Berita
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:27 WIB
SE-38/PJ/2020.
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:11 WIB
SE-38/PJ/2020.
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:57 WIB
MULTILATERAL INSTRUMENT ON TAX TREATY
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:27 WIB
PMK 83/2020
Review
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 30 Juni 2020 | 09:33 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Banyak Perusahaan Norwegia yang Hengkang ke New York, Ada Apa?

A+
A-
3
A+
A-
3
Banyak Perusahaan Norwegia yang Hengkang ke New York, Ada Apa?

Ilustrasi. 

JAKARTA, DDTCNews – Banyak perusahaan Norwegia yang melarikan diri ke New York untuk menikmati beban pajak yang lebih rendah.

Ola Forsstrom-Olsson, Penasihat Senior Innovation Norway Kantor New York mengatakan banyak perusahaan yang berpindah karena derasnya arus investasi yang masuk. Hal ini bisa jadi karena total beban pajak Norwegia hampir 45% PDB, hampir dua kali lipat dari beban pajak di Amerika Serikat.

“New York adalah pusat keuangan dan salah satu daerah dengan pertumbuhan tercepat di dunia dalam hal investasi modal. Pasar di sana juga jauh lebih besar daripada pasar domestik Norwegia,” ungkapnya, seperti dikutip pada Rabu (11/7/2019).

Baca Juga: Demi Keadilan Berusaha, DPR Sepakati Vape Kena Cukai 7%

Tarif pajak pertambahan nilai (PPN) di Norwegia mencapai 25%. Tarif pajak penghasilan (PPh) orang pribadi hingga 55%, sedangkan pajak perusahaan berkisar antara 28% hingga 78%. Tak hanya itu, Norwegia bahkan memiliki pajak kekayaan langsung (wealth tax).

Rata-rata rumah tangga Norwegia membayar sekitar US$70.000 (sekitar Rp984,1 juta) per tahun pajak. Jika diakumulasikan dengan pajak minyak, pendapatan yang dipungut pemerintah mencapai lebih dari US$100.000 (sekitar Rp 1,4 miliar) per rumah tangga.

Norwegia secara harfiah mengikuti ideologi Karl Marx. Bahkan situs laman resmi otoritas pajak Norwegia menyatakan sistem pajaknya didasarkan pada prinsip setiap orang harus membayar pajak sesuai dengan kemampuan mereka dan menerima layanan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Baca Juga: OECD: AS Tidak Mundur dari Pembahasan Konsensus Global Pajak Digital

Sistem sosialis di Norwegia telah menghambat kreativitas dan membuat perusahaan asal Norwegia tidak banyak dikenal. Simon Black, seorang konservatif – filsafat politik yang mendukung nilai tradisional – menuliskan jika Norwegia menurunkan standar untuk semua orang.

“Untuk menjaga agar setiap masyarakat berada pada tingkatan yang sama, Norwegia menciptakan penghalang berupa batasan kebebasan ekonomi untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi,” tulis Simon Black di blog kapitalis Sovereign Man.

Dilansir The Jewish Voice banyak perusahaan New York merekrut tenaga kerja dari Norwegia untuk bergabung dengan mereka. Saat ini ada lebih dari 250.000 orang Skandinavia—Amerika di New York, termasuk orang-orang dari Norwegia, Denmark, dan Swedia. (MG-nor/kaw)

Baca Juga: Dorong Warga Berwisata, Insentif Kredit Pajak Disiapkan
Topik : Norwegia, Amerika Serikat, New York
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Minggu, 19 April 2020 | 07:00 WIB
AMERIKA SERIKAT
Senin, 13 April 2020 | 16:21 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Rabu, 08 Juli 2020 | 18:00 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ANDORRA
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:54 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:39 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:27 WIB
SE-38/PJ/2020.
Rabu, 08 Juli 2020 | 17:11 WIB
SE-38/PJ/2020.
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:57 WIB
MULTILATERAL INSTRUMENT ON TAX TREATY
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:27 WIB
PMK 83/2020
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:27 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 08 Juli 2020 | 16:10 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:55 WIB
SE-39/PJ/2020