan kendaraan listrik terus berkembang di sebagian besar negara Afrika. Rwanda dan Mesir telah memperkenalkan kombinasi insentif fiskal dan nonfiskal untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik.

Di kedua negara tersebut, perusahaan yang terlibat dalam manufaktur dan perakitan kendaraan listrik mendapatkan tax holiday. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.