Berita
Minggu, 19 September 2021 | 12:00 WIB
PROVINSI LAMPUNG
Minggu, 19 September 2021 | 11:30 WIB
PENERIMAAN CUKAI
Minggu, 19 September 2021 | 11:00 WIB
REPUBLIK CEKO
Minggu, 19 September 2021 | 10:30 WIB
KABUPATEN MALANG
Review
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 September 2021 | 17:06 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 17 September 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 17 September 2021 | 17:58 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 17 September 2021 | 16:56 WIB
PROFIL PERPAJAKAN MAKAU
Jum'at, 17 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Rabu, 01 September 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Komunitas
Sabtu, 18 September 2021 | 13:13 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Jum'at, 17 September 2021 | 21:39 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 17 September 2021 | 14:00 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Kamis, 16 September 2021 | 11:44 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Apa Itu Tarif Efektif dalam PPN?

A+
A-
1
A+
A-
1
Apa Itu Tarif Efektif dalam PPN?

TARIF efektif merupakan istilah yang kerap dijumpai dalam berbagai ketentuan pajak pertambahan nilai (PPN). Misalnya, dalam Siaran Pers BKF No. SP-6/BKF/2020 yang dipublikasikan Selasa (4/8/2020) menyatakan tarif efektif PPN produk pertanian tertentu turun menjadi 1%.

Istilah tarif efektif PPN juga tercantum dalam Pasal 4 PMK 174/2015 s.t.d.d PMK 207/2016. Pasal tersebut menyatakan tarif yang diterapkan dalam pengenaan PPN atas penyerahan hasil tembakau adalah tarif efektif sebesar 9,1%. Lantas, sebenarnya apa itu tarif efektif dalam PPN?

Definisi
MERUJUK IBFD International Tax Glossary (2015) tarif pajak efektif adalah tarif yang menunjukkan beban pajak aktual yang ditanggung wajib pajak. Tarif ini tidak hanya memperhitungkan tarif berdasarkan undang-undang, tetapi juga aspek lain dalam menentukan besarnya pajak yang dibayarkan.

Baca Juga: Apa Itu PKP Kegiatan Usaha Tertentu?

Dalam konteks PPN, pada dasarnya tarif efektif adalah tarif standar atas suatu harga yang di dalamnya sudah termasuk PPN. Jadi, jika penghitungan PPN dengan tarif standar langsung dikalikan dengan dasar pengenaan pajak (DPP) PPN, maka untuk tarif efektif penghitungan PPN dilakukan dengan rumus tertentu (Darussalam, Septriadi, Dhora, 2018).

Istilah tarif efektif dalam PPN juga mengacu pada besaran tarif PPN umum sebesar 10% yang dikalikan dengan DPP yang tidak atau kurang dari 100% (Mukarromah, 2018).

Adapun tarif standar mengacu pada tarif PPN yang berlaku secara umum untuk seluruh penyerahan barang atau jasa, kecuali diatur lain. Saat ini, tarif standar PPN yang berlaku di Indonesia ditetapkan sebesar 10% (Pasal 7 ayat (1) UU PPN).

Baca Juga: Apa Itu Opsen Pajak?

Sementara itu, DPP PPN umumnya diartikan sebagai harga yang dibebankan oleh pihak yang menyerahkan barang dan/atau jasa atas penyerahan yang dilakukannya. Singkatnya, DPP PPN adalah harga barang dan/atau jasa yang diserahkan.

Contoh, apabila A menjual barang kepada B seharga 50, DPP PPN atas transaksi ini adalah sebesar 50 sehingga PPN terutang dapat diketahui dengan mengalikan DPP PPN sebesar 50 tersebut dengan tarif PPN yang berlaku (Alan Schenk dan Oliver Oldman, 2007).

Umumnya, DPP dalam PPN merujuk pada harga jual, penggantian, nilai impor dan nilai ekspor. Namun, untuk menjamin rasa keadilan dalam hal tertentu, Menteri Keuangan dapat menetapkan nilai lain sebagai DPP (Pasal 8A ayat (2) UU PPN). Simak “Memahami Arti DPP Nilai Lain

Baca Juga: Apa Itu e-Bupot Instansi Pemerintah?

Penggunaan DPP nilai lain ini lekat dengan tarif efektif PPN. Pasalnya, DPP nilai lain membuat perhitungan PPN dilakukan dengan mengalikan tarif PPN standar dengan DPP nilai lain yang bisa jadi tidak atau kurang dari 100% dari harga jual. Perhitungan itu akan menghasilkan tarif efektif.

Terdapat beragam jenis DPP nilai lain. Misalnya, DPP nilai lain atas penyerahan barang hasil pertanian tertentu ditetapkan 10% dari harga jual (Pasal 3 ayat (2) PMK 89/2020). Adapun tarif efektifnya adalah 1% yang diperoleh dari mengalikan tarif PPN standar 10% dengan 10% harga jual.

Contoh lainnya, DPP atas emas perhiasan ditetapkan berupa nilai lain sebesar 20% dari harga jual emas perhiasan atau nilai penggantian (Pasal 4 ayat (1) PMK 30/PMK.03/2014). Dengan demikian, tarif efektif PPN-nya adalah 2% yang diperoleh dari (10%x20%).

Baca Juga: APA ITU MMEA?

Kemudian, untuk penyerahan produk hasil tembakau DPP nilai lainnya adalah sebesar harga jual eceran (HJE) (Pasal 2 huruf e PMK 75/2010 s.t.d.t.d. 121/PMK.03/2015). HJE merupakan harga jual pada konsumen akhir yang didalamnya sudah termasuk PPN.

Adapun, apabila PPN menjadi bagian dari harga atau pembayaran atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP), maka PPN yang terutang adalah 10/110 dari harga atau pembayaran atas penyerahan BKP dan/atau JKP tersebut (Pasal 11 ayat 1 PP 1/2012).

Dengan demikian, PPN atas penyerahan hasil tembakau tidak dihitung dengan langsung mengalikan tarif PPN standar dengan HJE, melainkan tarif efektif dengan HJE. Seperti diketahui tarif efektif PPN-nya ditetapkan sebesar 9,1% yang diperoleh dari hasil perhitungan {10/110 x (100%)}

Baca Juga: Apa Itu Wajib Pajak OPPT?

Berdasarkan ketiga contoh tersebut, tarif efektif merupakan tarif yang sudah memperhitungkan tarif PPN standar di dalamnya. Dengan demikian, PPN terutang dihitung dengan mengalikan tarif efektif itu dengan harga jual/penggantian/HJE/dasar lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Untuk memberikan contoh yang lebih terperinci simak artikel “Contoh Perhitungan PPN dengan DPP Nilai Lain”. Penjelasan lebih lanjut mengenai tarif efektif dalam PPN dapat Anda simak dalam buku Konsep dan Studi Komparasi Pajak Pertambahan Nilai. (Bsi)

Baca Juga: Apa Itu SPPKP?
Topik : Apa Itu Tarif Efektif dalam PPN, kamus PPN, kamus pajak

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Dika Meiyani

Kamis, 10 Juni 2021 | 11:59 WIB
terimakasih DDTC ilmunya
1

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 19 Juli 2021 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Barang Diangkut Terus dan Diangkut Lanjut?

Sabtu, 17 Juli 2021 | 09:00 WIB
KAMUS PAJAK DAERAH

Apa Itu Pajak Air Tanah?

Rabu, 14 Juli 2021 | 19:24 WIB
KAMUS HUKUM PAJAK

Apa Itu Asas Ultimum Remedium?

Senin, 12 Juli 2021 | 18:29 WIB
KAMUS PBB

Apa Itu NOP PBB?

berita pilihan

Minggu, 19 September 2021 | 12:00 WIB
PROVINSI LAMPUNG

Segera Berakhir, Masyarakat Diimbau Segera Ikuti Pemutihan Pajak

Minggu, 19 September 2021 | 11:30 WIB
PENERIMAAN CUKAI

DJBC Prediksi Setoran Cukai Minuman Beralkohol Membaik Tahun Ini

Minggu, 19 September 2021 | 11:00 WIB
REPUBLIK CEKO

Proses Penegakan Hukum Dihentikan, Wajib Pajak Bisa Dapat Kompensasi

Minggu, 19 September 2021 | 10:30 WIB
KABUPATEN MALANG

Sektor Jasa Tertekan, Setoran Pajak PBB Bakal Dipacu

Minggu, 19 September 2021 | 10:00 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Pegawai Pajak Turun ke Lapangan, Dua Hal Ini Jadi Pertimbangan DJP

Minggu, 19 September 2021 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemda Usulkan Penerapan Pajak Sampah, Begini Respons Sri Mulyani

Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:

Tantangannya Memang Tak Mudah, tapi Kami Siapkan Strateginya

Minggu, 19 September 2021 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Kurang Dimanfaatkan, Aturan Supertax Deduction Terbuka untuk Direvisi

Minggu, 19 September 2021 | 07:00 WIB
APBN 2021

Sri Mulyani Sebut APBN Tetap Waspadai Covid-19 Varian Mu

Minggu, 19 September 2021 | 06:00 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR I

Data AEoI Sudah Diterima, Uji Kepatuhan Wajib Pajak Dimulai